Catatan Hati Seorang Ibu tentang Gerakan LGBT

gerakan lgbt
LGBT dan bendera Zionis (Chillinaris)

Bunda…
Mari kita kuatkan hubungan dengan Allah. Mari kita lebih banyak berdoa kepadaNya, memohon agar keluarga dan buah hati kita dijaga. Di zaman now yang penuh fitnah ini.

Salah satu fitnah yang muncul akhir-akhir ini adalah LGBT. Sudah bukan perkara kecil. LGBT ini sudah tampak nyata sebagai sebuah gerakan. Gerakan yang mencoba menghancurkan tatanan keluarga. Lalu menghancurkan kemuliaan manusia.

Kita bisa melihat bagaimana gerakan mereka disuarakan saat ILC beberapa waktu lalu. Sampai salah satu pendukung LGBT bilang tidak ada kewajiban bertuhan dalam Pancasila. Pendukung LGBT lainnya menggiring opini agama tidak tegas melarang LGBT.

Ia juga meminta dalil agama yang melarang LGBT. Pak Karni Ilyas sudah menjawabnya dengan baik. Di antaranya dengan mengutip Surat Al A’raf ayat 71.

“Sesungguhnya kalian mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsu kalian, bukan kepada wanita, malah kalian ini adalah kaum yang melampaui batas.” [Al-A’raaf: 81]

Tapi dosen itu justru menyimpulkan, ayat itu hanya melarang homoseks. “Lesbian tidak diharamkan Allah” katanya.

Logika ini mirip dengan seseorang yang membaca Surat An Nisa’ ayat 6: “…Dan janganlah kamu makan harta anak yatim lebih dari batas kepatutan…” Lalu menyimpulkan kalau harta orang lain boleh dimakan sekehendaknya.

Logika ini juga mirip dengan seseorang yang membaca Surat Al Baqarah ayat 43, “Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’.” Lalu menyimpulkan puasa Ramadhan tidak wajib.

Padahal, agama ini tidak bisa dipahami hanya dengan membaca satu dua ayat. Sumber hukum Islam juga bukan hanya Al Qur’an. Masih ada yang lain, di antaranya adalah hadits dan ijma’ ulama.

Di antara hadits yang bisa kita temukan terkait larangan lesbian diriwayatkan oleh Imam Baihaqi dalam Sunan dan Ibnu Qudamah dalam Al Mughni:

إِذَا أَتَتِ الْمَرْأَةُ الْمَرْأَةَ فَهُمَا زَانِيَتَانِ

“Apabila seorang wanita mendatangi (memenuhi syahwat) seorang wanita maka keduanya berzina.”

Menurut para ulama, hukuman lesbian memang lebih ringan dari gay. Namun semua ulama bersepakat soal haramnya lesbian. Coba sebutkan satu ulama saja, yang diakui keulamaannya oleh kaum muslimin, yang membolehkan lesbian!

Bunda…
Mari jaga anak-anak kita dari propaganda dan bahaya gerakan LGBT yang berusaha mencabik-cabik kemuliaan umat manusia. Mereka menghendaki bangunan keluarga hancur. Jika keluarga telah hancur, masyarakat juga akan hancur. Dan kemudian peradaban manusia.

Bukankah kita ada karena melalui ikatan suci pernikahan orang tua kita? Bukankah nasab kita jelas karena melalui ikatan suci pernikahan orang tua kita? Bukankah kita menjadi beriman dan berakhlak awalnya dari pendidikan keluarga yang lahir dari ikatan suci pernikahan. Lebih dari itu, kita semua pasti tidak mau mendapat murka dan azab Allah Azza wa Jalla.

Bunda…
Mari kita jaga anak-anak kita. Kita kuatkan hubungan dengan Allah. Mari kita lebih banyak berdoa kepadaNya, memohon agar keluarga dan buah hati kita dijagaNya. [Ummi Liha/KeluargaCinta]

Previous articleCita-Cita Anak Palestina, Merinding dan Mengundang Air Mata
Next articleEmpat Saja Kurang, Apalagi Cuma Satu
Seorang istri, ibu, pemerhati keluarga dan pendidikan anak. Owner Indogamis, pendiri komunitas Sahabat keluarga Cinta.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.