LDR Suami Istri, Apa yang Harus Dilakukan Ayah untuk Anak-Anaknya?

0
ldr suami istri
ilustrasi anak rindu ayah

Kami pasangan yang terpaksa Long Distance Relationship (LDR Suami Istri). Sudah empat bulan lamanya, kami hanya komunikasi dengan video call.

Bagaimana seharusnya tanggungjawab sang ayah dalam pengasuhan terhadap anak-anak kami? (Ummu Abdillah*)

Jawaban:

Jika terpaksa LDR suami istri karena tidak bisa dihindari (semisal tuntutan kerja), komunikasi harus tetap dilakukan. Video call seperti yang sudah dilakukan itu cukup bagus.

Jika memungkinkan, 4 bulan sekali pulang sebagaimana ijtihad Umar bin Khattab membatasi pengiriman pasukan maksimal selama 4 bulan. Agar hak dan kewajiban suami istri bisa dilakukan dengan baik.

Amirul Mukminin Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu biasa berkeliling Madinah di malam hari agar bisa melihat dan mendengar langsung apa yang dialami oleh rakyatnya. Suatu malam, ia mendengar seorang wanita bersyair:

Malam ini panjang, berselimut dingin dan kegelapan;
Saya tidur sendiri tanpa teman
Demi Allah, seandainya bukan karena takut kepada-Nya
Niscaya ranjang itu sudah bergoyang

Setelah menyelidiki, ia mendapatkan informasi bahwa suami wanita tersebut telah ditugaskan di sebagai pasukan untuk waktu yang lama.

Baca juga: Shalat Istikharah Jodoh

Umar kemudian bertanya putrinya, Ummul Mukminin Hafsah radhiyallahu ‘anha, “Berapa lama seorang perempuan dapat bertahan ditinggal pergi suaminya?”
“Empat bulan,” jawab Hafshah.

Lantas Umar memutuskan bahwa waktu maksimal bagi pasukan yang bertugas jauh adalah empat bulan.

Jika belum memungkinkan pulang empat bulan sekali, selain sering komunikasi, sang ayah perlu lebih sungguh-sungguh mendoakan putra-putrinya sebagaimana Nabi Ibrahim ‘alaihis salam. Nabi Ibrahim itu bertahun-tahun jauh dari Hajar dan Ismail. Terpisah jarak. Namun Ibrahim senantiasa menyertai keluarganya dengan doa dan munajat yang panjang.

Kita bisa melihat bagaimana panjangnya doa Nabi Ibrahim di antaranya dalam Surat Ibrahim ayat 35-41. Padahal umumnya, doa Nabi yang lain itu pendek-pendek. Doa Nabi Adam ‘alaihis salam setelah turun ke bumi hanya satu ayat: Rabbana zholamna anfusana wa in lam taghfirlana watarhamnaa lanakuunanna minal khaasiriin. Doa Nabi Yunus ketika ditelan ikan di laut juga pendek: Laa ilaaha illaa anta Subhaanaka innii kuntu minazh zhoolimiin.

Namun doa Nabi Ibrahim untuk anak keturunannya sangat panjang. Dan tentu Al Quran hanya mengabadikan sebagaian doanya. Doa aslinya lebih panjang lagi.

Baca juga: Cara Mengetahui Kesuburan Wanita

Perlu juga mengiriminya hadiah untuk lebih mengikat hati dan sebagai bentuk parenting secara tak langsung. Misalnya mengirimkan buku dan mainan edukatif jika anak masih kecil. Ini di luar nafkah yang biasanya ya. Kalau kewajiban nafkah, ayah berkewajiban menunaikannya baik ia bersama sang anak atau sedang LDR suami istri.

Yang tak kalah penting, perlu ada target waktu LDR suami istri itu maksimal sampai kapan. Jangan sampai LDR tanpa batas waktu. Sebab umumnya orang LDR itu karena alasan finansial demi masa depan keluarga dan anak-anak. Sementara kebersamaan dengan keluarga dan anak-anak sangat mahal harganya. Belum tentu hasil kerja 15 tahun bisa menggantikan kebersamaan ayah dengan anak pada usia 15 tahun pertama anak. Wallahu a’lam bish shawab. [Ummi Liha/KeluargaCinta]

*Nama samaran. Ditanyakan saat Kulwap Sahabat Keluarga Cinta

Berita sebelumya10 Rahasia Parenting Nabi Ibrahim
Berita berikutnyaIstri Butuh Didengar, Suami Butuh Dihargai
Seorang istri, ibu, pemerhati keluarga dan pendidikan anak. Owner Indogamis, pendiri komunitas Sahabat keluarga Cinta.