Sabar Hadapi Kemarahan Istri, Laki-laki Shalih Ini Peroleh Keajaiban

0
9805
ilustrasi @www.hidayatullah.com

Laki-laki surgawi yang termasuk pemuka madzhab Hanafi ini berjalan pulang dari masjid. Di tengah perjalanan, ada seorang pengemis yang kedinginan. Si laki-laki yang terkenal ramah, dermawan, dan zuhud ini pun mendatangi pengemis. Ia melepas jubah tebalnya, lalu ia berikan kepada si pengemis.

Si laki-laki yang masyhur di seantero Damaskus Suriah pada masanya itu pun pulang. Hanya mengenakan pakaian tipis di musim dingin yang merasuk ke dalam sumsum tulang.

Suatu hari di bulan Ramadhan, ia tengah duduk di depen meja makan. Menu berbuka telah rapi di hadapannya. Sembari merapal dzikir dan menyebut nama-nama Allah Ta’ala, laki-laki ini terlihat sangat menikmati berlalunya masa demi masa.

Hingga, pintu rumah diketuk. Sang laki-laki bangkit. Membuka pintu.

Dengan gegas, ia kembali ke meja makan. Semua hidangan yang tersedia diambil, untuk diserahkan kepada tamunya itu. Seorang pengemis.

Berselang jenak, istri si laki-laki datang ke meja makan. Ia marah besar. Makanan habis. Tiada satu pun sisa. Semua diberikan. Ia marah-marah. Semua kekesalan ditumpahkan kepada suaminya itu.

“Semua orang kelaparan! Engkau malah memberikan semua makanan kepada pengemis.” umpat si istri.

Tepat beberapa saat sebelum waktu Maghrib tiba, pintu rumah si laki-laki kembali diketuk. Ia berjalan santai, beriring dzikir yang senantiasa membasahi lisan dan hatinya.

Tatkala dibuka, terlihatlah sosok-sosok kekar membawa aneka makanan. Orang-orang itu meminta izin masuk, lalu meletakkan semua bawaan di meja makan si laki-laki.

Ia hanya diam, sampai ada keterangan.

Kisahnya, sore itu sang Gubernur mengundang staf-stafnya untuk berbuka puasa bersama. Namun, tiada satu pun yang hadir. Sang Gubernur marah besar. Ia memerintahkan kepada prajuritnya agar memberikan makanan kepada si laki-laki.

Lepas mengetahui kronologis kejadiannya, si laki-laki berkata kepada istrinya, “Wahai istriku, perbuatan Allah Ta’ala jauh lebih indah.”

***

Teruslah memberi. Inilah sifat yang amat mulia. Semua yang diberikan di jalan kebaikan pasti mendapatkan balasan, di dunia dan akhirat.

Laki-laki shalih dalam kisah ini adalah Syaikh Salim Masuty. Sedangkan Gubernur yang dimaksud ialah Said Pasha.

Mudah-mudahan kita tersengat dan terinspirasi untuk senantiasa memberikan yang terbaik karena Allah Ta’ala. Aamiin.

Wallahu a’lam. [Pirman/Keluargacinta]

*Ditulis bebas dari status Ustadz Saief Alemdar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here