Ini yang Dilakukan Rasulullah ketika Aisyah Memecahkan Piring di Depan Tamu

31
114118
Piring pecah (cdnnaij.com)

Bayangkan. Anda sedang menerima tamu. Tiba-tiba istri Anda ribut dengan seseorang yang membawa makanan ke rumah lantas memecahkan piringnya. Apa yang Anda lakukan?

Kebanyakan orang mungkin akan memarahi istrinya karena telah membuat malu di depan para tamu. Atau mungkin mengumpatinya, atau bahkan memukulnya. Setidaknya ia merasa malu, kehormatannya sebagai tokoh masyarakat tercemar oleh perilaku istrinya. Demikiankah?

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mengalami hal itu. Imam Bukhari dan beberapa imam hadits meriwayatkannya.

Hari itu, Rasulullah sedang menemui sejumlah tamu yang tidak lain adalah para sahabat beliau. Tiba-tiba terdengar suara piring pecah. Ternyata Aisyah baru saja memukul piring berisi makanan yang dibawa oleh pembantu Zainab untuk disuguhkan kepada Rasulullah. Piring itu pecah dan makanannya pun jatuh.

Menyaksikan insiden tersebut Rasulullah tidak marah. Beliau tidak merasa harga dirinya turun. Beliau tidak merasa kehormatannya dipermalukan. Beliau tidak merasa khawatir disebut sebagai suami yang tidak mampu mendidik istrinya untuk mengendalikan emosi. Sama sekali tidak.

Rasulullah mendekati mereka dengan tenang, seperti tak terjadi apa-apa. Lalu beliau memunguti makanan dari kurma tersebut dan meletakkannya di sisa-sisa piring, kemudian membawanya ke majelisnya semula untuk dimakan bersama para tamu.

“Maaf… ibu kalian sedang cemburu,” kata Rasulullah kepada para sahabatnya. Tak lupa, beliau mengganti piring yang sudah pecah tersebut dengan piring yang utuh untuk dibawa kembali oleh pembantu kepada Zainab.

Demikianlah akhlak agung Rasulullah. Khuluqun ‘adhiim. Beliau tidak mempermasalahkan masalah, namun menyelesaikan masalah. Beliau tahu saat itu Aisyah sedang cemburu karena di hari giliran Aisyah, Zainab mengirimkan makanan untuk Rasulullah. Maka Aisyah pun memecahkan piring sebagai ekspresi kecemburuannya.

Dan Rasulullah memecahkan masalah dengan bijak. Beliau tidak memarahi Aisyah karena memarahi istri yang sedang marah akan menimbulkan masalah baru. Masalah semula tidak terselesaikan, justru suami istri terlibat pertengkaran. Rasulullah tidak melakukan itu.

Namun memecahkan piring orang lain tetap saja tidak dapat dibenarkan. Dan karenanya harus diganti. Karena itulah hadits ini dibahas panjang lebar oleh Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Fahtul Baari, untuk mengambil istinbath jika seseorang memecahkan barang milik orang lain, haruskah mengganti dengan barang atau bisa dalam bentuk uang.

Rasulullah juga kalem saja di hadapan para sahabat. Beliau tidak menyalahkan Aisyah karena menyalahkan istri di depan orang lain adalah bukanlah tindakan yang baik. Orang yang mendengar akan mengetahui bahwa keluarga tersebut sedang bermasalah, sementara mereka belum tentu bisa membantu menyelesaikan masalahnya.

Sebagai suami, sanggupkah kita mengelola emosi seperti Rasulullah ketika istri kita tiba-tiba marah atau memecahkan piring seperti Aisyah? [Muchlisin BK/keluargacinta.com]

31 COMMENTS

  1. kalau dilihat dari sudut pandang yang lain, rasulullah s.a.w sudah tahu masalah yang wujud pada aisyah r.a. mungkin juga ketika itu, rasulullah mengerti keadaan psikologi aisyah r.a yang masih muda.

    sebagai seorang manusia yang sudah melalui banyak alam perkahwinan, ini enteng-enteng saja kok..

    lagipun keadaan rasulullah yang sentiasa berihsan/connected kepada allah, sudah pasti ilham yang diterima dapat memberikan respons pada tubuh/mental/sikap/kata-kata yang cocok sesuai dengan keadaan.

    sedangkan kita, orang biasa kebanyakannya tidak tahu. lalu ditanya “kenapa” dengan suara yang tinggi, dipersoal bahkan marah sama isteri.

    benarkan ?

