Ada berbagai pilihan obat rematik alami yang diyakini dapat membantu meredakan gejala rematik akibat peradangan sendi. Meski demikian, efektivitas bahan-bahan tersebut masih memerlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan manfaatnya.
Rematik merupakan suatu kondisi yang menyebabkan rasa nyeri akibat peradangan dan pembengkakan pada otot atau sendi. Dalam beberapa kasus, peradangan ini dapat memicu rasa sakit yang intens hingga menghambat fungsi gerak sendi.
Hingga kini, belum ditemukan obat yang benar-benar dapat menyembuhkan rematik secara total. Biasanya, dokter menyarankan penerapan gaya hidup sehat serta penggunaan obat pereda nyeri guna mengelola kondisi ini.
Selain itu, banyak orang juga mencoba obat alami dengan sifat anti radang untuk membantu mengurangi peradangan dan gejala rematik. Berikut beberapa pilihan obat rematik alami yang bisa Anda pertimbangkan.
1. Jahe
Jahe dikenal sebagai rempah yang memiliki sifat anti radang berkat kandungan gingerol di dalamnya. Selain itu, tanaman herbal ini juga sering dimanfaatkan untuk meredakan mual, terutama pada ibu hamil di trimester pertama.
Tak hanya itu, beberapa penelitian mengungkapkan bahwa jahe berpotensi digunakan sebagai obat alami untuk rematik. Bahkan, rempah ini diduga mampu membantu mencegah kerusakan tulang yang disebabkan oleh penyakit rematik, seperti rheumatoid arthritis.
2. Kunyit dan Lada Hitam
Rempah berwarna kuning ini diyakini dapat digunakan sebagai obat alami untuk rematik. Manfaat tersebut berasal dari kandungan kurkumin dalam kunyit, yang memiliki sifat antioksidan, anti radang, anti bakteri, dan anti jamur. Namun, kurkumin sendiri sulit diserap oleh tubuh.
Agar penyerapannya lebih optimal, kunyit perlu dikombinasikan dengan lada hitam yang mengandung piperin, senyawa aktif yang diduga memiliki sifat anti inflamasi serta membantu meredakan mual, sakit kepala, dan gangguan pencernaan.
Kombinasi kunyit dan lada hitam dipercaya dapat membantu mengurangi peradangan serta meredakan nyeri sendi akibat rematik.
3. Kayu Manis
Obat rematik alami selanjutnya ada kayu manis. Sejumlah penelitian mengungkapkan bahwa konsumsi kayu manis secara rutin setiap hari berpotensi membantu mengurangi nyeri dan pembengkakan sendi pada penderita rheumatoid arthritis.
Manfaat ini dikaitkan dengan kandungan antioksidan dalam kayu manis, yang diduga dapat melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas serta membantu meredakan peradangan di dalam tubuh.
4. Teh Hijau
Teh hijau merupakan minuman yang kaya akan antioksidan polifenol, yang diketahui memiliki kemampuan dalam meredakan peradangan serta nyeri sendi akibat rematik. Kandungan ini berperan dalam mengurangi dampak negatif peradangan pada tubuh, sehingga menjadikannya pilihan alami untuk membantu mengatasi gejala rematik.
Selain manfaat kesehatannya, teh hijau juga mudah ditemukan di pasaran dan dapat dikonsumsi dengan praktis, baik dalam bentuk seduhan maupun sebagai bagian dari pola makan sehari-hari. Kemudahan ini menjadikan teh hijau semakin ideal untuk dimanfaatkan sebagai salah satu alternatif alami dalam mengelola kondisi rematik.
5. Bawang Putih
Selain digunakan sebagai bumbu dapur, bawang putih juga dipercaya memiliki kemampuan dalam menghambat produksi sitokin, yaitu senyawa yang berperan dalam memicu peradangan di dalam tubuh.
Karena sifat anti radangnya, bawang putih diduga dapat dimanfaatkan sebagai obat alami untuk meredakan gejala rematik, termasuk pada kondisi seperti rheumatoid arthritis dan osteoarthritis.
Itulah 5 obat rematik alami. Beragam bahan herbal yang telah disebutkan diyakini memiliki manfaat dalam membantu meredakan gejala rematik. Namun, efektivitas serta keamanannya sebagai pengobatan alami masih memerlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan manfaatnya secara ilmiah.
Meskipun bahan-bahan alami tersebut umumnya dianggap aman, sebaiknya Anda tetap berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakannya, terutama jika sedang menjalani pengobatan tertentu atau memiliki kondisi kesehatan khusus.