Pernikahan

5 Kriteria Wanita yang Direkomendasikan Nabi untuk Dinikahi

Anda hendak menikah? Jangan sembarangan memilih calon istri. Sebab, istri adalah pasangan hidup guna membangun keluarga sakinah mawaddah wa rahmah sekaligus menentukan generasi penerus kita di masa yang akan datang.

Berikut ini 5 kriteria wanita yang direkomendasikan Rasulullah untuk dinikahi. Jika 5 kriteriia ini ada pada diri calon istri Anda, bersyukurlah. Jika tidak semuanya bisa terpenuhi, Anda dapat mengurut-prioritaskan dari yang paling atas.

Shalihah

Kriteria paling utama yang direkomendasikan Rasulullah kepada umatnya untuk dinikahi adalah kebaikan agamanya. Wanita shalihah. Bukan semata pengetahuan agamanya bagus, tetapi yang lebih penting adalah pengamalannya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لأَرْبَعٍ لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا ، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ

“Wanita dinikahi karena empat hal; hartanya, nasabnya, kecantikannya dan agamanya, Maka pilihlah karena faktor agama niscaya engkau beruntung” (HR. Al Bukhari)

Dalam hadits yang lain, Rasulullah mensabdakan bahwa budak wanita hitam yang telinganya sobek tetapi memiliki agama adalah lebih utama daripada wanita cantik dan kaya tapi tak punya agama.

لَا تَزَوَّجُوا النِّسَاءَ لِحُسْنِهِنَّ فَعَسَى حُسْنُهُنَّ أَنْ يُرْدِيَهُنَّ وَلَا تَزَوَّجُوهُنَّ لِأَمْوَالِهِنَّ فَعَسَى أَمْوَالُهُنَّ أَنْ تُطْغِيَهُنَّ وَلَكِنْ تَزَوَّجُوهُنَّ عَلَى الدِّينِ وَلَأَمَةٌ خَرْمَاءُ سَوْدَاءُ ذَاتُ دِينٍ أَفْضَلُ

“Janganlah kalian menikahi wanita karena kecantikannya, bisa jadi kecantikannya itu merusak mereka. Janganlah menikahi mereka karena harta-harta mereka, bisa jadi harta-harta mereka itu membuat mereka sesat. Akan tetapi nikahilah mereka berdasarkan agamanya. Seorang budak wanita berkulit hitam yang telinganya sobek tetapi memiliki agama adalah lebih utama.” (HR. Ibnu Majah)

Wanita yang Baik

Hampir sama dengan poin sebelumnya. Namun sifatnya lebih umum. Yakni wanita yang baik dan membuatmu suka.

عُرْوَةُ بْنُ الزُّبَيْرِ أَنَّهُ سَأَلَ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا عَنْ قَوْلِ اللَّهِ تَعَالَى وَإِنْ خِفْتُمْ أَنْ لَا تُقْسِطُوا إِلَى وَرُبَاعَ فَقَالَتْ يَا ابْنَ أُخْتِي هِيَ الْيَتِيمَةُ تَكُونُ فِي حَجْرِ وَلِيِّهَا تُشَارِكُهُ فِي مَالِهِ فَيُعْجِبُهُ مَالُهَا وَجَمَالُهَا فَيُرِيدُ وَلِيُّهَا أَنْ يَتَزَوَّجَهَا بِغَيْرِ أَنْ يُقْسِطَ فِي صَدَاقِهَا فَيُعْطِيهَا مِثْلَ مَا يُعْطِيهَا غَيْرُهُ فَنُهُوا أَنْ يُنْكِحُوهُنَّ إِلَّا أَنْ يُقْسِطُوا لَهُنَّ وَيَبْلُغُوا بِهِنَّ أَعْلَى سُنَّتِهِنَّ مِنْ الصَّدَاقِ وَأُمِرُوا أَنْ يَنْكِحُوا مَا طَابَ لَهُمْ مِنْ النِّسَاءِ سِوَاهُنَّ

Dari ‘Urwah bin Az Zubair bahwa dia bertanya kepada ‘Aisyah radliallahu ‘anha tentang firman Allah yang artinya: (“Jika kamu khawatir tidak dapat berlaku adil …. seterusnya hingga …empat-empat”. (QS. An-Nisaa ayat 3), maka ia menjawab: “Wahai anak saudariku, yang dimaksud ayat itu adalah seorang anak perempuan yatim yang berada pada asuhan walinya, hartanya ada pada walinya, dan walinya ingin memiliki harta itu dan menikahinya namun ia tidak bisa berbuat adil dalam memberikan maharnya, yaitu memberi seperti ia memberikan untuk yang lainnya, maka mereka dilarang untuk menikahinya kecuali jika mereka bisa berbuat adil pada mereka, dan mereka memberikan mahar terbaik kepadanya, mereka diperintahkan untuk menikahi wanita-wanita yang baik untuk mereka selain anak-anak yatim itu”. (HR. Bukhari)

