Mengapa Rasulullah Melarang Suami yang Bepergian Pulang di Malam Hari?

28
291132

Salah satu pesan Rasulullah sekaligus adab dalam bepergian adalah, janganlah seorang laki-laki yang bepergian (safar), ia pulang mendatangi istrinya di malam hari. Mengapa?

Dalam kitab Al Ishabah, Ibnu Hajar Al Asqalani menceritakan asbabul wurud hadits yang melarang pulang safar di malam hari.

Telah beberapa hari sahabat itu bepergian. Dan malam ini, ia pulang ke Madinah dan langsung menemui istrinya. Betapa kaget dirinya, ternyata ada seseorang yang bertubuh tinggi besar tidur di samping istrinya. Ia langsung menghunus pedang dan berniat menebas orang itu. Untungnya, ia terlebih dulu mencolek istrinya dengan pedang tersebut dan bertanya, “Siapa orang ini?”

“Ini Fulanah, si tukang sisir. Ia tadi mendandaniku dan karena terlambat pulang, ia menginap di sini,” jawab sang istri.

Alhamdulillah… hampir saja ia melakukan kesalahan fatal jika saja tidak bersabar dan langsung menebaskan pedangnya ke orang tersebut, yang ternyata adalah perempuan tukang sisir.

Paginya, usai shalat Subuh, sahabat ini menghadap Rasulullah dan menceritakan kisahnya semalam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas bersabda,

إِذَا دَخَلْتُمْ لَيْلاً فَلاَ يَأْتِيَنَّ أَحَدُكُمْ أَهْلَهُ طُرُوقاً

“Jika salah seorang dari kalian lama bepergian, janganlah ia mendatangi istrinya di malam hari” (HR. Ahmad)

Mengapa Rasulullah melarang seorang suami pulang safar menemui istrinya di malam hari? Dalam riwayat yang lain disebutkan alasannya.

إِذَا قَدِمَ أَحَدُكُمْ لَيْلاً فَلاَ يَأْتِيَنَّ أَهْلَهُ طُرُوقًا حَتَّى تَسْتَحِدَّ الْمُغِيبَةُ وَتَمْتَشِطَ الشَّعِثَةُ

“Jika salah seorang dari kalian datang pada malam hari maka janganlah ia mendatangi istrinya. (Berilah kabar terlebih dahulu) agar wanita yang ditinggal suaminya mencukur bulu-bulu kemaluannya dan menyisir rambutnya” (HR. Muslim)

Inilah alasannya. Ketika ditinggal suaminya lama bepergian, lalu tiba-tiba suaminya datang di malam hari, dikhawatirkan istrinya tersebut tidak siap menyambutnya. Rambutnya masih acak-acakan. Bulu-bulu rahasianya mungkin juga tidak terawat dan baunya sangat tidak sedap. Karenanya menurut para ulama, seorang suami makruh pulang dari bepergian secara tiba-tiba di malam hari, apalagi secara sembunyi-sembunyi. Kalaupun terpaksa pulang di malam hari, dianjurkan untuk menyampaikan kabar terlebih dulu.

Imam An Nawawi ketika menjelaskan hadits ini dalam Syarah Shahih Muslim, beliau mengatakan bahwa larangan ini berlaku bagi yang bepergian lama dan datang mendadak tanpa pemberitahuan. Adapun musafir yang sudah memberitahu sebelumnya, maka tidak termasuk dalam larangan ini.

“Adapun jika safarnya dekat dan istrinya pun mengharapkan kedatangannya pada malam hari, ” terang beliau, “maka pulang malam pun boleh. Begitu pula jika telah ada informasi awal yang memberitahukan kedatangannya kepada istri dan keluarganya, hal ini pun tidak mengapa.”

Imam Asy Syaukani menjelaskan dalam Nailul Authar bahwa hikmah dilarangnya musafir mendatangi istri pada malam karena kemungkinan ia mendapati istrinya yang tak menyadari kedatangannya, sehingga ia tidak siap membersihkan diri dan bersolek.

Mengapa suami perlu memberitahukan kedatangan dan istri perlu menyambutnya dengan bersih dan rapi? Demikianlah Islam mengatur sesuai fitrah manusia. Suami istri yang berpekan-pekan terpisah oleh safar tentu merasakan kerinduan dan menantikan kehangatan kasih sayang antara keduanya. Islam pun mensunnahkan untuk mensegerakan berhubungan sekembalinya suami dari safar. Tentu hal itu bisa berjalan dengan baik jika keduanya telah siap; bersih, harum, rapi. Para sahabat dan shahabiyah sangat mengerti dengan sunnah ini. Itulah mengapa ketika Abu Thalhah pulang dari berjihad, Ummu Sulaim menyambutnya dengan hangat dan mengajaknya ke tempat tidur meskipun saat ini anaknya baru saja meninggal. Ummu Sulaim melupakan kesedihannya kehilangan putra dan tidak ingin suaminya terpikirkan kabar duka itu hingga kehilangan gairahnya. Justru karena kesabaran inilah, keesokan harinya Rasulullah mendoakan keberkahan bagi keduanya.

