Inspirasi dari Shahabiyah Paling Bergairah

1
16544

Inspirasi ini perlu dibaca oleh setiap muslimah, khususnya yang telah menikah. Mungkin selama ini tabu, padahal ini sangat perlu. Atau mungkin sudah tahu, tetapi malu. Padahal pahalanya besar dan menghantar keluarga lebih sakinah.

Abdullah bin Rabi’ah. Ia terkenal di kalangan Quraisy; baik dan senantiasa menjaga kehormatannya. Sayangnya, ia tak pernah lama berkeluarga. Menikah, kemudian cerai. Menikah lagi dengan wanita lain, kemudian cerai lagi. Hingga kemudian, menikahlah ia dengan Zainab binti Umar bin Salamah.

Zainab mencari tahu mengapa istri-istri Abdullah bin Rabi’ah sebelum dirinya selalu bercerai.

“Abdullah tak bisa ereksi”
“Wanita-wanita itu tak bisa membangkitkan gairahnya”
“Wanita-wanita itu tak bisa membuat Abdullah melakukan tugasnya sebagai suami”

Mengetahui intinya demikian, Zainab pun memancangkan tekad: “Tak ada yang menghalangiku untuk membuatnya bangkit. Demi Allah, aku adalah wanita yang berperawakan besar dan bergairah”

Tekad Zainab tak hanya sebatas kata. Ia benar-benar membuktikannya. Ia menjadi istri yang bergairah dan menggairahkan suaminya. Jadilah Abdullah bin Rabi’ah bangkit, bersemangat, bergairah. Hasilnya, mereka berdua akhirnya memiliki enam orang anak.

“Kisah Abdullah bin Rabi’ah dan Zainab binti Umar ini memberi pelajaran yang menarik,” terang Ustadz Fauzil Adhim dalam buku Kado Pernikahan untuk Istriku, “Impotensi yang cukup berat bisa tersembuhkan karena istri yang bergairah dan pandai membangkitkan gairah seks suaminya.”

Demikianlah inspirasi dari Zainab. Demikianlah yang semestinya dilakukan oleh setiap istri muslimah. Jika selama ini suami kurang bergairah, istri bisa mengembalikannya dengan cara tersebut. Jika seiring bertambahnya usia pernikahan mulai muncul stagnasi atau kebosanan, istri bisa proaktif layaknya Zainab.

“Semakin besar gairah seorang wanita,” kata Ibnu Qutaybah, “semakin besar pula gairah laki-laki kepadanya.”

Dan sebagai motivasi spiritual, langkah seperti Zainab yang hot di depan suaminya, adalah sebentuk ibadah yang akan diganjar dengan pahala oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Maka tak berlebihan jika disebutkan dalam hadits, wanita yang demikian termasuk istri terbaik.

“Sebaik-baik istrimu adalah yang menjaga diri lagi pandai membangkitkan syahwat. Yakni keras menjaga kehormatan kemaluannya, pandai membangkitkan syahwat suaminya” (HR. Dailami)

Wallahu a’lam bish shawab. [Muchlisin BK/Keluargacinta.com]

1 COMMENT

  1. Hello. Very cool site!! Guy .. Excellent .. Superb .. I’ll bookmark your site and take the feeds ad3liionatly&#82d0;I am happy to locate so much helpful info right here within the post. Thank you for sharing..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here