  2. Subhanallah…
    Mari kita berinfaq/ bershadaqah, “berinvestasi untuk akhirat”, beramal untuk masa depan sesuai dengan tuntunan Rasulullah Saw. Jangan ditunda-tunda. Besar atau kecil, sedikit atau banyak, tidak jadi masalah.
    Bismillaahirahmaanirrahiim..
    *Sebuah Ladang Amal Kebaikan

    AssalamualaikumWrWb.
    Mohon Doa dari semua.

    Seiring salam dan silaturahmi, kami sampaikan bahwa lembaga pendidikan Islam terpadu tempat kami mengabdi, yaitu Pondok Pesantren Tanwiriyyah, alhamdulillah, tahaddutsan bin-nimah, semakin berkembang dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Pesantren ini sejatinya merupakan bagian dari yayasan yang dikelola oleh keluarga besar kami, yakni di bawah naungan Yayasan Madrasah Tanwiriyyah (YMT). Lembaga ini terletak di Jl. Aria Wiratanudatar KM.5 No.36 RT.02/RW.01 Kampung/Desa Sindanglaka, Kec. Karang Tengah, Kab. Cianjur 43281. (Untuk info lebih lanjut, silakan lihat keterangan di bawah. Atau jika berkenan mohon maaf silakan cari melalui Google atau FB, ketik: Tanwiriyyah). Saat ini kami sedang membangun asrama sekaligus mesjid untuk siswi/santri putri setinggi 3 (tiga) lantai. Asrama ini berukuran +/- seluas rumah tipe 36.

    Pembangunan asrama tersebut menjadi sangat penting dan cukup mendesak, sebab tahun ajaran baru akan segera datang (+/- 4 bulan lagi) dan pada setiap tahunnya, dengan berat hati, kami terpaksa harus menolak beberapa siswa/siswi yang ingin mesantren sambil belajar di sekolah kami dikarenakan kapasitas tempat tinggal sudah penuh, dan kami tidak ingin memaksakan menerimanya dengan kondisi tempat tinggal atau kamar yang tersedia tidak layak huni (karena sesak dan berjejal-jejal).

    Kepercayaan dan amanah yang dipercayakan kepada kami oleh para orang tua santri pada setiap tahunnya, tahaddutsan bin-nimah, semakin bertambah. Kami pun insya Allah berusaha menjaga amanah tersebut semaksimal mungkin dan sebaik mungkin. Karenanya kami siap dan rela, rumah sederhana pribadi kami yang berukuran +/- tipe 36 tadi dinaikkan/dijadikan asrama putri sekaligus mesjid (tempat shalat). Adapun bagi kami -keluarga kecil pribadi kami- insya Allah cukup menempati +/- 2 atau 3 kamar saja, selebihnya akan diperuntukkan untuk siswi/ santri putri. Dan kami pun insya Allah sudah siap ketika direncanakan oleh Pimpinan Pesantren (orang tua kami) untuk menjadi pembimbing para santri tersebut. Semoga ilmu, pengalaman dan wawasan kami bisa membantu kami dalam membimbing mereka dengan cara yang baik dan benar.

    Menurut tukang/kuli bangunan yang biasa membantu kami, mengingat ukuran yang tidak terlalu besar atau relatif kecil (tipe 36), maka biaya pembangunan asrama tersebut akan memakan biaya sebesar 100 juta-an rupiah (maklum di kampung, uang sebesar itu sudah bisa dipakai untuk membuat sebuah bangunan). Namun seiring naiknya berbagai bahan bangunan yang disebabkan oleh naiknya beberapa kebutuhan pokok, ternyata uang seratus juta-an milik pribadi kami tersebut tidaklah cukup, bahkan terancam akan terhenti di tengah jalan (tidak sesuai dengan yang direncanakan).

    Oleh karena itu, dengan segala kerendahan hati, kami mencoba mengetuk hati Yth. Bapak/Ibu, Saudara/i, Mas/Mba, Uda/Uni, Abang/None, Akang/Teteh, para guru/dosen tercinta, semua sahabat/teman/rekan/kawan tersayang, dan semua dermawan/muhsinin dimana pun berada, baik di dalam negeri maupun di luar negeri, untuk beramal dan “berinvestasi” untuk masa depan dengan cara berderma, berinfaq/bershodaqoh untuk pembangunan asrama/mesjid tersebut.

    Apabila berkenan, dan hanya apabila berkenan, dipersilakan:

    # Bank MANDIRI.
    No. Rekening: 122-00-0619-6722.
    a.n. Muhammad Jihad Akbar.
    Kantor Cabang Jakarta-Bendungan Hilir.

