Pernikahan

Hindari 29 Sifat Ini Saat Memilih Pendamping Hidup

Menikah @Keluarga Cinta
Menikah @Keluarga Cinta

Pernikahan adalah hal sensitif yang tidak boleh dilakukan asal-asalan. Harus ada pertimbangan yang matang sebelum mengambil keputusan kapan dan dengan siapa akan menikah. Dalam hal ini, Islam sudah dengan jelas memberikan kriterianya. Sehingga, ajaran itulah yang seharusnya dijadikan panduan oleh siapapun yang hendak menyempurnakan separuh agama itu.

Rasulullah Saw memberikan garis besar kriteria calon pasangan hidup dengan kalimat “yang baik agamanya”. Maknanya bukan sekedar rajin dan bagus dalam ibadah ritual semata, tetapi baik juga dari segi akhlak sebagai salah satu buah utama dari aktivitas ibadah itu sendiri.

Selanjutnya, guna mengetahui aspek akhlak ini, seorang calon suami atau istri harus meminta pendapat atau informasi dari orang-orang terdekat dengan calon pasangan hidup seseorang dalam proses ta’aruf yang syar’i.

Melalui ta’aruf inilah, kemungkinan untuk berbohong bisa dipersempit. Harapannya, calon pendamping hidup akan terbuka dengan semua kebaikan dan keburukan yang dimilikinya. Sehingga proses perbaikan selepas menikah akan berjalan lebih baik dan terbuka serta sedikit hambatan dari kedua pasangan.

Dalam artikel ini, kami sebutkan dua puluh sembilan perangai buruk yang tidak dikehendaki dalam diri calon pasangan hidup seseorang. Sifat-sifat inilah yang ditengarai bisa menimbulkan konflik rumah tangga hingga berujung pada perceraian.

Yang penting untuk dicatat, tak ada orang yang sempurna. Menikah adalah proses perbaikan berkelanjutan. Suami adalah ladang amal istri, istri pun sebaliknya: ladang amal bagi suaminya. Maka menikah adalah lahan untuk saling melengkapi satu sama lainnya.

1. Pemarah
2. Cuek
3. Cerewet
4. Pemalas
5. Pembohong
6. Tertutup
7. Keras kepala
8. Egois
9. Tidak menjaga diri
10. Cinta dunia
11. Tidak bertanggungjawab
12. Pelit
13. Sensitif
14. Emosional
15. Sombong
16. Banyak bicara
17. Tidak mendidik (memberi contoh)
18. Pendendam
19. Malas beribadah
20. Banyak tidur
21. Pesimis
22. Penakut
23. Menjadikan istri sebagai tulang punggung
24. Terlalu baik
25. Kurang perhatian
26. Pembangkang (tidak menurut)
27. Tidak romantis
28. Buruk sangka
29. Tidak mau dimadu

Semoga sahabat Keluarga Cinta diberikan kemudahan untuk menemukan pendamping hidup sejati. Yaitu sosok yang mencinta Allah Swt, menjejaki Sunnah Rasulullah Saw dan senantiasa menjadikan ulama sebagai teladan dalam kehidupan.

Jika masih ada sifat buruk lain yang tidak dikehendaki dari calon pasangan hidup kita, silakan ditambahkan. Semoga Allah Swt memberkahi niat baik kita untuk menuntut ilmu pernikahan sebagai bekal kebaikan hidup di dunia dan akhirat.Aamiin. [Pirman]

33 Comments

  • No.29 Ga mau dimadu 5 November 2014

    Apa itu yang no.29, salah ketik ga? Memang dunia sudah mau kiamat, ada ajaran yang rada miring, diekpos ga tau malu gituuu.. hiyyyy jijik

    • Menjawab Tuduhan 6 November 2014

      Ngaji dulu sana, Jeng. Mana ada paham yang mengharamkan poligami :v

    • Andy 6 November 2014

      No body perfect…jd ga bakalan dapet pasangan yg sempurna, kita hrs menutupi dan melengkapi masing2 kekurangan dan kelebihan pasangan masing2

    • fonny 15 November 2014

      iya kata2nya perlu direvisi tuh…

  • Abdullah 6 November 2014

    Ass. No 29 memang sensitif buat yg tdk faham ttg hukum Islam. Teman saya punya istri 2. Yg ke 2 malah istri ke 1 yg mencarikan, krn dia ingin berbakti kpd suami. Istri ke 1, normal, sehat, punya putra putri dr suaminya, msh muda. Jadi bukan krn ada masalah. Kalau ingin melaksanakan Islam yg benar menjadi “masalah”, nah justru ini yang aneh. Wass

  • Mahmoud 6 November 2014

    No 29 apaan tuh? masak tidak mau dimadu merupakan sifat buruk… ajaran apaan ini???????