Penyayang (Al Waduud)

Yakni wanita yang penuh kasih sayang kepada suami dan keluarga. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

تَزَوَّجُوا الْوَدُودَ الْوَلُودَ فَإِنِّى مُكَاثِرٌ بِكُمُ الأُمَمَ

“Nikahilah wanita yang penyayang dan subur karena aku berbangga dengan banyaknya ummatku pada hari kiamat.” (HR. Abu Dawud. Hadits senada diriwayatka oleh An Nasa’i dan Ahmad)

Subur (Al Waluud)

Sebagaimana hadits di atas. Selain wanita penyayang, Rasulullah juga merekomendasikan wanita yang subur. Yang bisa melahirkan banyak anak. Sebab Rasulullah bangga dengan banyaknya umatnya.

انْكِحُوا أُمَّهَاتِ الْأَوْلَادِ فَإِنِّي أُبَاهِي بِهِمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Nikahilah ibu-ibu dari anak-anak (yaitu wanita-wanita yang bisa melahirkan) karena sesungguhnya aku akan membanggakan mereka pada hari kiamat.” (HR. Ahmad)

Sekufu/setara

Kriteria kelima yang direkomendasikan Rasulullah adalah, bahwa wanita tersebut setara atau sekufu dengannya.

تَخَيَّرُوا لِنُطَفِكُمْ وَانْكِحُوا الْأَكْفَاءَ وَأَنْكِحُوا إِلَيْهِمْ

“Pandai-pandailah memilih untuk tempat seperma kalian. Nikahilah wanita-wanita yang setara, dan nikahkanlah mereka.” (HR. Sunan Ibnu Majah)

Wallahu a’lam bish shawab. [Keluargacinta.com]

28 Comments

  • Ucok Sigarantang 10 Oktober 2014

    Wanita yg pantas dinikahi itu wanita yg irit di dapur namun boros di ranjang

  • suci 10 Oktober 2014

    @ ucok:berarti modalin buat lingerie sexy,parfum yg ori (bkn oplosan),make up yg bagus biar gk kalah ma pemain pro,dan jgn lupa suplemen makanan yg jos biar py tenaga buat ngejos….(…gk ada yg gratis abang,smua pake modal meski cm ranjang…piss)

  • ggggeeeeesssss 10 Oktober 2014

    apa yang ditulis hanya garis besarnya saja, tidak ada penjelasan….

  • Mystogan 10 Oktober 2014

    setara maksudnya?? seumuran?? sebidang?? seprofesi??

  • leha1015pal 13 Oktober 2014

    ah setara.maksudnya apaan tuh.?

  • Nanto s 13 Oktober 2014

    Nah pada bngungkn setara itu apa..?,g ad pnjelasan yg real,ini cma di ambil garis bsarnya doang,dan sya pun g faham dngan yg di maksud setara….

  • Hamba Allah 13 Oktober 2014

    Assalamu’alaikum.., maksud sekufu itu bisa dijabarkan lebih detail lg?

    • hamba allah juga 14 Oktober 2014

      “Wanita dinikahi karena empat hal; hartanya, nasabnya, kecantikannya dan agamanya, Maka pilihlah karena faktor agama niscaya engkau beruntung” dari hadis di atas ini…sekufu itu maksudnya adalah dari golongan yang selevel dengan kita menyangkut ekonomi keluarga contoh kongkritnya apabila kita dari keluarga sederhana maka carilah wanita dari keluarga yang sederhana juga, jika kita dari keluarga kaya maka cari wanita dari keluarga yang kaya pula. keutamaan hal tersebut untuk menghindari hal2 iri dan dengki atau takabur dari salah duanya diantara masing2 keluarga. atau bisa jadi nanti kita sebagai suami yang notabenenya sbagai kepala rumah tangga mendapati istri kita di kemudian hari tidak patuh pada kebaikan lantaran ia merasa lebih mampu atau berhak dan berkuasa akan hartanya, tapi itu semua pilahan dan setiap pilihan ada resikonya makanya dari semua pilihan di atas yang paling bagus ke utamaanya adalah wanita soliha. sekian dan tuhan lebih tau kebenarannya.