Bagaimana dengan zaman sekarang? Masih terlarangkan pulang malam dari bepergian, sementara terkadang kita dapat jadwal kendaraan (pesawat terbang atau kereta api) malam?

Di zaman dulu, memberikan kabar kedatangan tidak bisa secara tiba-tiba. Tetapi sekarang, semuanya menjadi mudah dengan adanya alat komunikasi (telepon atau HP). Kita bisa mengabarkan kepulangan kita melalui telepon, SMS, WhatsApp, BBM dan sejenisnya. Sehingga istri bisa bersiap-siap menyambut seperti sabda sang Baginda. Kendati demikian, pulang terlalu larut malam juga tidak baik karena bisa jadi istri telah tertidur atau tetangga terganggu dengan kedatangan kita.

Wallahu a’lam bish shawab. [Muchlisin BK/keluargacinta.com]

SHARE
Previous articleIstri Penyabar dan Romantis Ini Dijamin Masuk Surga
Next articleMaknailah Cinta dengan Tiga Hal Ini

CEO BedaMedia Grup, Inspirator di Trustco Gresik, Sekretaris Yayasan (Pendidikan) Al Ummah

28 COMMENTS

  1. Subhanallah….sungguh sebagai tauladan dengan ajaran yang begitu sangat kasih . Tak ada satupun pemimpin umat seperti rasulullah Muhammad SAW. ..shalawat dan salam selalu tercurah untuk Mu ya Rasull….

  2. kalau masa sekarang kita bisa memberitahukan lewat sms ataupun telepon istri terlebih dahulu. kalau jaman dulu pake apa ya? apakah pakai orang suruhan atau utusan khusus yang diminta menyampaikan pesan ataukah lewat apa ya?

  3. Islam sungguh sempurna,tidak ada yang kurang atau lebih. Dan tak kan sesat selagi kita
    berpegang Al-Quran dan Sunnah.

  4. Jujur saja saya bertanya sama yg semua berkomentar, pernahkah anda dapati istri jaman sekarang yg mncontoh istri-istri para sahabat yg mengikuti sunah,menyambut suami dgn bersolek dan membersihkan bulu-bulu rahasianya?

    • Sebagai wanita, pertanyaan yg saya ajukan nyaris sama. Masih adakah suami-suami yg mencontoh para sahabat, yg menghormati dan memuliakan istri yg telah menjaga anak-anak dan keluarganya, dan berhenti “menduakannya” dari kerjaan, hobi, hingga kebiasaan yg tidak penting? 🙂

    • Bukan hanya ada,…buanyak mas Sunarto…. itu bagi Istri Sholehah….dan suami yg Sholeh…..apakah kita suami yg sholeh, sehingga berharap istri kita Sholehah…? kembalikan pertanyaan itu kepada diri kita sendiri…

  5. Insha Allah masih ada istri seperti itu di zaman sekarang apabila setiap istri mau belajar dan selalu menggali ilmu terutama ilmu agama untuk bekal akhirat. Terima kasih telah mengekspose link ini sangat bermanfaat bg km kaum hawa. Ilmu yg barokah.

  6. Yg jelas peraturan islam dibuat untuk saling menguntungkan semua pihak.jadi dalam islam dilarang yg sifatnya saling merugikan…islam rahmatan lil alamin

  7. Allahu Akbar….
    keindahan sll terpancar jika mengikuti Jalan-Nya…
    meski itu hal yg pling kecil skalipun…

  8. trimakasih admin tulisan ini sangat bermanfaat tapi saya ada saran utk admin.. mnurut saya judul diatas tidak benar krn tdk ada didlm artikel yg mnyebutkan bhw rasulullah mlarang suami yg safar utk plg malam tetapi mlarang mndatangi istri tnp memberi kabar trlebih dahulu..sy rasa tdk spantasnya media dakwah jg mlakukan hal2 sprt media2 lainnya demi mendapatkan klik dr pembaca..
    mohon maaf sekiranya penyampaian sy tdk berkenan bg admin

  9. Allahu Akbar, Allah Maha Besar.
    Aku takjub bacanya
    Baca artikel+coment2 semua bermanfaat, trims ya min idenya bagus

  10. Subhanallah jadi merinding bacanya!! Bahaimana tidak aku Allah taqdirkan merantau ke Luar Negeri 4 tahun gak pulang dan sekarang mau pulang …..I love yau my wife!!!!!

  11. Sedikit aneh dengan awal ceritanya.bagaimana mungkin istri Sholehah ngsh ijin laki2 tukang cukur tidur di rumahnya bahkan di sampingnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here