Pernikahan

Berapa Lama Suami Boleh Bepergian Meninggalkan Istrinya?

Assalamu’alaikum…
Wahai Syaikh, berapa lamakah seorang suami boleh bepergian meninggalkan istrinya? Misalnya ia pergi ke luar negeri untuk bekerja? Memang sebagai istri kita suka suami sukses dan mendapatkan ekonomi yang lebih baik untuk masa depan keluarga, namun istri juga butuh nafkah batin…

[button url=]JAWABAN[/button]

Wa’alaikum salam warahmatullah

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى النَّبِيِّ المُصْطَفَى وَ عَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَ هُدًا

Terima kasih atas pertanyaan Anda. Pertanyaan ini sangat penting di zaman yang sering kali orang mengabaikan agamanya dan pada saat yang sama mengabaikan kewajiban-kewajibannya.

Hal mendasar yang perlu dipahami adalah, pernikahan bukanlah sekedar menyatukan dua insan untuk eksis dan berdaya secara finansial. Lebih dari itu, tujuan pernikahan dalam Islam adalah terealisasinya ketenangan, cinta dan kasih sayang bagi pasangan suami istri. Lebih tepatnya: sakinah, mawaddah wa rahmah.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَمِنْ آَيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآَيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” (QS. Ar Rum : 21)

Salah satu hal yang membuat suami istri tenang, tenteram, adalah ketika kebutuhan biologisnya terpenuhi. Hal ini tidak dapat dipenuhi selain dengan pernikahan. Karenanya, kebersamaan suami istri dalam rangka menunaikan hak dan kewajibannya, termasuk hak dan kewajiban biologis ini, menjadi niscaya. Kalaupun suami istri berpisah karena alasan tertentu, khususnya dalam rangka bekerja, harus ada waktu-waktu tertentu untuk bertemu dan menunaikan hak kewajibannya masing-masing.

Sampai berapa lamakah maksimal waktu itu? Profesor Fiqih Universitas Al Azhar Syaikh Dr Su’ad Shalih mengatakan, “Batas maksimum suami diperbolehkan berada jauh dari istrinya adalah empat bulan, atau enam bulan menurut pendapat para ulama Hanbali. Ini adalah periode maksimum seorang wanita dapat bertahan pemisahan dari suaminya.”

Syaikh Su’ad menambahkan, suatu malam ketika Khalifah Umar bin Khattab berkeliling Madinah beliau mendengar seorang wanita bersyair:

Malam ini panjang, berselimut dingin dan kegelapan;
Saya tidur sendiri tanpa teman
Demi Allah, seandainya bukan karena takut kepada-Nya
Niscaya ranjang itu sudah bergoyang

Setelah menyelidiki, Umar menemukan bahwa suami wanita tersebut telah ditugaskan di kelompok militer untuk waktu yang lama. Umar kemudian bertanya putrinya, Hafsah, janda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Berapa lama seorang perempuan dapat bertahan ditinggal pergi suaminya?”
“Empat bulan,” jawab Hafshah.

Lantas Umar pun memutuskan bahwa ia tidak akan mengirim pria yang sudah menikah jauh dari istrinya untuk jangka waktu lebih dari empat bulan.

Syaikh Su’ad mengecualikan untuk istri yang merelakan suaminya pergi lebih dari empat bulan. Menurutnya, asalkan istri merelakannya dan merelakan hak tersebut, maka sah-sah saja suami pergi lebih lama dari empat bulan.

Sementara itu, Mufti Ibrahim Desai menambahkan, “Seseorang yang sudah menikah bisa tinggal jauh dari istrinya selama periode yang disepakati bersama. Namun, jika istri tidak senang suaminya lama pergi jauh darinya, maka suami harus bertemu istrinya setidaknya sekali setiap empat bulan.

Wallahu a’lam bish shawab. [onislam.net/keluargacinta.com]

52 Comments

  • Syamsul arifin 1 September 2014

    Sungguh berdosakah bila lebih dari 6 bln…? Terus apa yang harus dilakukan seorang suami dengan keadaan terjepit ekonomi seperti TKI yang masa kontraknya sampai 18 bulan, mohon penjelasannya……

    • Admin 1 September 2014

      Seperti jawaban Mufti Ibrahim Desai di atas, “Seseorang yang sudah menikah bisa tinggal jauh dari istrinya selama periode yang disepakati bersama”

      Jadi silahkan disepakati dengan istri agar saling ridha.

