Kisah Nestapa: Diduakan, Dicerai, Bisnisnya Bangkrut

1
sumber gambar: calmcrash.com

Ujian yang dirasa oleh wanita ini lebih dekat kepada makna musibah. Tanpa disangka, rumah tangganya diterjang badai amat dahsyat. Seluruh pertahanannya runtuh. Dua puluh tahun menjalani rumah tangga dengan tiga buah hati, wanita ini diceraikan oleh suaminya. Si suami sudah memiliki keluarga lain sejak beberapa tahun terakhir. Tanpa sepengetahuannya.

Duka makin nestapa. Si suami pergi meninggalkan hutang. Menggunung. Usaha yang dirintis si wanita pun gulung tikar. Harus menanggung hutang mantan suaminya. Semakin lengkap, ibu wanita ini meninggal dunia. Sudah jatuh, wanita ini tertimpa tangga pula. Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.

Beruntung, wanita asal Sumatera ini tidak mengenal putus asa. Meski sempat meringkuk lantaran nestapa, ia bangkit. Perlahan-lahan. Sepanjang siang dan malam, sembari mengurus tiga buah hatinya, ia melakukan introspeksi. Dengan detail, wanita ini mencari-cari kesalahan dirinya.

Selain itu, ia juga berdiskusi dengan sahabat-sahabat dekatnya. Satu di antara sahabatnya itu menyampaikan rekomendasi, agar si wanita mengikuti kajian seorang ustadz yang masyhur dengan kajian sedekah. Saran dilakukan.

Kajian pertama yang ditelaah oleh si wanita adalah soalan dosa besar. Dengan penuh perhatian, ia memperhatikan sembari mengaca pada kehidupannya yang telah lalu. Ia sadar, banyak hak-hak yang telah dilanggar, termauk hak Allah Ta’ala berupa diibadahi.

Bersamaan dengan itu pula, si wanita melakukan taubat nasuha. Menyesali dosanya. Lalu meminta ampun kepada Allah Ta’ala. Dia juga berazam untuk memperbaiki kualitas dan kuantitas ibadahnya kepada Allah Ta’ala.

Memprioritaskan yang wajib, lalu diikuti dengan sunnah. Dhuha dijaga, tahajjud gak pernah ditinggal, membaca al-Qur’an juga dibiasakan. Tak lupa, ia juga berniat bersedekah ketika kelak diberi rezeki.

Berbilang masa setelahnya, satu-satunya aset yang masih dimiliki pun dijual. Sebuah ruko. Hasil penjualan itu digunakan untuk membayar hutang peninggalan suaminya, disedekahkan ke lembaga penghafal al-Qur’an, membeli rumah untuk diri dan anak-anaknya, sisanya untuk mulai merintis usaha baru.

Alhamdulillah, kehidupan sang wanita dan ketiga anaknya ini berangsur membaik. Usaha sungguh-sungguh dan riyadha ruhaninya diganjar tunai. Insya Allah, ganjaran kesabaran pun akan dipanen, kelak di surga-Nya. Aamiin.

Wallahu a’lam. [Pirman/Keluargacinta]

Berita sebelumyaKisah Istri Shalihah yang Islamkan Suaminya
Berita berikutnyaJika Suami Anda Berkata Seperti Ini, Dialah Suami Terbaik

1 KOMENTAR

Comments are closed.