Keuangan

5 Kiat dari al-Qur’an untuk Atasi Masalah Keuangan Keluarga (3)

Lanjutan dari 5 KIAT DARI AL-QUR’AN UNTUK ATASI MASALAH KEUANGAN KELUARGA (2)

Muhasabah

Secara khusus, Allah Ta’ala dan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam menyebutkan amalan-amalan yang menghalangi rezeki bagi seorang hamba, dan itu terbukti nyata. Ialah dosa, kesia-siaan, maksiat, dan seluruh perbuatan yang mengundang murka-Nya.

Seluruh anggota keluarga Muslim perlu melakukan introspeksi diri, siapa tahu ada dosa masa lalu yang menjadi sebab terhalangnya rezeki. Hendaknya masing-masing angota keluarga saling mengingatkan, agar senantiasa berada dalam jalur kebaikan dan tidak menunda taubat setelah menyadari dosa-dosa yang pasti pernah dikerjakan pada masa lalu.

Keluarga Muslim juga harus menyadari bahwa ujian merupakan bentuk Rahmat-Nya Allah. Agar mereka tidak berlaku putus asa. Agar mereka senantiasa bertaubat dan bergegas dalam melakukan berbagai jenis amal shalih.

Dekatkan Diri Kepada Allah

Menyesal saja tidak cukup. Harus ada bukti bahwa seorang hamba benar-benar berniat untuk kembali ke jalan Allah Ta’ala. Di tahap ini, ibadah dan amal shalih adalah keharusan, tidak bisa ditawar lagi.

Setelah sadari dan sesali salah, mendakatlah kepada Allah Ta’ala dengan ibadah dan amal shalih yang diperintahkan-Nya. Dekati dia sebagaimana diteladankan oleh Rasulullah. Jangan biarkan sedetik pun berlalu, kecuali ada nilai ibadah dan amal shalih di dalamnya.

Dengan beristiqamah dalam ibadah, memprioritaskan yang wajib diikuti dengan amalan sunnah, maka hal ini menjadi salah satu sebab kecintaan Allah Ta’ala kepada seorang hamba. Perasaan cinta kepada Allah Ta’ala ini pula yang menjadi sebab kekayaan yang sejati, sebab tiada yang lebih baik dan didambakan oleh orang beriman, melainkan cinta dari Allah Ta’ala, ridha, dan pertemuan dengan-Nya.

Dalam banyak riwayat juga disebutkan, ada ibadah-ibadah yang menjadi sebab dikucurkannya rezeki, meski ianya tak bisa dihitung dengan logika-logika manusia yang amat terbatas. Pun, sebagai seorang hamba, hendaknya kita tidak terjerumus dalam obsesi demikian. Sebab inti dari ibadah adalah kedekatan dengan Allah Ta’ala, bukan sekadar pencapaian materi. Ibadah lebih mulia dari recehan-recehan duniawi.

Sebab ketika seseorang memiliki fokus yang lebih besar berupa surga dan ridha Allah Ta’ala, dunia tak bernilai baginya. Jika pun mendapatkan jatah, bagian dunia itu hanya akan dimanfaatkan untuk kepentingan akhirat, dijadikan sebagai investasi abadi yang diunduh buahnya kelak di akhirat.

Bersambung ke 5 KIAT DARI AL-QUR’AN UNTUK ATASI MASALAH KEUANGAN KELUARGA (4)