    • arisma 26 Februari 2015

      sekufu itu lebih dekatny dgn secocok misal riau sama riau aceh sama aceh dll karena klo beda akan ada yg kalh dan akan ada yg menag karena tidak sesuai degan alm dan faktor keturunan wallah hua’lam bisawaf

    • noya 10 Juli 2016

      coba dengerin ceramah ustadz khalid basamallah disitu dijelasin tentang sekufu , afwan linknya lupa.. search aja ya mudah2an Allah permudah

  • juliepurba 13 Oktober 2014

    bg ucok sigarantang…maaf saya kurang setuju dengan anda. karena zaman sekarang semua harus seimbang…seimbang di dapur.disumur,juga dikasur..kalo gk itu namanya egois…boleh boleh aja sih irit di dapur, saya setuju itu…tapi semua harus seimbang oke…

  • chand 14 Oktober 2014

    setara dalam hal keimanan

    • siluman/salamun/islam 20 Februari 2015

      setara dari segi keimanan,, dihadapan allah sama
      kecuali iman nya

  • agus 14 Oktober 2014

    Sekufu/setara itu asalx dari mana? Do’if spertinya itu hadits bang, coba tabayyun dulu

    • noya 10 Juli 2016

      coba search ustadz khalid basamallah beliau pernah menjelaskan “sekufu” itu apa, afwan ana lupa link nya coba search aja di youtube ttg pernikahan2/jodoh, semoga Allah permudah dalam mencari 😀

  • godong randu 3 November 2014

    insyallah…amin….

  • Abbas alfarisy 16 Februari 2015

    yah btul bnget ,, tp jika kita menginginkan istri yg sholeha kita hsrus berkaca dulu apa pantas saya dapat istri ygvsholeha …. karna amal perbuatan kita juga bisa menentukan kita dapat jodoh yg baik / sebaliknya
    ..

  • Gilang 16 Februari 2015

    ”Setara” mungkin maksudnya dari hartanya kali ya?

  • om roni boncos 16 Februari 2015

    Smua yg komen bgs…..

  • anto 16 Februari 2015

    assalamu’alaikum…
    kpd Admin yang semoga senantiasa dirahmati Allah…
    tulisan diatas bagus, namun belum luas pembahasannya… mungkin bisa diperdetail atau sediakan kolom diskusi agar dapat menambah tsaqofah… wallahu a’lam bisshowaab

  • pain 16 Februari 2015

    rase paning palakku…..

  • farras 17 Februari 2015

    Kalo msh kurang faham lebih baik ditanyakan ke guru ngajinya masing2, agar tidak salah penafsiran.

  • erwin 17 Februari 2015

    Setara itu yang sederjt antra.laki laki dan prempuan..jangan mncari yg kaya sdngkan kita miskin…dari segi wajah ya kita brwajah biasa.jngan mncari yg kbih cantik dri wajah kita..makanya di katakan sekufu atau setara mncari pasangan yg sama dngan laki laki maka prmpuan trsbut tdk lbh sgala hal dari si laki laki agar tdk ada prbndingan drajat apabila trjadi prsetruan di dlm rmh tangga..mungkin ini yg sdkit bs saya jlaskan..trimkasih

  • Thacie iia thacie 6 Maret 2015

    Yg trpenting agamanya..

  • awal 8 Maret 2015

    Setara itu atau sekufu itu begini tdk berbeda negara. Misal arab sama indonesia (kan ng setara ) indonesia sama orang indonesia aja. Jgn di tiru artis nikah ny sama bule. trs tak sesuai yg diciptkan allah di bumi indonesia dgn yg di negara lain. Watak tabiat kebiasaan kekuatan kebesaran dst. Allahu bissoab.

  • ismail 22 Juli 2015

    Alhamdulillah saya penah berdiskusi dengan dosen saya di H.usman M.Pd.i bahwa yg di mksud sekufu adalah derajat antara laki2 tidak terlalu jauh berbeda,,baik segi harta maupun tahta,,karna bisa menyebabkan perselisihan. Trimakasih

  • kuntoro torro 28 Maret 2016

    Bagus utk pengkayaan khazanah wawasan dan pengetahuan, setuju dgn pendapat #hambaAllohjuga dan #ismail. Buat Admin, Jazaakalloh khoir katsir utk tulisan bermanfaat ini. Aamiin

  • Annisa 29 Desember 2017

    Kalo semisal ada seorang putra kiyai ingin menikahi wanita biasa atau bukan berasal dari leluarga kiyai tapi wanita tersebut seorang santri ,itu bagai mana?

Comments are closed.