    # Bank Syariah Mandiri (BSM).
    No. Rekening:700-6790-512.
    a.n. Siti Syaima Or M.Jihad.
    Kantor Cabang Cianjur

    # Bank Muamalat
    No. Rekening: 101-044-8228.
    a.n. Muhammad Jihad Akbar.
    Kantor Cabang Utama Bandung-Buah Batu

    Tak lupa kami ucapkan terima kasih atas waktu yang diluangkan untuk membaca “pesan” ini. Kami sarankan, abaikan “pesan” ini apabila telah menggangu aktifitas Yth.Bapak/Ibu/Sdr./i, dan kami memohon maaf atas hal tersebut yang sedalam-dalamnya. Namun apabila Yth.Bapak/Ibu/Sdr./i merasa akan ada yang bisa memberi kebaikan karena “pesan” ini, maka tidak ada salahnya untuk disebarluaskan atau di-“share”, dan kami persilakan serta kami sangat berterima kasih yang sebesar-besarnya dan bersyukur atas hal tersebut.

    Kami mohon sempatkanlah untuk berdo’a supaya pembangunan asrama ini berjalan dg lancar dan sesuai dg yang diharapkan, …aamiin

    Segala bentuk kebaikan dan sebesar apapun bantuan yang diberikan, kami ucapkan banyak terima kasih. Hanya Allah jualah yang bisa membalas dengan balasan yang setimpal bahkan berlipat-lipat lebih banyak dan lebih baik (Q.S. al-Baqarah: 261).

    Syukron jazilan.
    Jazakumulloh khoiron katsiron.
    Jazakumulloh ahsanal jaza.

    WassalamualaikumWrWb.
    Hormat Kami,

    MJ. Akbar,Lc.,SSI.,M.Si. & Siti Syaima,S.Psi.
    (pasangan putri sulung Pimpinan Pondok Pesantren Tanwiriyyah)

    *KETERANGAN:

    # Contact Person (CP) : 0813.874.6969.23 (Akbar).

    # Identitas Pesantren.
    Nama Pesantren : Pondok Pesantren Tanwiriyyah.
    No. Induk Pesantren : 4213.2051.4065.
    NPWP : 1.608.467.5-406
    Nama Pimpinan : KH.R. Deden Ahmad Jauhar Tanwiri, LML.
    Alamat : Jl. Aria Wiratanudatar Km.05 RT.03/ RW.01 Sindanglaka, Kec. Karang Tengah, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat 43281.
    Telp./HP : (0263) 267191/0813.874.6969.23.
    Website : ymttanwiriyyah.blogspot.com.
    Tanggal Pendirian : 1 Januari 1949.
    Pendiri : al-Maghfurlah KH.R. Muhsin Tanwiri.
    Status Pesantren : Berbadan hukum.
    Akte Yayasan :
    a. Nomor 5, Tanggal 10 Mei 1963.
    b. Nomor 11.A, Tanggal 8 Desember 1989.

    # Susunan Pengurus (inti) Pondok Pesantren Tanwiriyyah.
    Pelindung : Ketua Yayasan Mandrasah Tanwiriyyah.
    (KH. Bay Syaban Farouq, S.Sos., MM.)
    Pimpinan : KH.R. Deden Ahmad Jauhar Tanwiri, LML.
    Bendahara : Siti Syaima,S.Psi.
    Asisten Bendahara :
    A. Nur Fauzan Farhani, S.Pd.I.
    Sekretaris/Tata Usaha:
    1. Nur Muhassin Rihali, S.Ag.
    2. Hari Kurniawan, S.Pd.I.

    Urusan Kurikulum & Pengajaran :
    H. Cep Mulyana, M.Si.
    Urusan Sarana & Prasarana :
    Nur Farid Widadi, S.Ag.
    Majlis Tahkim/DPS :
    1. Hera Abdul Bar, S.Ag.
    2. Ihsan Anwari, M.Ag.
    Pembina HISTAN : Nur Muhlis Hiari, S.Ag.

  3. suamiku.. semoga kau bisa menjadi seperti beliau
    dan setidaknya membaca artikel ini

    *lupa kalo blm nikah* -_-

  4. Sungguh mulua ahlaq Rasullullah.. semoga sayapun bisa memperbaiki ahlaqku untuk lebih baik lagi. Aamiin.

  5. Ya Allah jadikanlah suamiku manusia yg bijak,,sadarkanlah dia untuk menghargai aku,,andaikan saja sedikit sifat dan sikap seperti rasullullah betapa bahagianya aku

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here