Jangan Menikah dengan Orang yang Pernah Pacaran!

22
23749
sumber gambar: www.beautyscenery.com

Pacaran menjadi sesuatu yang lumrah di akhir zaman ini. Bahkan, ada ungkapan jomblo ngenes bagi mereka yang tidak memiliki pacar. Mereka dianggap kaum terbelakang, tidak gaul, dan layak mendapatkan julukan mengenaskan (ngenes).

Padahal, pacaran disepakati sebagai perbuatan dosa yang mengantarkan seseorang menuju zina. Bahwa zina tak boleh didekati, sedangkan berpecaran tak ubahnya membuka sebanyak-banyaknya pintu menuju pacaran. Mulai dari zina melalui hati, mata, sentuhan kulit, hingga bercinta selayaknya suami istri.

Bagi laki-laki Muslim atau wanita Muslimah, hendaknya memperhatikan hal ini dengan baik. Jangan coba-coba menikahi wanita atau dinikahi oleh laki-laki yang pernah berpacaran jika dia tidak sungguh-sungguh bertaubat dengan menyesali kekeliruan dan kehendak yang besar untuk memperbaiki diri. Pacaran bukan soalan ringan. Ianya bisa memicu lahirnya masalah yang serius dalam rumah tangga yang Anda jalani kelak.

“Laki-laki Muslim,” nasihat Drs Muhammad Thalib, “sebaiknya berhati-hati terhadap perempuan yang pernah berpacaran atau gemar berganti pacar.” Alasannya, lanjut beliau dalam Menuju Pernikahan Islami, “Perempuan yang pernah berpacaran pernah mengenal kemesraan dengan laki-laki lain, sehingga hatinya tidak polos dan tidak bersih lagi.”

Perempuan-perempuan yang memiliki kenangan masa lalu dengan laki-laki lain, akan bermasalah ketika mendapatkan kemesraan dan perhatian dari suaminya. “Saat bercengkerama dengan suaminya, hati dan angannya tidak sepenuhnya tertuju kepada suaminya.”

Betapakah ini sangat menyakitkan bagi Anda, para lelaki? Anda menghidupinya, bekerja untuknya, bahkan mengerahkan kemampuan terbaik agar dia hidup dalam kelayakan. Akan tetapi, angan, hati, dan perasaannya sibuk dengan laki-laki lain yang pernah berinteraksi dengannya sebagai pacar.

Anda, dengan seluruh perjuangan yang dilakukan, tak lebih berharga dari dia yang jauh. Hanya karena istri Anda beranggapan bahwa pacarnya yang dulu, mungkin lebih baik dalam memperlakukan dia jika menjadi istrinya.

“Ia akan membandingkan sentuhan kemesraan pacarnya yang dulu dengan suaminya sekarang.” Pungkas beliau dengan nada mengkhawatirkan, “Keperawanannya juga dipertanyakan karena tidak bisa dipastikan sejauh mana dia berhubungan dengan pacarnya.”

Hal ini berlaku juga untuk wanita yang memutuskan mau dinikahi oleh laki-laki yang pernah atau sibuk berganti pacar.

Anda siap menanggung kemungkinan ini? Anda siap dibandingkan? Anda siap diselingkuhi? Belum lagi kemungkinan lain bahwa pasangan Anda itu sudah disentuh bahkan dinikmati atau menikmati pacarnya. Na’udzubillah.

Wallahu a’lam. [Pirman/Keluargacinta]

22 COMMENTS

  1. Apakah dizaman sekarang masih ada wanita yg belumpernah pacaran? dan bagaimana caranya yg tepat untuk kita memilih calon istri?

  2. Bagaimana kalau sudah Janda?
    Menurut saya kalau memang sudah saling mencintai baiknya saling menghargai,menerima dan melengkapi apa yang menjadi kekurangan masing-masing.
    Justru masa lalu harus dijadikan sebuah media untuk belajar menjadi pribadi yang baik.

    • Hm.. Jikalau menurut pendapat pribadi saya,
      Gadis tuh memang jelas Menawan, akan tetapi Janda kan lebih Menggoda. :p

  3. Cintaku hadir karena perkenalan denganmu,
    Cintaku bersemi karena perhatianmu,
    Cintaku dapat bertahan karena kesetiaanmu,
    Dan Cintaku akan halal karena pernikahan denganmu.

    Namun…

    Cintaku padamu dapat gugur karena Kebohonganmu.

  4. Pernah pacaran bukan berarti *selalu negatif* karena hidayah, pemahaman agama, imu, pola asuh ortu dll tak sama. Saat pacaran, mungkin ilmu dan ketetapan hatinya baru sampai situ. Jadi jangan menghakimi satu sama lain. Bersyukur jika pemahaman ttg taaruf sdh dimengerti dan diterapkan. Dan tidak memandang sebelah mata yang pernah/sedang pacaran. Yang penting, sebarkan kebaikan dan doakan. Trims

  5. Assalamualaikum penulis,

    to the point untuk postingan kali ini saya mengecam anda, bagaimana dengan seseorang yang memiliki masa kelam anda jadikan suatu larangan untuk menikahinya? padahal Allah sendiri adalah zat yang maha pengampun, bagaimana jika orang tersebut telat bertaubat? mereka memiliki hak dan kewajiban juga untuk menyempurnakan agama Allah dengan menikah dan itu berarti mengikuti sunnah Nabi. dan Anda melampaui batas dengan menyelipkan kalimat “dia akan membandingkan sentuhan kemesraan suaminya dengan pacarnya dulu”. Anda su’udzon, Allah adalah hakim yang sebenarnya, lalu bagaimana anda bisa menghakimi orang lain dengan cara seperti ini?

    buatlah postingan yang membantu orang lain untuk menuju kebaikan, bukan dengan menjatuhkan. kalau saudara kita berpacaran, katakan lah itu dilarang oleh agama kita, berikan pengertian dengan menjelaskan ayat ayat atau hadist yang shahih. berilah mereka support untuk meminta petunjukNya dan dibimbing ke jalan yang lurus.
    manusia itu dalam kerugian seperti yang diterangkan dalam surat Al-ashr. tapi jika anda beriman dan melakukan amal shaleh dengan saling menasehati untuk mentaati kebenaran dan kesabaran. maka Inshaa Allah kita semua bukan termasuk golongan yang merugi dikemudian hari, karena kita sudah berusaha untuk melakukan dan mengingatkan saudara muslim kita yang lainnya.

    terima kasih.

