Featured Pernikahan

Wahai Para Suami, Anda-lah Sebab Utama Pudarnya Kecantikan Istri!

Seorang suami mengeluh kepada sahabatnya. Seleranya terhadap istri menurun, setelah sebelumnya menggebu-gebu dan tak bisa menahan saat bertemu. Dulu, berpisah dalam hitungan jam saja, rindu langsung terbit. Saat pertama kali bertemu, bukan hanya salam, tapi ciuman selalu mendarat di kening dan pipi istri, lalu berlanjut pada aktivitas ibadah menyenangkan penuh kemesraan.

“Sekarang,” kata laki-laki itu menuturkan, “tidur berdampingan pun tak pernah menyentuh. Bahkan saya lebih sering tidur di sofa atau ruang tamu.” Sebabnya, masih menurut laki-laki itu, “Istri saya tidak secantik dulu.”

Astaghfirullahal ‘azhiim…

Fenomena ini sangat banyak kita jumpai dalam kehidupan nyata. Seorang suami mengeluhkan penampilan istrinya. Tak secantik dulu, tidak seseksi waktu pertama bertemu, tidak sekencang waktu belum punya anak, dan keluhan-keluhan lainnya.

Andai para suami itu mau sedikit bermuhasabah dan meneliti kehidupannya setiap jenak, niscaya mereka akan terbelalak dengan fakta yang ada. Andai para suami mau merenung, yang menjadi sebab menurunnya kecantikan para istri, sejatinya bukan dia atau orang lain, tapi dirinya sendiri sebagai seorang suami. Ya. Para suami merupakan sebab utama memudarnya kecantikan istrinya.

Perubahan fisik setelah menikah adalah kemestian. Bahkan, jika tak berubah, ada hal tak beres yang terjadi di rumah tangga tersebut. Bahwa melar, melebar, dan sejenisnya adalah tabiat dari fisik itu sendiri, yang ianya menjadi sunnatullah hingga mustahil dihindari.

Pertama, hendaknya suami berpikir, apakah nafkah yang dia berikan sudah cukup untuk membeli bedak, lipstik, dan seabreg perlengkapan dandan lainnya? Sudahkah dia mengalokasikan dana bagi istrinya untuk pergi ke pusat kebugaran, perawatan kecantikan, dan hal-hal sejenisnya?

Jika belum, jangan salahkan istrimu! Tapi, pikirkanlah bagaimana caranya membuat dia mulia dengan menuruti apa yang mereka butuhkan terkait kecantikan.

Kedua, sudahkah Anda, wahai para suami, benar-benar melakukan perintah Allah Ta’ala untuk menundukkan pandangan mata? Sudahkah Anda benar-benar melakukannya saat di perjalanan, di tempat kerja, dan saat-saat berada di depan ponsel canggih atau layar televisi?

Sudahkah Anda menunduk dan benar-benar meminta kepada Allah Ta’ala agar mata Anda terjaga dari yang haram dan hanya puas dengan yang halal dan diberkahi? Sudahkah Anda menganggap segala jenis pemandangan haram itu sebagai sesuatu yang menjijikkan, atau justru Anda menggemari dan berlangganan menikmatinya?

Jika terhadap pandangan saja Anda belum bisa menjaga, itulah sebab utama mengapa kecantikan istri Anda semakin pudar. Sebab semakin sering Anda melihat sesuatu yang haram dan menikmatinya, maka yang halal, berkah, dan nikmat tak kuasa lagi memuaskan hati Anda.

Semoga Allah Ta’ala menjaga pandangan kita, para suami, agar puas dengan yang halal, berkah, dan nikmat saja. Aamiin.

Wallahu a’lam. [Pirman/Keluargacinta]

16 Comments

  • dada 2 Februari 2016

    sfasd

  • Kang Jawal 2 Februari 2016

    “Apakah nafkah yang dia berikan sudah cukup untuk membeli bedak, lipstik, dan seabreg perlengkapan dandan lainnya? Sudahkah dia mengalokasikan dana bagi istrinya untuk pergi ke pusat kebugaran, perawatan kecantikan, dan hal-hal sejenisnya?” Tolong dilihat lagi, adakah al Qur’an atau sunnah Rasulullah mengajarkan hal tersebut ? Mohon hati-hati jika menuliskan artikel yang menyangkut kebenaran dan kebathilan ! Jangan sekali-kali sengaja menjebak kaum istri untuk membenarkan hal yang sesungguhnya menyesatkan !

    • Endang 2 Februari 2016

      Setuju, kecantikan bathin lebih utama..