      • andriana 25 Agustus 2017

        Bagaimana jika suami pergi tanpa kabar sedikit pun,meninggalkan anak2 umur 7 taun dan 11 bulan,,
        Tanpa nafkah,,
        Suami pergi setelah ada permasalahan keluarga,yg Disebabkan WIL
        Tp suami tidak mengakuinya
        Dan Menyalahkan istri nya yg pilih plng k ortu…

    • Rahmad 15 Februari 2015

      Mas, silakan dibaca lebih rinci & seksama artikel diatas. Diperbolehkan lebih dari 6 bulan asalkan sudah saling sepakat antara suami istri. Jadi klo istri ikhlas demi kebaikan bersama berarti tidak berdosa.

  • buyut yut 2 September 2014

    di era sekarang justru terbalik,kebanyakan seorang istri meninggalkan suaminya bkerja dalam jangka waktu yg lama menjadi TKW d luar negri,apakah hukumnya bagi wanita yg meninggalkan suaminya dalm jgka wktu yg lma?

    • Anonymous 11 Juni 2016

      Saya sejak dulu sering melihat senario TKI WANITA sebagai salah tadbir penguasa dan wali mereka.
      Dimana mana dunia, TKIW diseret hidup.
      Saya pernah bertanya dimana lelaki dalam hidupmu!
      Sudah habiskah lelaki Indonesia?
      Kasihan ummah.
      Memalukan.
      Ini bukan ibadah. Bukan tawakkul. Bukan taqdir. Salah tadbir.
      Kasihanilah wanita dan anak itu….

  • ahnan da regar 2 September 2014

    Patut la tki/tkw bnyk yg ber zina di negara orang.

  • LAILIYATI 3 September 2014

    Subhanallah…indahnya Islam

  • Sandri 25 September 2014

    Kalo ada suami yg bekerja di luar negeri khususnya di kapal pesiar. Uang yg didapatkan dr pekerjaan itu berkah atau tidak. Kan semua tau kalo kerja disana godaan banyak, perzinaan, pokokknya menyimpang dari syariat islam.

    • ametoenk 1 Oktober 2014

      Menurut saya,bnyak hal yg menjadikan rezeki berkah ato tidak. Bagaimana kita mendapatkan rezeki itu (ada kecurangan ga), keikhlasan kita dlm bekerja,dll lah.

      memang bnyak sekali godaan iman disana, tp pihak kapal jg masi memberi luang yg bnyak oq buat beribadah,
      Menurut saya, semua trgntung kita, bagaimana kita mnjaga iman dan membawa diri.
      Karna ga smua kegiatan menyimpang islam.
      Masi banyak kegiatan yg bsa memertebal iman di kapal pesiar.

  • meily.hwang 25 September 2014

    jika suami tidak bisa kembali untuk menemui istrinya diluar batas 4 atau 6 bulan, apakah itu termasuk talak? atau… jika suami mempunyai 2 istri yang berbeda negara, lalu suami tidak bisa tiap bulan menemui istri yang satunya di negara lain, dan sang istri tidak ridho karena cemburu atau merasa tidak adil bagi nya… lalu apa hukum nya itu ? terimakasih… wasalam

    • Dian 14 November 2014

      afwan bantu jawab.. ukhty sebaiknya suami tersebut menyatukan istrinya dlm wilayah yg mudah dijangkau, hal ini utk memudahkan suami berlaku adil. Istri2 sy, sy dekatkan rumahnya..

      Terkait rasa cemburu, sy pernah tulis di status fb.. mungkin tulisan ini semakin berlaku ketika nanti sdh jarak dekat dengan madunya.. berikut sy copy paste:

      Adab Istri dalam Rumah Tangga Taádud

      Bagaimanakah seorang istri mampu menjaga dan mengawal emosinya dari godaan api cemburu? Berikut tipsnya:

      1. Jauhkan diri dari bertanya tentang ucapan yang mengandung provokasi atau sekedar mau menyakitkan hati pasangan yang akhirnya akan menyakiti diri sendiri.

      Contohnya: “Abang lebih suka makan di rumah sana ya?”

      Jika menginginkan penghargaan suami terhadap masakan sendiri atau kebaikan yang telah dilakukan, sampaikanlah dengan lemah lembut dan hati terbuka.

      Misalnya: “Bagaimana Bang, enak tidak masakan saya? Kalau ada yang kurang, Abang komentarin ya.. in-syaaAllah saya akan perbaiki di lain waktu.” Silahkan iringi dengan senyuman manja, yang demikian akan menyejukkan suasana rumah tangga.