  • baby 6 November 2014

    maaf admin apa ada ayat or hadist penunjangnya untuk syarat no 29 bs masuk dlm kreteria tersebut??

  • Hardono 6 November 2014

    no 24 ga s7.
    no 29 kurang se7

  • Hardono 6 November 2014

    dalilnya akhi?

  • melankonia lyric 6 November 2014

    Jgn trlalu mentah bikin postingn bu!!

    Takutny yg masie awam jd salah paham…

    Wanita kn jg manusia pny hati pnyy nurani..

    Gg slamany harus tampil sempurna…

    Pasty setiap insan pnyy sisi kelemahan..

    Mohon untuk diperhatikan lg point yg ke 29 bahasa kurang pas dch kyakny…

    Poligami jg kn harus atas persetujuan dr istri prtama
    apabila istri oertama tidak setuju brarty suami haram melakukn poligami tp bila trjadi persetujuan antara kedua belah pihak besrta keluarga poligami itu ciperbolehkn asalkn sang suami bz berlaku adil atas kedua istrinya!!

    #maturnuwun

  • riza 7 November 2014

    Itu no 29 Typo gak 🙁

  • aimar 7 November 2014

    Gitu aja kq repot islam itu tidak merepotkan siapapun cma kitanya aja yg bikin repot sendiri

  • H. A 7 November 2014

    Firman Allah Swt. berikut, yang artinya:
    “Nikahilah wanita-wanita (lain) yang kalian senangi masing-masing dua, tiga, atau empat—kemudian jika kalian takut tidak akan dapat berlaku adil, kawinilah seorang saja—atau kawinilah budak-budak yang kalian miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat pada tindakan tidak berbuat aniaya.” (QS an-Nisa’ [4]: 3).

    Pligami bkan sunah ttpi hnya jaiz (bleh) dan hrus bsa brlaku adil

  • anonim 7 November 2014

    Jangan berburuk sangka dulu..kita ambil sisi positifnya..ana coba sedikit ngebahas..no 24, jangan terlalu baik..ini benar juga..kalau kita terlalu baik ke setiap orang..repot jadinya..kita juga harus pilih pilih mana yang lebih yang harus diperhatikan,,jangan kalau diminta tolong sama seseorang..kita langsung oke, sementara di rumah kita ada kerjaan yang menunggu..sewajarnya aja..no 29, kalau seandainya tidak mampu lagi..dan tidak mengizinkan..apakah mau mendzalimi pasangan kita? Sementara pasangan kita masih butuh..semua berpulang kepada kita masing masing menyikapinya..

  • Arya 7 November 2014

    Pesen buat yg nulis: you should get a life! Yakin bgt bbrp sifat diatas ada di diri penulis, mana ada org yg sempurna? Trs kl gak sempurna mending gak usah nikah aja gt? Penakut, kurang romantis, terlalu baik? Really?? Kl mau nulis artikel mending blajar dl deh, jgn asal nulis ujung2nya malu2in.

  • kaji 7 November 2014

    Sing nulis arek alay…

  • shafril saleh 7 November 2014

    Ini menurut pandangan nya penulis,toh masing2 punya pandangan sendiri tentang keburukan berkiblat pada ajaran 2 Rasullullah yakni alquran dan sunnah itulh akhlak yg harus kita contohi…

  • apraak 7 November 2014

    24. Agama mana yg mengajarkan terlalu baik itu patut dihindari?
    29. Pada saat proses pemilihan saya yakin JARANG sekali ada wanita yang ingin dimadu, kecuali saat sudah sah, ini bisa dibicarakan. Tp ya kembali ke individu masing masing, toh yang mau menikah juga kalian bukan saya hehehe
    CMIIW

