Bertemu Jodoh di Tempat Maksiat, Begini Akhirnya

0
4928
ilustrasi @Keluarga.com

Laki-laki yang baru dipecat dari perusahaannya ini berlari dari kenyataan. Ia bertemu dengan teman kantornya yang ternyata pelanggan di sebuah tempat kemaksiatan. Si teman mengajak, si laki-laki menyahut.

Si laki-laki, mula-mula merasa kaget. Tempat itu bak dunia lain yang belum pernah ia jumpai sebelumnya. Bukan hanya asing, tetapi sangat aneh.

Akan tetapi, ia menemukan satu hal yang membuatnya merasa nyaman. Seorang wanita yang bekerja di tempat itu, waktu itu dating terlambat hingga belum mengenakan hiasan secara berlebihan.

“Saya mau kalau ia yang menemani.” ujar si laki-laki menunjuk ke arah si wanita.

Setelah melapor kepada pimpinan tempat maksiat, si wanita itu diizinkan menemani si laki-laki dengan dandanan ala kadarnya, tak semewah dan semenor biasanya.

Satu malam. Dua malam. Lalu bermalam-malam penuh kelam.

Dua anak manusia ini terbuai dalam imajinasi kebebasan penuh nikmat, padahal hanya kemaksiatan yang berujung duka, nestapa, dan sengasara.

Si perempuan betah menemani laki-laki karena keyolannya. Saat memberi upah tambahan, si laki-laki menyodorkan semua uang di dompetnya, lalu si perempuan dipersilakan memilih sesukanya.

“Ambil semaumu.” katanya.

Sampai suatu ketika, saat uang si laki-laki habis. Ia menghilang. Hartanya habis, hanya menyisakan mobil yang dikendarai. Si laki-laki berlari menuju daerah asalnya.

Beberapa bulan kemudian, si perempuan hadir di kampung si laki-laki setelah menjalani usaha yang panjang dan tentu saja melelahkan.

“Nikahi aku, Mas. Aku benar-benar jatuh cinta.” kata si wanita, blak-blakan.

Si laki-laki terdiam. Agak lama. Hingga, ia bersuara setelah berpikir dengan jernih.

“Jika mau menikah denganku, tinggalkan kehidupanmu yang itu. Terima aku apa adanya. Inilah aku yang sebenarnya. Kemarin hanya sisa tabungan. Sekarang aku tak punya apa-apa.” terang si laki-laki, panjang-lebar.

Dua insan ini pun menikah. Menjalani hidup yang benar-benar baru di daerah yang tak terdengar atau tercium oleh bos-bos si perempuan. Rumah tangga mereka menyenangkan, dan bertambah bahagia penuh syukur saat lahir anak pertama dari pernikahan itu.

Sayang jutaan sayang. Usaha si laki-laki tak kunjung berkembang. Padahal, ia sudah menjual mobil satu-satunya sebagai modal. Rumah tangganya kandas, setelah berbagai ujian menerpa rumah kecil mereka.

“Istri saya gak kuat hidup susah. Dia berlari menuju teman-teman lamanya. Ia kembali ke tempat maksiat itu.” tutur si laki-laki, penuh luka di hatinya.

Carilah cinta di tempat yang layak dicintai, agar berbunga dan berbuah hingga surga. Jika memang menemukannya di jalan atau comberan, bersihkan hingga suci sebelum menaruhnya di vas bunga.

Terpenting, luruskan niat dan senantiasalah memohon pertolongan dari Allah Ta’ala. [Keluargacinta]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here