      Berhati-hatilah dalam menyampaikan pertanyaan atau kata-kata, karena Allah berfirman:

      “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menanyakan hal-hal yang jika diterangkan kepadamu, niscaya menyusahkan kamu.” (Al-Maidah : 101)

      2. Hormati setiap hal yang bersifat pribadi suami, seperti: handphone, laptop, email, akun facebook, dan semisalnya.. Jauhkan diri dari rasa ingin mencuri-curi lihat, sengaja mengotak-atik/membukanya tatkala ada peluang di depan mata dengan niat ingin tahu apa yang telah atau sedang dilakukan oleh suami bersama istri yang lain. Jika kita melakukan ini, selain tidak membawa kebaikan iman dan jiwa, justru hanya menimbulkan cemburu yang berlebihan dan prasangka yang tidak-tidak. Akhirnya, hati dan diri sendiri juga nantinya yang merana binti kecewa.

      Ketahuilah bahwa setiap istri dan keluarga punya hak yang sama dalam diri suaminya, wajar jika suami memiliki photo-photo dan pesan-pesan pribadi yang disimpan baik dalam handphone atau komputer pribadinya. Maka jika tidak mampu menjaga tangan sendiri, jangan salahkan orang lain andai sakit dan pedih singgah dalam jiwa.

      Jika hal tersebut sudah diingatkan suami dalam rangka menjaga kemaslahatan semua istri, namun masih dilanggar.. tentulah istri akan”berdosa” karena tidak menjaga kepercayaan yang diberikan suami. Ingatlah bahwa seorang suami akan sukses dalam berlaku adil jika ada kerjasama dari pihak istri-istrinya.

      3. Setiap istri pasti menginginkan “me time” bersama suami, dari itu untuk istri yang bukan dalam waktu gilirannya sebaiknya tidak mengirim pesan atau menelepon suami kecuali atas hal yang benar-benar diperlukan.

      Dan bukanlah suatu kesalahan apabila suami menelepon istri atau keluarganya yang bukan pada hari gilirannya dalam rangka sekedar untuk menanyakan kabar atau urusan lainnya.. karena yang demikian merupakan salah satu ciri suami yang baik dan bertanggungjawab. Sikap suami tersebut akan menjadikan istri dan keluarganya merasa dihargai dan disayangi meski suaminya sedang berada di rumah madunya.

      Namun jika istri yang bukan dalam hari gilirannya ditelpon atau dikirim message oleh suami, hendaknya sang istri menjawabnya dengan secukupnya saja.. tidak berlama-lama karena dalam rangka menghormati waktu milik istri yang sedang mendapat hari giliran.

      4. Dahulukan baik sangka dan berusaha menjauhi buruk sangka.. baik kepada madu, terlebih kepada suami. Sering-seringlah memberi nasihat kepada diri sendiri dengan ayat Allah yang menyebutkan akan bahaya prasangka buruk:

      “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.” (Al-Hujurat : 12)

      Ingatlah bahwa setiap orang bertanggung jawab atas pilihan pribadinya. Jalan bahagia atau sebaliknya kembali kepada kecenderungan dan pilihan dirinya sendiri. Jika prasangka buruk yang mendominasi hati, maka bagaimana mungkin cahaya bahagia akan ada padanya?

      5. Sesuatu yang harus sering ditadaburi adalah tentang cinta.. bahwa cinta kepada suami tidaklah boleh mengalahkan kecintaannya kepada Allah subhanahu wa taála. Cinta yang berlebih hanya akan menyulitkan suami untuk berlaku adil, semisal ia akan minta untuk selalu diperhatikan, minta selalu ditungguin, menangis jika suami membuka pintu, dan lain-lain.. sikap semacam ini tidak akan menciptakan suasana yang sehat dalam rumah tangga. Maka cintailah suami karena Allah, dengan itu akan menambah keimanan dan ketaqwaan seorangistri kepada Rabbnya.

      Walaupun berkata tentang ini lebih mudah daripada melaksanakannya, namun satu hal yang perlu disadari bahwa hidup ini adalah perjalanan yang selalu memiliki dua rasa, hadir silih berganti mewarnai waktu; sebagai ujian keimanan dari Allah ke atas hamba-hambaNya yang beriman. Manis dan pahit, lapang dan sempit, suka dan duka, nikmat dan musibah, sabar dan syukur.. Tidak ada seorang pun yang dapat lepas dari dua rasa tersebut.. termasuk mereka para nabi dan rasul, ulama dan orang-orang shalih..

      Sungguh menakjubkan keadaan seorang mukmin.. Bagaimanapun keadaannya, ia tetap masih bisa meraih pahala yang banyak. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

      “Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, semua urusannyaadalah baik baginya. Hal ini tidak didapatkan kecuali pada diri seorang mukmin.Apabila mendapatkan kesenangan, dia bersyukur, maka yang demikian itu merupakankebaikan baginya. Sebaliknya apabila tertimpa kesusahan, dia pun bersabar, makayang demikian itu merupakan kebaikan baginya.” (HR. Muslim, no. 2999 dari AbuYahya Shuhaib bin Sinan radhiyallahu ‘anhu).