  • logy 7 November 2014

    Dan mustahil dapet orang seperti itu di zaman skrg ini … 1 : 1000

  • tris 8 November 2014

    Kita manusia biasa, bukan manusia yg luar biasa seperti Nabi apalagi seperti Rasul… Mungkin admin udah mendapatkan pasangan yg sangat sempurna maka bisa menyampaikan hal ini

  • Usaha_Mandiri87 9 November 2014

    ass… maaf semua nya… hanya sedikit meluruskan permasalahan no29… jadi mohon di pahami lagi artikel nya, karena dari judul aja sudah dapat disimpulkan 29 sifat yang harus DIHINDARI dalam memilih pasangan hidup… jadi untuk yang no 29 itu wajar kok karena gak ada wanita yang mau dan rela kalau di madu begitu juga sebaliknya… walaupun ada ayat dan dalil poligami saya yakin gak ada yg mau di madu… wss

  • niza 11 November 2014

    Mohon bs dibaca surah an nisa sampai habis krn diakhir surah ada penjelasan..yg krg lebih menyatakan bahwa sekali2 manusia tdk akan sanggup berlaku adil…jd tlg jgn jadikan ayat tsbt sbg dasar pembenaran tnp melihat ayat2 lainnya

    wallahu alam

  • Alif 12 November 2014

    dari nomer awal sampe 23 manggut-manggut, pas baca ke 24, apalagi 29 posisi duduk langsung tegap hahaha

  • dianayou 15 November 2014

    Subjektif bgt dasar pemilihan kriterianya. Tiap org bisa jadi berbeda-beda kriterianya. Nggak harus diikutin semua ya kaaaannnn

  • female 22 November 2014

    Kalau mau bikin artikel jangan lebay dong…malu maluin aja coy..

  • female muslim 28 November 2014

    Hmmmm…no body perfect……tapi kalo dah nikahmah sifat masing2 yg krg baik harus diliat yg baiknyalah…kalo gakmah sehari nikah aja dah cerai…..itulah knp nikah itu penyempurna agama….krn hrs byk sabar dan saling memaklumi..n pahalanya besar…….dan no 29…agak2 gimanaaa gituuu….penulisnya mungkin gimanaaa gituuu juga…mgkn sebelum nikah sang penulis dah sangat kuat tertanam niat dan azamnya mau poligami lagi…(hati2 aja nanti jalannya miring di akherat krn gak adil)….hehe….

  • orang awam 29 November 2014

    Yg baik dicontoh….yg kurang baik ya jangan …..
    GITU AJA KOK REPOT

  • darussalam 17 Desember 2014

    bagus artikelnya

  • Mahardian 26 Desember 2014

    Kalo boleh menganalisa: No.24: ane setuju..orang terlalu baik itu ga bagus..ini pengalaman pribadi. Dulu saking baiknya ane dan ga enakan jadi orang, pernah teman minta uang ke ane 50 ribu, ya lagi butuh lah. Aneh kasih tuh 50 ribu, padahal itu duit selembar-lembarnya di dompet. Besoknya ane mau berangkat kerja butuh ongkos donk, akhirnya ane minjem dari temen yg jaga kantin, untung dapet pinjeman, kalo ga kan konyol. Ane ga mungkin juga nekad naik angkot trus ga bayar. Bisa ngamuk supir angkotnya. Yang bener dan bijak adalah jelaskan ke temen yg minjem kalo kita hanya bisa ngasih misal setengah dari yg dia minta(25 ribu). Atau kalo kita memang ga bisa ngasih karena 50 ribu itu buat uang kantong besok untuk ongkos dan makan, jelaskan secara sopan ga bisa ngasih atau bantu paling bantu doa mudah2an dapat dari yg lain. Ini salah satu contoh, pointnya kalo menurut analisa ane pribadi terlalu baik itu cenderung kepada konyol atau halusnya kurang bijaksana. Begitu!

    • riza si jurus tandur 20 Desember 2015

      Kalo’ bsa dLhat dlu dulur ap tmen kmu bnr2 buth atau cumn buat senang2 ajh..
      Gunakan yg lebh manfa’at n mButuhkannya, lebh jelasnya yg bijaksana..
      Kalau prcya sich sedekah ga’ bakalan bsa melarat sbener’e, yakin kalau Gusti. Allah akan mngganti semuanya asal Ikhlas agr dpet Ridlo NYA.

