7 Orang yang Tidak Bisa Mencium Bau Surga

33
87850
Api neraka © ilustrasi scenicreflections.com

Surga adalah kenikmatan yang luar biasa. Baunya saja bisa tercium dari jarak 70 tahun perjalanan. Namun, ada orang-orang yang jangankan masuk surga, mencium bau surga saja tidak bisa. Siapakah mereka? Inilah hadits-hadits yang menerangkannya:

1. Orang yang sombong

Orang yang sombong, ia tidak bisa masuk surga. Juga tidak bisa mencium bau surga. Bahkan, sekalipun kesombongannya sangat kecil, sebesar biji dzarrah.

عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ مَا مِنْ رَجُلٍ يَمُوتُ حِينَ يَمُوتُ وَفِى قَلْبِهِ مِثْقَالُ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ مِنْ كِبْرٍ تَحِلُّ لَهُ الْجَنَّةُ أَنْ يَرِيحَ رِيحَهَا وَلاَ يَرَاهَا. فَقَالَ رَجُلٌ مِنْ قُرَيْشٍ يُقَالُ لَهُ أَبُو رَيْحَانَةَ وَاللَّهِ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّى لأُحِبُّ الْجَمَالَ وَأَشْتَهِيهِ حَتَّى إِنِّى لأَحِبُّهُ فِى عَلاَقَةِ سَوْطِى وَفِى شِرَاكِ نَعْلِى قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- لَيْسَ ذَاكَ الْكِبَرُ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ وَلَكِنَّ الْكِبْرَ مَنْ سَفِهَ الْحَقَّ وَغَمَصَ النَّاسَ بِعَينَيْهِ

Dari Uqbah bin Amir, bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidaklah seorang laki-laki meninggal dunia, dan ketika ia meninggal di dalam hatinya terdapat sebiji sawi dari sifat sombong, akan halal baginya mencium bau surga atau melihatnya.” Lalu seorang laki-laki dari suku Quraisy yang bernama Abu Raihanah berkata, “Demi Allah wahai Rasulullah, saya benar-benar menyukai keelokan dan menggemarinya hingga pada gantungan cemetiku dan juga pada tali sandalku!” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Itu tidaklah termasuk kesombongan, sesungguhnya Allah ‘azza wajalla itu Indah dan menyukai keindahan. Akan tetapi sombong itu adalah siapa yang menolak kebenaran dan meremehkan manusia dengan kedua matanya.” (HR. Ahmad)

2. Orang yang mencari ilmu akhirat untuk tujuan duniawi

Islam memerintahkan umatnya untuk menuntut ilmu, terutama ilmu akhirat. Menuntut ilmu akhirat ini dalam salah satu hadits juga disebut fi sabilillah. Namun, jika ilmu akhirat dicari dengan tujuan duniawi, maka orang tersebut terancam tidak bisa mencium bau surga.

مَنْ تَعَلَّمَ عِلْمًا مِمَّا يُبْتَغَى بِهِ وَجْهُ اللَّهِ لَا يَتَعَلَّمُهُ إِلَّا لِيُصِيبَ بِهِ عَرَضًا مِنْ الدُّنْيَا لَمْ يَجِدْ عَرْفَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَعْنِي رِيحَهَا

“Barangsiapa menuntut ilmu yang seharusnya untuk Allah, namun ia tidak menuntutnya kecuali untuk mencari dunia, maka pada hari kiamat ia tidak akan mendapatkan bau surga.” (HR. Ibnu Majah, Abu Daud dan Ahmad; shahih)

3. Menisbatkan nasab bukan kepada ayahnya

Nasab merupakan salah satu hal yang dijaga oleh Islam. Orang yang mengaku sebagai anak orang lain yang bukan ayahnya, ia juga mendapat ancaman tidak bisa mencium bau surga. Karenanya Islam melarang umatnya menisbatkan nama kepada nama orang tua angkat.

مَنْ ادَّعَى إِلَى غَيْرِ أَبِيهِ لَمْ يَرَحْ رَائِحَةَ الْجَنَّةِ وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ قَدْرِ سَبْعِينَ عَامًا أَوْ مَسِيرَةِ سَبْعِينَ عَامًا قَالَ وَمَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنْ النَّارِ

“Barangsiapa mengaku keturunan dari orang lain yang bukan ayahnya sendiri tidak akan mendapatkan bau surga. Padahal bau surga telah tercium pada jarak tujuh puluh tahun, atau tujuh puluh tahun perjalanan.” (HR. Ahmad; shahih)

4. Wanita yang berpakaian tapi telanjang

Jika orang yang sombong dan orang yang menisbatkan nasabnya kepada selain ayah pernah dijumpai di zaman Rasulullah, kelompok wanita yang berpakaian tapi telanjang ini tidak pernah dijumpai beliau. Namun, mereka pasti akan ada sebagai kelompok yang tidak bisa mencium bau surga. Dan kini, sabda beliau terbukti. Banyak wanita yang model demikian di zaman sekarang.

صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلَاتٌ مَائِلَاتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لَا يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلَا يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا

“Dua golongan penghuni neraka yang belum pernah aku lihat; kaum membawa cambuk seperti ekor sapi, dengannya ia memukuli orang dan wanita-wanita yang berpakaian (tapi) telanjang, mereka berlenggak-lenggok dan condong (dari ketaatan), rambut mereka seperti punuk unta yang miring, mereka tidak masuk surga dan tidak akan mencium baunya, padahal sesungguhnya bau surga itu tercium dari perjalanan sejauh ini dan ini.” (HR. Muslim)

[pullquote]

Kelanjutannya, silahkan baca di

7 Orang yang Tidak Bisa Mencium Bau Surga (2)

[/pullquote]

1
2
SHARE
Previous articleDua Belas Anak Cukup
Next articlePersetujuan dan Doa Nabi untuk Sahabat yang Menikahi Janda

33 COMMENTS

  1. dari terjemahan hadist pertama pada kalimat : “Tidaklah seorang laki-laki meninggal dunia, dan ketika ia meninggal di dalam hatinya terdapat sebiji sawi dari sifat sombong, akan halal baginya mencium bau surga atau melihatnya.” khususnya pada kata “……. halal…..” apakah artinya bukan “….haram…”, karena sifat sombong mennghalangi orang untuk bisa masuk surga atau bahkan menghalangi orang untuk mencium baunya…. afwan… sekedar mengkoreksi, kalau saya salah mohon dima’afkan…
    Wallahu’alam…

    • Coba baca lagi, “Tidaklah…, akan halal baginya…” artinya semua yang meninggal dunia dg kesombongan, ia haram mencium bau surga. Kalau kata “tidaklah” diganti “semua” barulah anak kalimatnya menjadi “haram bagi mereka”

    • Kurasa bnr redaksinya sprti itu mas, kan di dpn ada kt “tidaklah”

      Cb qt persingkat redaksiny agar lbh mdh dipahami,
      “Tidaklah org yg dlm hatiny ada sft smbong….itu akan halal mencium bau surga”–>artinya ya tdk halal mencium (kata tIDAKnya berada di awal kalimat)

      Allahu A’lam

  2. Tulisan arabnya kalau tidak salah baca “takhillu” artinya tidak halal….

    Seharusnya yang bener itu gini :
    “Tidaklah seorang laki-laki meninggal dunia, dan ketika ia meninggal di dalam hatinya terdapat sebiji sawi dari sifat sombong, tidak halal baginya mencium bau surga atau melihatnya.”

    Maaf bila saya lancang….

    • Mnurut saya artinya bgini: jika seorang lelaki meninggal dunia tanpa ada rasa sombong sebesar biji sawi di hatinya. Dia halal mencium bau surga dan melihatnya.

      Bermakna begitu karena di awal sabda Rasulullah tertulis “Tidaklah”

      Wallahu a’lam

  3. sombong yang macam mana tu? boleh saya tahu? kalau kita sombong (mahal) dgn kaum adam boleh ke? or bagi pendapat. tq 🙂

  4. koreksi kata halal pada kalimat …….., halal bagix mencium bau…. maksudnya barangkali : haram….smg sy tidak salah

  5. Saya rasa bahasanya nya sudah benar bagi yg memahami dan membacanya dengan benar. Terimakasih informasinya semoga bermanfaat untuk kedepannya.

  6. Rambut ubanan juga gak bole disemir hitam Ƴɑ̤̥̈̊ªªª , trus bole gak disemir warna lain ? Malunya ntar dibilang bule kesasar hehehe,,,mohon solusinya donk ustad sebab rambut suami saya udah mulai banyak ubannya niih,,,mksi seblmnya 😀

  7. Bagaimana jika sikap sombong seorang suami yang sombong ditujukan kepada istri sehingga membuat istri semakin tak nyaman disamping,y….

  8. saya istri yg minta talaq thp suami
    krn suami q tidak tanggung jawab lahir batin krn kami berjauhan.
    klo masalah batin gk masalah krn kami berjauhan.tp masalah lahir gk ada sama sekali.
    apakah saya termasuk wnita yg gk mencium bau surga.pdhl ini brlangsung 4 thn

  9. Bagaimana kalu suami ygmenelantarkan istri dalam keadaan hamil dan berniat utk tidak bertanggung jawab bahkan ingin mencerai nya? Tdk pulang tdk memberi nafkah lahir bhatin dan menjauh tanpa ada kbr sedikitpun terlebih lg ortunya ikut seperti anak nya

  10. Hadist itu sudah betul, cara memahinya harus menggunakan ilmu nahwu, awal kata ما ➖ma kita artikan tidak, itu ma nahi atau perintah berbentuk larangan, artinya janganlah meninggal dalam hatinya ada sifat sombong, selanjutnya ada و itu huruf atap, hurup atap mengikuti kalimat sebelumnya,,, jadi jangan meninggal saat sifat sombong masih dihati maski kecil, kerna itu bisa menghangimu mencium bau syurga…

  11. Kita harus bisa melakukan hal hal yang di perintah oleh Allah SWT biar kita dapat melewati jempatan sirotol mustakim ……………… Kita harus menjauhkan hal hal seperti diatas ,,,,,, kata guru agama saya , kita harus bersyukur walaupun kita menghadapi masalah yang Ǟϑǟ ,,,, ( maaf ) ini yang nulis siswa kelas 5 SDN 3 Ngantru trenggalek jatim ,,,, ini kata guru agama saya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here