      • 3woel 4 Februari 2015

        Assalamu’alaikum,,,,maaf pak dian sy ingin bertanya kpd bapak, dan jika berkenan kiranya bersedia unt menjawabnya. Apa pertimbangan bapak untuk memiliki istri lebih dari 1? Apakah istri pertama bapak msh sehat ato sdh meninggal? Mhn maaf yg sebesar-besarnya jika pertanyaan ini tidak berkenan di anda. Trimakasi. Wassalamu’alaikum wr.wb

        • Anonymous 11 Juni 2016

          Poligami meremehkan Tuhan dan isteri dan anak dan diri sendiri.
          Jika benar cinta ke syurga tidak perlu lebih satu isteri dan famili.
          Apapun terjadi.
          Orang berjaya mencapai segala ibadah tanpa mengorbankan apa apa dan siapa siapa secara berdosa.
          Berjaya bersama secara pahala.

          Jika setiap isteri wajib ada me time mengapa mesti poligami.
          Apa ertinya me time itu jika dikongsi belahan jiwanya.
          Me time itu hak isteri untuk bersendirian dengan dirinya atau bersendirian bersama suaminya bukan hak suaminya bersama orang lain atau hak orang lain bersama suaminya.

          Jika berkongsi dan berkurang hak sekalipun monogami tiadalah ertinya me time dan ibadah nikah itu sendiri.
          Me time itu untuk berehat secara privasi sendirian atau berduaan privasi dengan suaminya tanpa gangguan.
          Kami tidak tergamak berduaan tanpa anak hanya untuk pergi makan. Memasak itu ibadah dan makan diluar itu jika perlu juga ibadah jika caranya betul.
          Bukan menipu anak.
          Zalim. Keji.
          Kita wajib hidup bersama.
          Cukuplah meninggalkan anak kerana nafkah.
          Saya tidak sesuai terikat.
          Saya meninggalkan kerjaya luar dan berkerjaya sendiri supaya tidak meninggalkan anak dan suami nanti bila mampu akan berkerjaya sendiri agar anak anak boleh berkerjaya dengan keluarga @family business.

          Saya mahu menantu dan cucu nanti dalam family business.
          Tidak tertelan makanan jika anak menanti di rumah dan kami makan di luar selain waktu kerja.
          Saya tidak redha makan sedap sedap dan anak menanti. Mereka masih kecil. Kalaupun usia 13 tahun nanti kami masih mahu memeluk dan meriba anak sambil menyuap makanan mereka sekerap boleh. Takut peluang itu hapus semakin meningkat usia.
          Di hotel terutamanya kami lebih protective kerana masa kami bermanja dengan mereka pantas menghilang.
          Kami sudah terfikir satu saat mereka remaja dan tidak mahu berhenti menyuap sesuap dua walaupun mereka makan sendiri diatas meja hotel dan pesawat waktu umur belum dua tahun.

          Saya dan suami cemburu jika kami gagal menikmati peluang dari Allah. Mertua saya masih menyuap kami makan sesuap dua sekadar memanja dan bermanja.

          Suami sekadar order French fries waktu menanti pesanan siap jika kami terpaksa membeli diluar.
          Jika membeli keperluan dapur, kami tunggu waktu ambil anak dari sekolah dan mereka memilih apa keperluan di pasaraya.
          Jika hujung minggu suami terus ambil anak dan kami check in dengan uniform sekolah hingga pekerja hotel bercucuran airmata lucu dan terharu memberi belon dan segera menghantar barang.
          Jika sempat saya menukar uniform anak anak di stesen minyak atau masjid sebelum menuju restoren dan hotel.

          Poligami bukan solusi.
          Wali itu solusi.
          Apapun terjadi redhalah satu famili.
          Tiada komplikasi.
          Satu famili sudah cukup untuk merasa besarnya ibadah.
          Nikah itu ibadah.
          Mujahadah itu ibadah.
          Jika ada buat apa apa salah itu bukan ibadah.
          Sudah lari dari konsep ibadah.
          Saya sedih melihat dalam banyak banyak bangsa, saudara kita Muslimah Indonesia bertaburan merata dunia sebagai pembantu rumahtangga.
          Saya sejak dulu sering melihat senario TKI WANITA sebagai salah tadbir penguasa dan wali mereka.
          Dimana mana dunia, TKIW diseret hidup.
          Saya pernah bertanya dimana lelaki dalam hidupmu!
          Sudah habiskah lelaki Indonesia?
          Kasihan ummah.
          Memalukan.
          Ini bukan ibadah. Bukan tawakkul. Bukan taqdir. Salah tadbir.
          Kasihanilah wanita dan anak itu….
          KERJAYA DAN KELUARGA ITU
          FAMILY BUSINESS.
          FAMILY AFFAIR.
          FAMILY MATTER.

