Meski Terlarang, 90% Laki-laki dan 70% Perempuan Pernah Melakukannya

ilustrasi @www.ohjerawat.com

Di antara bahasan menarik dalam Sutra Ungu tulisan Ustadz Abu Umar Basyir adalah tentang hubungan yang dilarang, meskipun oleh suami terhadap istrinya. Selain berhubungan di dubur dan saat haid, Ustadz Abu Umar Basyir memasukkan cara lain sebagai pengganti jima’.

Mirisnya, meski terlarang, data menunjukkan bahwa 90 persen laki-laki dan 70 persen perempuan pernah melakukannya.

Ialah mendapatkan kepuasan selain dari pasangan atau mafhum disebut dengan masturba*i atau ona*i.

Dasar Pelarangan

Terlarangnya perbuatan ini merupakan tafsir dari surat al-Mu’minum [23] ayat 5-7. Ia termasuk mendapatkan hajat biologis selain dari pasangan yang halal, tapi melalui tangan atau anggota badan yang lain serta menggunakan alat.

Surat an-Nur [24] ayat 33 juga menjadi dalil yang dirujuk para ulama untuk menentukan hukum terlarangnya perbuatan ini.

Sebab-Sebab

Ustadz Abu Umar Basyir juga menyebutkan sebab-sebab yang mengantarkan seorang laki-laki atau perempuan hingga melakukan perbuatan ini. Baik kebiasaan masa kecil berupa memain-mainkan farji atau buah zakar, termasuk godaan syahwat yang tidak segera dicarikan solusinya sesuai syariat Islam.

Banyak laki-laki atau perempuan yang belum mampu menikah, lalu melakukan perbuatan yang terlarang dan berdampak bagi kesehatan serta kehidupannya. Parahnya, ada laki-laki atau perempuan yang sudah memiliki pasangan pun melakukan tindakan ini. Na’udzubillah.

Dampak Kesehatan

Di antara akibat buruk yang disampaikan oleh Ustadz Abu Umar Basyir adalah: pembengkakan dan peradangan prostat, meningkatkan sensitivitas saluran kencing sehingga mudah ‘keluar’ saat berhubungan, inflamasi prostat dan pendarahan pada saluran kencing.

Sedangkan dampak secara psikologisnya ialah: emosi tidak stabil, melemahkan saraf dan organ-oragan tertentu serta ketergantungan yang sangat tinggi pada tindakan terlarang ini.

Yang Dibolehkan

Ialah dengan menggunakan organ tubuh pasangan, terutama ketika istri kedatangan tamu bulanan. Boleh menggunakan ruang antara dua paha, pinggul, atau tangan pasangan dengan tidak berlebihan atau organ tubuh selain farji dan dubur.

Kiranya hal ini menjadi sangat penting, sebab Islam telah sempurna dalam mengatur seluruh persoalan hidup umat manusia.

Semoga Allah Ta’ala memberikan kekuatan kepada kita untuk menjaga diri dari semua jenis perbuatan sia-sia, dosa, dan maksiat.

Wallahu a’lam. [Pirman/Keluargacinta]

Previous articleJika Lakukan Ini, Pernikahan Anda Pasti Mengecewakan
Next articleYang Tidak Diketahui Publik tentang Poligami KH M Arifin Ilham

4 COMMENTS

  1. maap bapak firman bahagia. sy pribadi terganggu dengan publikasi bapak. mungkin maksudnya baik, syiar mengenai rumah tangga. tl sy melulu melihat dan membaca bapak cenderung selalu membahas masalah hubungan badan. fb ini milik umum, banyak anak dibawah umur yg menggunakannya. berdakwah boleh saja, to jangan vulgar membahas urusan ranjang di media ini. mohon pikirkan juga anak2 dibawah umur atau yg belum menikah membacanya. banyak masalh lain yg bisa dibahas, selain masalah ranjang yg sy perhatikan 90 persen dr publikasi bpk adalh masalah syahwat.

  2. Ini merupakan kekurangan berdakwah melalui media sosial. Yang menjangkau anak-anak di bawah umur dan bisa berakibat pendewasa’an dini. Mungkin untuk menyikapi hal tersebut, bisa di rubah slogan ataupun gambar utama yang tertera pada iklan. Yang mana gambar tersebut menimbulkan rasa penasaran bg anak yg belum cukup umur .

  3. Untuk menghindari Zina…kenapa tidak di bolehkan Onani…sementara Istri sudah tidak mampu lg melayani suami…Apakah lebih baik zina saja sama WTS gitu…klo mau punya Istri ke 2…perlu mencukupi kebutuhan Jasmani seperti Sandang,pangan..sementara Penghasilan pas-pas buat Istri satu…gak cukup buat Istri ke 2..Jalan keluar nya mengeluarkn hasrat biologis yg di ciptakan Allah ya hanya Onani…Jadi Pikirkan solusi yg Realis…karena kita ini hanya manusia biasa..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.