    • di tulisan diatas ada kata-kata
      “Jangan coba-coba menikahi wanita atau dinikahi oleh laki-laki yang pernah berpacaran JIKA DIA TIDAK SUNGGUH-SUNGGUH BERTAUBAT dengan menyesali kekeliruan dan kehendak yang besar untuk memperbaiki diri”

      jadi kalau sudah bertaubat ya gpp.. mungkin begitu maksudnya..

    • Assalamualaikum.. Mbak soraya Azizazah kayaknya belum bener” perhatikan postingannya keduluan emosi, yg mbak bilang itu sangat bener, to disana ada kata= jika dia tidak sungguh” bertaubat dng menyesali kekeliruannya..

    • Mungkin mbak Soraya pernah pacaran jadi keturutan emosi dulu. Orang indonesia kan begitu jiwanya lemah suka kedahuluan sama emosinya, atau kurang banyak baca jadi pemahamannya sedikit melenceng. Menurut saya dari posting “Memberi tahu seseorang yang akan menikah dengan pasangan yang sudah pernah pacaran”

  6. Jangan coba-coba menikahi wanita atau dinikahi oleh laki-laki yang pernah berpacaran jika dia tidak sungguh-sungguh bertaubat dengan menyesali kekeliruan dan kehendak yang besar untuk memperbaiki diri.

  7. Jelas penulis mengingatkan untuk tidak menikahi/dinikahi orang yang pernah berpacaran jika dia belum bertaubat secara sungguh2, jika memang dia sudah mendapat hidayah dan bertaubat dengan sungguh2 maka layak juga untuk menikah/dinikahi. *cmiiw

  8. manusia tidak ada yg sempurna,terimalah masa lalunya yg terpenting adalah kita percaya akan taubatnya..bukankah kita tdk boleh su uzon?dan harus qusnudhon?Allah itu maha mengampuni dan kita dilarang diskriminasi..bahagia dunia akhirat itu bukan dari masalalu tapi bagaimana kita memperbaiki diri dimasa depan

  9. saya setuju, semua org punya hak untuk meninggalkan masa silam nya dan bertaubat sungguh – sungguh. Allah Maha Penyayang,
    Allah tau apa yang ada dalam hati manusia yang benar – benar bertaubat. Laki – laki baik untuk wanita baik pula, begitupun halnya jika wanita atau pria itu buruk dan kembali ke jalan yg benar dan berusaha untuk menjadi lebih baik. Allah pun akan memberikan nya pasangan yg baik pula. Meskipun masa lalu nya seburuk apapun itu.

  10. Nyari yang gak pernah pacaran susah banget pastinya,, tapi nyari pacar yang punya komitmen untuk menikah masih banyak juga,,apalagi kalau sudah mapan dan ada keinginan berkeluarga,,ketemu yang di rasa nyaman dan cocok tentunya berniat langsung kepelaminan,,

  11. jodoh itu sdh ada yg mengatur, entah itu kita dijodohkan dg laki2/perempuan yg baik atau yg buruk akhlaknya

    anda tidak berhak menghakimi mereka yg pernah pacaran karna anda bukan Tuhan!
    belum tentu yg tidak pernah pacaran lbh baik dari yg pernah pacaran

    benerin dulu aja tuh tajwid sama makhrojul huruf yg msh belepotan, baru membuat fatwa!

  12. mungkin mksudnya postingan ini di tujukan pada orang yang belum pernah pacaran, agar mereka gk dapat yang bekas gak dapat yang second. nh untuk orang yang pernah pacaran nikahi saja orang yang juga pernah pacaran

  13. Mas blog, maaf kalo ini misal dianggap curhat. Saya juga punya pemikiran seperti ini saat saya SMA kelas 1 tapi sebelum saya umur 15 (Kelas 10/SMA kelas 1) waktu saya, saya habiskan untuk game, ada sedikit juga adek kelas yg menyukai saya. Karena saya orang baik dan mudah tidak tega jadi saya jawab “Iya” skip cerita sebenarnya saya ga mencintai dia sama sekali, hanya membantu menyenangkan dia saja. Saat kelas 10 itu lah saya mengosongkan diri, mungkin sedikit jahat kali ini menolak adek kelas hehe, karena saya sudah sadar kalo saya berbuat baik terhadap persoalan cinta pasti perempuan akan terlena maka dari itu saya benci perempuan yg topiknya sedikit mengarah ke percintaan karena saya takut nanti menikah memiliki perempuan yg bisa di sebut ‘Hobby pacaran’ (tanpa pacar pasti gengsi jadi terus mencari pacar ganti” begitulah) kurang lebih seperti ungkapan di atas “Saat menikah, waktu bercinta. Pemikirannya kepada orang lain yaitu mantan jadi tidak mencintai pasangan 100% karena bekas mantan itu penyebabnya”. Banyak banget yg mau aku ketik tapi kayaknya inilah yg penting/pointnya kurang lebih hihi >_<

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here