      • jue 14 Februari 2015

        Anda terlalu ekstrim.. biarpun saya muslimah saya enggan dimadu. Aplg menjadi madu orang.. itulah kekurangan lelaki tdk bisa mngrti hati wanita sbnarnya… aplg jika si istri pertama itu ada bersama anda saat jatuh bangunnya anda dan ia setia.apabila anda sukses anda madu dia.. sungguh ia akn trluka meski dia tdk mnunjukan kcwanya…

        • jue 14 Februari 2015

          Komentar anda hanya utk meng ‘enak’ an lelaki saja.. burung saja bisa setia.Merpati akn selamanya sendri jika pasangannya mati. Poligami di zaman ini hanya utk menunjukan Kekuasaan seorang lelaki sahaja.. dan pemuas nafsu lelaki saja dgn cara meng iming2i surga bagi istri yg rela dimadu.. Hahaha bagi wanita tlg jngn bodoh! Tdk ada yg menjamin wanita masuk surga jika rela dimadu. Hnya ada pahala… pahala bsa di capai dgn amalan yg lain tdk perlu menyakiti hati kalian sndri..

  • Azwar ahmad 25 September 2014

    Langkah kaki kita apa kita yg menghendaki nya….
    Apa kita mengetaui nya….
    Persoalan nya sekarang tau kah kita rezeki kita sekarang…
    Apa kah kita tau rezeki kita berjauhan…?

    • Anonymous 11 Juni 2016

      Salah konsep tu saudara. Rezeki terbaik didepan mata. Usahalah. Mana besar musibah dari manfaat. Apa yang kita tidak mampu kita tak perlu.

  • Ani 26 September 2014

    Memang benar di zaman sekarang lelih banyak seorang istri yg meningalkan suami dr pd suami meningalkan istri karena lebih mudah seorang istri krj d luar ngeri . Tp untuk banyaknya penzinaan itu tergantung orangnya dong punya iman /gak .sm jg seorang suami d tngal cr rezeki .plh d ksh uang buat selingkuh pun banyak .

  • hasan 27 September 2014

    bagaimna jk istri merasa tdk nyamn dg hub biologisnya n merasa suatu beban ataw momok yg mnkutkn atw bhkn trauma?

  • rida 27 September 2014

    alhamdulillah..msh lbh baik denganku du bulan sekali bs ketemu suami

  • ABi WAy 22 Oktober 2014

    Assalamu’allaikum Admin?…
    Saya mau tanya tlg di jwb!…
    Ma’af?…
    Melalui pengalaman saya dgn teman kerja,
    dia ber cerita!… Dia seorang yg baek, tp dia pergi bekerja dlm waktu 4 bln lamanya,
    sudah pasti dia dapat izin dari Istrinya tentang ini,
    tapi,
    dia merasa tdak kuat dlm kebutuhan batinnya,
    dia takut berdosa besar untk berzina dgn menyewa wanita penghibur,
    lalu dia ambil jalan lain,
    ma’af?…
    Dilakukan lah “ONANI”,
    saya sudah bilang, jangan!… Seru saya pada teman saya,
    tp dia jwb aku tdk kuat mas,
    karna kalau aku sampai menyewa gadis penghibur, berarti aku telah menodai pernikahan saya dgn istri saya, saya takut akan janji janji saya waktu di depan saksi dn peng hulu tp aku memang tdk kuat mas!… Dan kalau tidak merantau takkn pernah tercukupi kebutuham rumah tangga saya,
    Ma’af admin?…
    Bgai mana dlm enyikapi hal yg semacam itu?…
    Tlg anda jawab dan trimakasih?…
    Wassalamu’allaikum wr,wb?…

  • Hariyadi Dzun Nurain 24 Oktober 2014

    Alhamdulillah kami tiap hari bisa bertemu,,,,,,,,,,,,

  • gio 17 November 2014

    O:)•⌣•ƏLђα♏ϑûlΐllαђ•­⌣•O:) saya tiap hari ketemu keluarga ku tercinta !

  • Tina 16 Desember 2014

    Jika suami bekerja diluar negri.bolehkah istri pergi keluar rumah seorang diri?

  • mojibur rahman 22 Januari 2015

    Alhamdulillah dpt pencerahan dan ilmu. Sukron kang admin. Semoga tambah sukses dan slalu ada hal yg bermanfaat untuk kamI para pembaca.

