Rumah Tangga

Ditinggal Ngaji, Istrinya Selingkuh

Kehidupan rumah tangga tidak akan pernah sepi dari ujian. Seorang suami akan diuji dengan istrinya. Seorang suami, pasti menjadi ujian bagi istrinya. Keduanya akan diuji dengan anak-anak, mertua, atau orang di luar rumah mereka. Terus seperti itu. Rumah tangga akan senantiasa rame dari banyak ujian.

Ujian disesuaikan dengan kualitas iman. Semakin rumit dan pelik materi ujiannya, maka hal itu merupakan bukti semakin bagusnya iman dan pahala yang dijanjikan. Makanya, para Nabi dan Utusan Allah adalah hamba-hamba yang paling pelik ujiannya.

Di dalam rumah tangga, ujian yang berasal dari pasangan hidup amatlah melimpah. Apalagi, kehidupan rumah tangga merupakan kelanjutan dari kehidupan saat masih sendiri. Alhasil, ada sifat-sifat bawaan yang sukar dihilangkan. Mustahil jika hilang dalam sekali sim, lalu salabim.

Laki-laki dalam tulisan ini, mendapati ujian yang amat berat. Istrinya selingkuh dengan atasannya. Memang, istrinya masih muda dan cantik, meski sudah beranak tiga. Ia dinikahi saat masih muda. Perasaan si suami semakin takmenentu, sebab perselingkuhan itu terjadi ketika dirinya sedang mengikuti kajian pekanan.

Malam itu, si laki-laki yang sumringah berangkat menuju kajian dengan penuh semangat. Seperti pekan-pekan sebelumnya, ia pamit kepada istri dan anak-anaknya. Selain bersalaman, laki-laki ini juga mennciumi anak dan istrinya. Mesra. Hangat.

Perjalanan menuju kajian pekan itu lumayan lama. Di tengah jalan, si laki-laki teringat satu hal; al-Qur’an. Ya. Dia lupa membawa al-Qur’an. Ia pun mengambil arah balik kanan. Kembali ke rumahnya.

Betapa terbelalaknya mata sang suami ketika memergoki istrinya sedang berduaan dengan laki-laki lain di rumahnya. Bermesraan. Malam itu, dunia terasa amat gelap baginya. Langit serasa runtuh. Bumi yang dipijaknya bak gempa. Tak karuan.

Malam itu juga, akhirnya ia mengetahui. Perselingkuhan itu terjadi sudah sejak lama. Tepatnya ketika si istri mulai bekerja di sebuah instansi pemerintahan. Si laki-laki selingkuhannya adalah atasannya di kantor.

Terasa semakin menyesakkan dada, sebab si istri positif hamil. Buah dari kelakuan atasan hidung belang itu.

Ya Allah, berikan ketabahan kepada saudara kami ini. Ya Allah, mohon penjagaan kepada diri, istri-istri dan anak-anak kami. Engkaulah sebaik-baik Pelindung dan Pembela. [Pirman/Keluargacinta]

2 Comments

  • sakyahsamad 5 November 2015

    Why the wife have to do scathing to her husband,she do not afarid to God,for she can get sin Subhanallah Aamiin thank you

  • bamruno 6 November 2015

    speechless..

Comments are closed.