Anak-anak Pengundang Rezeki

Jangan pernah takut soal pembagian rezeki. Allah Ta’ala telah menghitung dan membagikannya secara cermat. Tak ada satu pun makhluk melata di semesta raya, kecuali Allah Ta’ala telah menetapkan jatah rezekinya. Bagi manusia, tidaklah habis jatah rezekinya hingga ia mati dan diantarkan ke liang kubur.

Jangan khawatirkan pula soal rezeki untuk anak-anak kita. Pasalnya, di antara syubhat yang dihembuskan agar para pemuda takut menikah adalah soal rezeki untuk anak-anaknya. Logika pendek mereka mengatakan, “Jangankan menghidupi anak dan istri, hidup seorang diri saja susah!”

Padahal, anak-anak adalah satu di antara perantara yang Allah Ta’ala jadikan sebagai sumber rezeki. Anak-anak adalah makhluk suci yang menjadi pengundang rezeki bagi orang tuanya.

Tersebutlah seorang laki-laki yang banyak anaknya. Sudah hampir tiga pekan, semua transaksi bisnisnya macet. Bahkan, jadwal pembayaran yang sedianya diterima awal bulan, kala itu melambat hingga akhir bulan.

Sang laki-laki pun berpikir keras mencari celah lain yang bisa menjadi jalan rezeki baginya. Apalagi dalam hitungan tiga hari ke depan, anak-anaknya akan pulang dari tempat belajar, pondok pesantren. Tentunya, akan butuh banyak uang untuk kebutuhan sehari-hari dan ongkos pulang ke pesantren.

Si bungsu, dijadwalkan sampai di rumah hari Sabtu. Kehadirannya adalah hiburan bagi orang tua yang lama tak berjumpa dengannya. Bahagia tak terlukis. Namun, di hati laki-laki ini, ada senoktah khawatir sebab belum ada uang di tangan. Tentunya, ia ingin membelikan makanan enak yang tidak biasa dijumpai oleh anaknya di tempat belajarnya.

Sabtu berlalu. Minggu menjelang. Di Subuh mencerahkan, laki-laki ini menggandeng anaknya menuju masjid. Shalat jamaah. Dzikir. Pulang. Lalu, si laki-laki pun menghidupkan komputer. Mulai bekerja. Betapa terkejutnya, ketika sang istri memanggilnya dari kamar, “Mas, ada rezeki nih buat kita.”

Rupanya, tertera di layar ponsel pintar selembar bukti transfer ke nomer rekeningnya. Alhamdulillah…

Berselang satu hari setelahnya, tepat satu hari sebelum kepulangan kakaknya bungsu ke rumah, laki-laki ini kembali mengucap takbir dengan nada amat haru. Pasalnya, ia menerima bukti pembayaran masuk ke rekeningnya. Seakan-akan, Sang Pemberi rezeki mengatakan, “Ini buat beli makanan. Supaya anak-anakmu bisa menikmati sajian bergizi dan enak saat liburan.”

Benarlah, si laki-laki pun langsung bergegas membeli makanan-makanan yang disukai oleh anak-anaknya. Alhamdulillah…

Belum berhenti, satu hari setelah kepulangan anaknya, masih ada kejutan yang diantarkan ke rumahnya. Pembayaran yang sedianya di awal bulan itu, cair. Allahu Akbar…

Sahabat, ini bukan dongeng. Ini nyata adanya. Jangan pernah meragukan Allah Ta’ala. Yakinlah pada-Nya. Dia mustahil menzalimi hamba-hamba-Nya. Amat mudah bagi-Nya untuk melimpahkan rezeki bagi diri dan anak-anak kita. Yakinlah, anak-anak adalah pengundang rezeki bagi orang tuanya.

Bukankah semakin banyak anak, maka semakin banyak pula rezekinya? [Pirman/Keluargacinta]

Terbaru

Tips Mengelola Cemburu Agar Cinta Tak Terganggu

Bagaimana mengelola cemburu agar cinta tak terganggu? Cemburu adalah rasa yang pasti ada dalam jiwa manusia yang punya cinta. Sebab cemburu adalah...

8 Langkah Istri Jika Suami Mengalami Puber Kedua

Puber kedua memang ada. Ia bisa dialami oleh pria maupun wanita. Namun yang paling sering dijumpai, puber kedua ini terjadi pada pria.

Baca Ayat Kursi, Mimpi Buruk Pergi dan Bangun pun Lebih Pagi

“Ummi, Hamzah nggak mau mimpi.” Tiba-tiba anak ketiga kami mengadu. Waktu itu ia masih duduk di bangku Playgroup. Setelah ngobrol lebih lanjut,...

Meski Sudah Berkeluarga, Jangan Pernah Lupakan Ibu

Jika ada 1000 orang yang mencintaimu, akulah yang pertama.Jika ada 100 orang yang mencintaimu, akulah yang pertama.Jika ada 10 orang yang mencintaimu,...