  • Atik 24 Januari 2015

    Hormati setiap hal yang bersifat pribadi suami, seperti: handphone, laptop, email, akun facebook, dan semisalnya.. Jauhkan diri dari rasa ingin mencuri-curi lihat, sengaja mengotak-atik/membukanya tatkala ada peluang di depan mata dengan niat ingin tahu apa yang telah atau sedang dilakukan oleh suami bersama wanita yang lain. Jika kita melakukan ini, selain tidak membawa kebaikan iman dan jiwa, justru hanya menimbulkan cemburu yang berlebihan dan prasangka yang tidak-tidak. Akhirnya, hati dan diri sendiri juga nantinya yang merana benci kecewa.Trs bagaimana dg istri yang syah ridhokah? marahkah rasanya nggak adil wanita hrs selalu menanggung sakitnya tuh disini.

    • Anonymous 11 Juni 2016

      Benar. Isterinya dia selidik. Double standard. Ajaran sesat.
      No transparency no marriage .

  • indah 27 Januari 2015

    Assalamu alaikum admi sya mw brtnya gimna klw suami prgi merantau tpi bukn keinginnya melainkan keinginan mertu,dlm wktu yg tdk mnentu,apa kah dosa klw seorng istri brkomunikasi dngn suami 1Xseminggu,smentra teman dumay istrinya setiap wktu menanyknnya apa kh itu dosa.trima ksih wassalam

  • aisyah 3 Februari 2015

    suami saya, hampir 1 bulan dia meninggalkan istri dan anak2 nya untuk menunggu bapaknya yang sakit di rumah sakit.
    ibu dan adik perempuan nya (janda) ada di kota tsb.Suami saya tidak percaya kepada kedua nya untuk merawat bapaknya.

    Saya pernah memohon kepada suami untuk pulang dulu, karena kasihan anak2 nya nanyain terus, dan terus terang sebagai istri sy jg butuh nafkah bathin.
    Kalau saya yang datang kesana tidak mungkin, karena biaya lebih banyak.
    Suami tetap bersikeras untuk menunggu sampai Bapaknya pulang ke rumah. (sakitnya stroke)

    Apakah berdosa jika saya meminta suami pulang barang seminggu, krn sy tau yang bertanggung jawab atas orang tua adalah anak laki2 dan istrinya.

    • Capling 12 Maret 2015

      Secara logika saja kalo mmg menurut Mba yg bertanggung jawab atas ortu adalah anak laki2 & istrinya apakah tidak sebaiknya mba berkorban merelakannya disana disamping ortunya sambil mba beri pengertian kpd anak2 akan kondisi yg ada. Insya Allah mba adalah istri yg paaaaling mengerti sedunia dan diberkahi Allah. Lagian khan nda selamanya toookh beliau disana ntar juga balik ke rumah He he he…

  • far 13 Februari 2015

    alhamdulillah..hal ini sama dgn apa yg saya alami..krna suami sya seorang anggota militer yg sring pergi brlayar slama 2 atau 3 bulan tiap tahunnya..smoga sya dan suami ttap setia saat berjauhan..yaa mmang resiko mnjadi seorang istri abdi negara..smoga barokah utk kluarga kami..amiin

  • rahayu 17 Februari 2015

    Alhamdulillah… sebulan se x suami qu dpt ijin pulng…

  • siti prasetya 26 Februari 2015

    Saya plg ke rmh orang tua dan suami sdh izinkan,kami berjauhan pulau.dan entah sampe kapan.hingga skrg yg saya pikirkan. Dosa kan sy,tp suami sdh izinkan saya di rmh orang tua sy.krn dalam hidup suami sy skrg ada perempuan lain.

  • saputra 14 Maret 2015

    Assalamualaikum
    Maaf pak ada yang ingin saya tanyakan
    Saya seorang suami, baru menikah 1 tahun, saya berkerja di instansi pemerintahan sebagai tenaga honorer, istri saya juga berkerja juga sebagai honorer, sebagai tenaga honorer tentu tidak bisa mencukupi kebutuhan hidup pak, maka dari itu saya ada usaha sampingan yakni usaha tiketing dan antar jemput bandara, dari sini timbul masalah istri maunya saya dirumah terus, sementara jika saya dirumah saya tidak ada pemasukan untuk tanggungan bank semasa saya belum menikah, dan perlu diketahui gaji saya postnya untuk istri saya
    Istri saya sering mengatakan capek hidup dengan saya, sudah tidak cantik lagi ketika menikah dengan saya pak, apa benar jika seorang istri berkata demikian ?
    Sekarang sengaja saya meninggalkan istri saya pak, karna baru terlontar kata-kata capek hidup dengan saya lagi, padahal hanya masalah sepele

