Rumah Tangga

Cicipi Surga dengan Menikah

Saat pusing dan penat menyergap sebab tumpukan masalah kantor dan kemacetan jalanan yang semakin tak terurai, coba datangi istri Anda dengan sumringah. Tatap mata teduhnya, saksamai detail wajah tulusnya, dan nikmati aroma keshalehan yang terpancar dari dirinya. Niscaya, kau rasakan damai dan ketenangan dalam kalbumu.

Damai dan tenang itulah makna sakinah. Ia didapatkan pada sosok yang diturunkan oleh Allah Ta’ala sebagai pendamping hidupmu dalam setiap amal kebaikan. Dialah yang menjadi penghibur hatimu kala gulana.

***

Ketika kehidupan memaksa Anda berbuat tak manusiawi atau berlaku curang dalam muamalah, cobalah ingat wajah istri Anda yang menunduk dalam shalat dan doa-doa panjangnya. Dalam setiap pinta yang ia  ucap, ada harapan agar Anda menjadi suami yang piawai memimpin dan menuntun dia dan anak-anak Anda menuju surga-Nya.

Ia yang anggun dalam balutan jilbab dan mukenanya itu, senantiasa berharap agar Anda teguh menolak segala yang syubhat dan haram, serta mencukupkan diri dengan yang halal, baik, dan berkah. Ia memahami, nikmatnya akhirat tak sebanding dengan tercukupinya kebutuhan hidup dengan sesuatu yang dilarang oleh Allah Ta’ala.

***

Ketika keadaan memaksa Anda untuk berinteraksi dengan banyak orang, termasuk lawan jenis, dalam hubungan bisnis dan pekerjaan; datangilah istri Anda ketika setan berhasil merayu sehingga Anda tertarik dan mengagumi sesuatu yang haram, meski menarik secara pandangan sebab dihiasi nafsu syahwat.

Datangi istri Anda. Dalam dirinya terdapat pula apa yang Anda kagumi dari wanita lain itu. Bahkan, jika terdapat dosa dalam (sekadar) pandangan Anda kepada wanita lain, di dalam setiap jenak bagian tubuh istri Anda; ada pahala dan berkah yang amat berlimpah serta menyelamatkan Anda dari zina dan siksa neraka yang menyala.

Lalu di malam yang mulai gulita, ketika tiba-tiba Anda terbangun sebab suatu alasan, coba nyalakan lampu kamar yang remang agar tak mengganggu rehat sang istri. Nyalakan, dan amati wajah wanita yang telah mewakafkan hidupnya untuk menemani Anda hingga akhir hayatnya itu.

Perhatikan, teliti secara detail; pun kerut yang tak mungkin dihindari oleh wanita tercantik mana pun di dunia ini. Terus amati, hingga Anda merasakan desir yang mulai memenuhi hati Anda. Lalu, pejamkan mata sejenak, dan bayangkan betapa banyak pengorbanan, bakti, dan cinta yang telah ia curahkan untuk Anda.

Lihat dan perhatikan ketulusan wajahnya ketika lelap. Ada cinta yang tak bisa ditutupi, ada jujur yang mustahil dibohongi.

Setelah Anda menyadari betapa berartinya ia dalam kehidupan, bangunkan dengan cinta. Ajak dengan lembut, mulai dengan bisikan di telinganya, sentuhan di tubuhnya, dan sedikit getaran agar ia terbangun. Dan, setelah kesadarannya mulai pulih, jangan ragu untuk segera memulai kalimat mesramu, “Sayang, bangun. Ayo Tahajjud.” [Pirman]

1 Comment

  • Puspita Dewi 14 April 2015

    Mudah2an kehidupan rumah tanggaku bisa berjalan sakinah,mawadah, dan warahmah

Comments are closed.