      • Nulu 14 Februari 2016

        aduw .ahirnya nyampai juga otnabya mujarabnya.dokter tere sabar banget ..buat aku yang anak ingusan n masih manja.dokter makasih ya?1 bulan lagi aku pesen lagi ah,gak perlu ragu deh ma dokter tere recomended dokter ..n perawatan wajah :* :*

    • syafar 2 Februari 2016

      Segai muslimah yang baik, tuntulah ilmu islam agar mampu menjadi istri yang berbakti.

    • Febby 7 Juni 2017

      Merawat diri utk wanita yg instan itu mahal spti ke salon. Lagian ke salon jg sebulan sekali cukup. Yg alami banyak,asal suami bs membantu kegiatan rumah saat istri lg ‘me time’. Dandan jg buat suami,jd ga da ruginy mempercantik istri sendiri. Paling g smbil nggu suami plg krja bs make up natural spy fresh. *Kewajiban suami kn memperlakukan istri dg baik (QS. An-Nisaa). Mnrtq ‘Baik’ itu ukuranny lebih sulit drpd tgs istri utk melayani suami. Jd suami jg paling g menyediakan kebutuhan kecantikan istri. Krn termasuk kebutuhan suami jg pd akhirny.

  • Anonym 2 Februari 2016

    Sesat 100% tidak disertai dalil yg shahih.

    Mengajarkan dan menjebak wanita, istri, dan calon istri untuk membenarkan hal tersebut.

    • syafar 2 Februari 2016

      Membedakan antara yang menyenangkan dan yang menentramkan jiwa. Hal yang sangat susah dibedakan.☺☺☺

      • Princesitha 14 Februari 2016

        bekas jerawat saya megikngalnan lubang-lubang di daerah pipi, g t’lalu prh seeehcuman klo saya p’hatikan jd minder sendirikira2 pke dermarollernya brapa kali spy bopeng saya ini hilngthanks yaaaa

    • Mbahre 3 Februari 2016

      Ambil positifnya, tinggalkan negatifnya 🙂 lebih baik begitu bukan? Agar lebih maju dan berfikir pun ga mandet

  • mukminin joe 2 Februari 2016

    Ora ooo dienggo yo tuwex.

  • Kirey 2 Februari 2016

    Lelaki adalah makhluk visual. Gak usah munafik, lelaki memang penyuka keindahan, kecantikan. Mangkanya jadilah istri yg selalu cantik ketika di pandang suami. Cantik gak harus mahal kok. Yg penting RAJIN pinter2 mau rawat badan & fisik itu gak harus mahal. Jangan suka bikin artikel yg seolah mencari pembenaran dengan membuat figur yg bisa di salahkan. Buat lah artikel yg isi nya bermanfaat.

  • Eriz 3 Februari 2016

    Istri dandan secantik mungkin semaksimal mungkin itu boleh kog, asal harus di rumah dan dia dandan dipersembahkan hanya untuk suaminya saja. Diluar ya tetep biasa aja.
    Saya pernah ikut kajian yang ustadznya menerangkan bahwa perhiasan perempuan itu bukan emas, perak kayak gitu. Tapi, wajahnya, kecantikannya, keindahan tubuhnya itulah perhiasan dia. makanya di hadits kan “seindah-indahnya perhiasan dunia adalah perempuan solehah” . Di pengajian yang saya ikuti kenapa perempuan solehah dikatakan sebagai perhiasan dunia, karena dia bisa menjaga seluruh perhiasan dan permata yang ada pada dirinya.
    Ini sih yang saya tau, maaf apabila ada kesalahan. lebih lengkapnya silakan baca di buku fikih wanita atau menanyakan pada orang yang lebih expert biar lebih terang 🙂
    Wallahualam bi showab

  • haudil 3 Februari 2016

    Jgn saling menyalahkan, qt koreksi diri sendiri lah masing2,,,, ok !!!

  • Nisa 8 Februari 2016

    mungkin artikel ini bukan bermaksud untuk menyudutkan suami, tetapi agar supaya lelaki lebih paham pekerjaan seorang istri di rumah bukan hanya berdandan dan mempercantik diri, tetapi kami sehari hari hanya disibukan mengurus anak mengurus rumah hanya dengan memakai daster. yang paling tidak di inginkan seorang istri adalah ketika sang istri sibuk menghabiskan waktunya untuk mengurus anak dan suaminya tetapi sang suami lebih menyukai di luar

  • Aysel 14 Februari 2016

    flek di wajah banyak seybbnaa, namun dengan chemical peeling bisa membantu menghilangkan flek di wajah, untuk paket perawatan lengkapnya bisa langsung sms ke kami di 0838 592 3667. salam sehat ya

Comments are closed.