  • saputra 14 Maret 2015

    Saya meninggalkanya baru 3 malam untuk pembelajaran baginya, apakah saya berdosa pak

  • sizna 26 Maret 2015

    saya mau sdkit curhat pa. apa hukumnya bagi seorang suami disaat istri sedang sakit suami malah meninggalkan istri dgn memilih tinggal brsma ortu nya. dya meninggalkn sya pda saat dya brhnti krja n ditmbh sya sakit. memang dya ada pulg nya ke rumh tp cuma sehari doang. skrg pulg bsok nya pulg lg ke rumh ortu nya. jujur hati ini mrsa sdih n hncur mlhat suami kya gtu. yg sya pngen hrus nya dya setia mnemani sya disaat kondsi apapun layaknya sya yg setia nemani dya disaat apapun tp ktka sya sakit dya mlah menghindar dri istri n anak. dosakah suami yg sprti itu dan apa yg hrus saya lakukan

  • keke 7 April 2015

    Pak sy mau tnya,apakah berdosa jika suami pergi meninggalkan anak & istrinya demi menjaga istri dan anak sepupunya….sebagai imbalannya sang sepupu memberikan kerjaan untuk suami saya…untuk menetap dikota itu untuk waktu yg tidak pasti berapa lama….jujur saya tidak suka dengan keputusannya…apalagi dia berbuat seperti itu tidak ada kompromi sama sy selaku istri…..apakah sebagai suami baik berperi laku seperti itu….dan sebagai istri apa yg sebaiknya saya lakukan.,.
    Tlng di jwb ya pak ..Tq

  • mai 24 Juni 2015

    Bagaimana jika suami pergi ke luar kota tanpa pamit, pernah dia pamit keluar kota yg tak jauh dari kota asal,ternyata dia tidak pulang, alias lgsung menuju keluar pulau dengan alasan urusan mendadak. Apa dosa klo saya marah,trims

  • ira 5 Agustus 2015

    salam ustaz.. sy ira dr malaysia.. nk btye kan kepade ustaz.. mcm mn klu suami kite da kje jauh tgl istri berbulan.. dan tiade nfkah batin d berikan.. apkah hukum nye..

  • Hanum 6 Agustus 2015

    Saya hanum….mau tanya…jika suami saya sering memarahi saya maslah mertua itu gmn?dikira saya benci dg mertua… saya sering di salahkan mertua saya… waktu itu saya cuma senyum dg menahan tangis..tp suami saya mlh menuduh saya benci dg mertua saya. Pdhl saya cuma senyum….sampai beberapa hari saya tdk dikbri suami saya….suami bkrja diluarkota… setiap org tua blg apa kesuami sya yg kna marah…apa salah saya mta tinggal dirmh org tua saya sndiri intuk menghindari konflik keluarga q?

    • Hanum 6 Agustus 2015

      Terimakasih atas jawabanya ustadz

  • YANTI 7 Agustus 2015

    ass..
    saya yanti,,saya mau tanya,apakah wajar ketika suami pulang kerja ke rumah orang tua nya terlebih dahulu baru pulang ke rumah isteri nya sedangkan dia masih tinggal 1 rumah dengan orang tua saya????????saya sebagai isteri wajar atau tidak menegur dia???

    Terima kasih

  • Lysta 5 September 2015

    ass.. saya mau tanya hbis bertengkar dengan suami gr2 suami memberikan sebagian uang sy utk teman bisnisny tnp ijin sy terlbih dahulu. mlm itu sy marah dan suami lbh marah lg. sy tidur satu ranjang tptdk bersentuhan. esokny sy bngun suami minggat k rumahx sendiri skrg sudah dpt 3 hari sy sdh minta maaf dan menyuruhnya pulang, ank2 sakit gr2 kangen sama ayahnya, sudah saya sms tdk diblas dan sy telp tdk diangkat. sy tdk pernah kluar rumah krn sy tau suami sy tdk menyukai nya. apa hukumnya suami g demikian tu pak dan sy harus bgmn menyikapinya. mohon jwbannya.

