Belajar dari Nabi, Membangun Romantisme Bersama Istri

Ada sebagian suami yang beralasan sibuk sehingga tidak punya waktu untuk istrinya. Entah sibuk kerja, sibuk mengejar obsesinya, atau bahkan mengatasnamakan urusan umat.

Hal ini tentu bertolak belakang dengan keteladanan Rasulullah. Beliaulah manusia paling sibuk di dunia; paling banyak beribadah, paling serius berdakwah, hingga memimpin negara, semua beliau lakukan. Namun, di tengah kesibukan itu, Rasulullah tetap mengalokasikan waktu untuk istrinya; menciptakan momen-momen romantis yang membuat kehidupan pernikahan kian hangat dan penuh kasih sayang.

Selain hal-hal rutin di dalam rumah, Rasulullah juga mengajak istrinya menikmati suasana romantis di luar rumah. Mulai dari membonceng istri hingga lomba lari.

Membonceng Istri

Salah satu teladan dari Rasulullah dalam membangun romantisme adalah membonceng istri dengan mesra. Beliau mengendarai hewan tunggangannya bersama istri tercinta. Dengan berboncengan, suami istri menjadi lebih dekat secara fisik dan psikologis. Mereka bisa saling bercengkrama dan bicara santai berdua.

Dalam hadits shahih yang diriwayatkan Imam Bukhari, Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu memberikan sebuah kesaksian: “Kami bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pulang dari Khaibar. Aku membonceng kendaraan Abu Thalhah, sedangkan beliau mengendarai tunggangannya, dengan salah seorang istri beliau membonceng di belakang beliau.”

Nonton Pertunjukan

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga pernah mengajak Aisyah radhiyallahu ‘anha melihat pertunjukan beladiri atau parade militer yang digelar para sahabat di Masjid Nabawi. Rasulullah berduaan dengan Aisyah menyaksikan kebolehan para sahabat dalam bela diri.

Jalan-jalan

Kalaupun tidak ada kesempatan pergi jauh, Rasulullah punya cara tersendiri untuk keluar bersama istrinya. Salah satu caranya, di tengah kesibukan Rasulullah yang sangat padat di waktu siang, beliau mengajak istrinya jalan-jalan di waktu malam. Tidak perlu jauh, yang penting bisa berbincang-bincang berdua.

“Rasulullah apabila datang waktu malam, beliau berjalan bersama Aisyah dan berbincang-bincang dengannya” (HR. Bukhari dan Muslim).

Lomba Lari

Ini mungkin hal yang paling jarang dilakukan oleh suami di zaman sekarang, apalagi yang sering beralasan sibuk. Rasulullah mengajak istrinya lomba lari.

Pada lomba yang pertama, saat beliau bepergian bersama Aisyah, lomba lari itu dimenangkan oleh Aisyah. Waktu itu, Aisyah masih kurus. Namun pada perlombaan berikutnya, ketika Aisyah sudah gemuk, gantian Rasulullah yang memenangkan lomba itu. “Ini adalah balasan atas kekalahanku yang dulu,” kata Rasulullah mengomentari kemenangannya.

Bagaimana dengan kita? Kita tidak harus mencontoh persis apa yang dilakukan Rasulullah tersebut. Tetapi, kita perlu melakukan hal serupa: mengalokasikan sebagian waktu kita untuk membangun romantisme bersama istri. Kita keluar dari rutinitas, sekali-kali kita pergi, sekali-kali kita melakukan hal-hal ‘unik’ bersama istri yang membuat kehidupan pernikahan kita semakin hangat dan penuh kasih sayang. Setiap kali ada kejenuhan di dalam hubungan pernikahan, kita perlu segera menggantinya dengan keromantisan. Kita keluar dari rutinitas, kita melakukan hal-hal ‘unik’ bersama istri yang membuat kehidupan pernikahan kita kembali mesra dan penuh kasih sayang. [Muchlisin BK/Keluargacinta.com]

1 KOMENTAR

Comments are closed.

Terbaru

- Advertisment -