  • budi 12 Februari 2016

    Aslmmuallaikum.wr.wb.saya mw bertany sdh hmpir 4bln saya d tinggalkan istri dan anak saya ikut orang tuanya dg alasa jika ikut sauami tidak betah dan dg alasan tidk jelas .lagi pula ortunya selalu ikut campur rmh tangga saya.stiap mslh saya slalu kalah krn slalu d bantu orng tuany.apa yang harus saya lakukau?sblm da sesudahny trima ksh.wslmmuallaikun.wr.wb

    • Christin 9 Juni 2016

      Assalamu’alaikum…
      Q mo tnya… bgaimna hukum’a jk suami mninggalkan istri lbih dr 2thn untuk mnikah lagi dngn wanita lain… tp status istri yg d tinggalkan adalah istri simpanan/ mnikah tanpa spengetahuan dr kluarga sang suami… tp stlah mnikah -+ 1thn suami itu bercerai dngn istri pertama’a lalu menikah lagi dengan wanita lain… nd hampir 1 1/2 thn suami itu gk pulang… dya hidup brsma istri k3’a… suami tersebut mengirimi uang kadang”… status istri simpanan’a itu sekarang mmpunyai ank… bgaimn hukum atas suami yg berbuat bgtu…??
      Mohon jwbn’a…. trima kasih…

  • Nora junaidi 3 Agustus 2016

    Asslamualaikum ustaz,
    hukumnya suami sering keluaseringr negeri mengatakan menguruskan urusan penting, dimasa yang sama suami mempunyai isteri lain dinegara , dimana isteri tepertai tidak mengetp suami nya mempunyai isteri kemisteriykedua diluar negara.. apakah hukum nya?

  • rizqi 26 September 2017

    Assalamualaikum… mau nanya berdosakah bila seorang suami pulang ke rumah orang tuanya tanpa ngomong ke istri karna sudah cape dengan sikap dan perilaku istri

  • Ayu septia ningsih 3 Oktober 2017

    Apakah sy berdosa melarang suami sy mncari nafkah d atas kapal dia mnjual barang dagangan yg kadang dia membohongi pembeli agar daganganx laku.sy menawarkn pkerjaan d usaha bos sy..kebetulan sy jg bekerja sdh ckp lama dgn usaha bos sy..krn d tmpt usaha bos sy bkn cmn bekerja tp jg d tuntun unk mjaga sholat tpat wktu dan sholatx hrs d msjid.bkn cmn uang yg d cari tp jg ibadahx agr pkerjaan itu berkah..tp suami sy msh mikir2 katax d ats kapal pnghasilan lbh mnding.tp sy tdk pnh menuntut suami sy agr memberikn sy uang yg bnyk slma itu ckp sy sdh bersyukur.yg membuat sy tdk setuju krn sy tdk tenang sll d tnggal2 kafang smpai 2bln br dia plng.itupn pnghasilanx tdk lancar kadang dpt kadang tdk..pikiranpn bercmpur aduk..smpe2 nuduh2 suami selingkuh mkx tdk mau plng dan mncari nafkah d tanah kelahiran sj..apakah sy berdosa melarang suami sy mncari nafkah jauh2 bknx melarang tp sy hny mau kluarga kita sll lngkap krn anak2 jg pd nyari bpkx..sedih rsx klo anak2 nanyain itu..smpe2 aku ngancam suami klo km tdk mau plng dan d sini nyari uang kita pisah aja..tp dia msh s3nang cari uangx d ats kapal..

  • jen lon 13 Desember 2017

    suami yang bertanggung jawab adalah suami yang mampu membrikan nafkah kepada keluarga. saling mencintai karna allah. suami istri salng menghargai dan menasehati. bicarakan maslah rumah tangga dengan mencari jalan yang terbaik dan jangan sampai terlibat orang ketiga

  • suziani 9 Januari 2018

    Sya di tinggal suami selamak 5bulan.tiba2 suami saya balit pada Sya sekarang.selama suami saya lari.pada masa itu suami saya berzina dengan perempuan lain dan perempuan tersebut megandongkan anak kepada suami saya.apakah tindakan selanjutnya…..?????

  • Laily 7 Februari 2018

    Assalamu’alaikum teman-teman 🙂
    Alhamdulillah sekarang saya sedang melakukan penelitian untuk menyelesaikan strata 1.

    Subjek penelitian saya adalah Commuter Marriage atau kata lain yang lebih familiar adalah long distance marriage.
    Untuk teman-teman yang merasa sedang menjalani Commuter Marriage atau sadar bahwa teman, saudara, atau bahkan orang tuanya sedang menjalani Commuter Marriage, saya mohon bantuannya untuk mengisi dan kuesioner dengan meng-klik link dibawah ini.

    https://goo.gl/forms/Y4EotHRwFM5gFy1E3

    Untuk perhatian saya ucapkan terima kasih:)
    Jangan lupa untuk menyebarluaskan kuesioner ini yah 🙂
    Sesungguhnya saling membantu itu indah 🙂
    Wassalamu’alaikum teman-teman 🙂

Comments are closed.