  • Mahardian 27 Desember 2014

    Untuk point no.29 : tidak mau dimadu: ini memang hal sensitif. Saya akan mencoba mengulasnya : pada dasarnya siapa sih wanita(istri) yg mau dimadu dan untuk ayat Al Quran yang berbunyi :”nikahilah satu, dua dst”. Kalo kita baca dan cermati serta faham ayat tsb secara utuh dan lengkap, tidak ada seorang pria(suami) yang berani berpoligami. Karena poligami itu syaratnya untuk niat membantu yang akan diperistri dan atas keridhoan istri pertama dan kelak bisa berlaku adil. Kalo tidak bisa berlaku adil, mending ga usah daripada nantinya malah menzolimi para wanita yg dinikahi tsb. Fakta poligami yg benar dan adil selama ini yang ane tau hanya yg dilakukan oleh suri tauladan kita Baginda RasulAllah SAW. Ane belum pernah tau tuh ada lelaki atau suami yg kualitasnya seperti baginda RasulAllah khususnya untuk hal berpoligami.(Kalo ada silakan ngacung, hehe). Jadi kalo menurut analisa ane, maksud point no.29 adalah seorang wanita yg pantas dipilih adalah wanita yang dari awal ada kesiapan mental secara sadar dan ikhlas untuk dimadu; DALAM HAL kedepannya misal ternyata si istri mandul, daripada cerai, untuk ada anak atau keturunan, dengan keikhlasan istri karena kondisi, suami boleh nikah lagi untuk mempunyai keturunan. Tapi kalo misal, suami istri sepakat dan saling ridho untuk adopsi anak, khan ga usah poligami toh. Atau seperti tetangga ane, istrinya kena diabetes dan tidak bisa melayani suami lagi, akhirnya suami nikah lagi. Itupun dengan keridhoan istri dan anak-anaknya. Daripada jajan di luar seperti om-om yg tua-tua keladi khan lebih baik menikahi seorang wanita atas persetujuan dan keridhoan istri pertama dan anak-anaknya. Jadi intinya kesiapan seorang wanita untuk mau dimadu dari awal bukan berarti menjadikan suami leluasa untuk menikahi wanita-wanita yang lain. Tapi ada syarat dan karena sikon yang atas kesepakatan bersama, opsi poligami yg ditempuh. Tentunya setiap pasangan mengharapkan kehidupan rumah tangganya langgeng tanpa adanya wanita kedua, ketiga dst. Jadi kalo boleh menyimpulkan salah satu kualitas wanita yang layak dipilih adalah wanita yg mau dimadu (baca:kesiapan mental dari awal) dalam pengertian seperti sikon yang ane uraikan diatas. Mudah-mudahan ini bisa jadi pencerahan dus penjabaran yang difahami untuk point no.29. Jazakallah!

  • Hilmi 17 November 2015

    Bismillah,
    Saya ingin menyampaikan pendapat, jika ada kekurangan ato kesalahan saya mohon maaf dan semoga Allah memberi petunjuk.

    1. Dari awal artikel, sudah dituliskan bahwa Tidak ada manusia yg Sempurna. Kita jga mungkin sudah tau tidak ada sosok sesempurna seperti kriteria diatas selain Junjungan kita Nabi Muhammad SAW. Yang saya maksut disini adalah, Penulis hanya menyampaikan ‘pendapat’nya melalui Sudut pandangnya. Ada Firman Allah yg menyebutkan(maaf saya lupa surat dan ayatnya) bahwa sesuatu yg bukan dri Allah itu tidak pantas untuk diharapkan. Jdi saya mohon utk tidak berharap lebih terhadap Artikel ini.

    2. Sekali lgi manusia tidak ada yg sempurna, jdi saya mohon utk tidak menggunjing ato menyinggung penulis.. Mungkin penulis ingin menyampaikan dengan maksud dan niat yg baik, tetapi hasil akhirnya yg kurang memuaskan..

    3. Kriteria diatas bisa digunakan sebagai pedoman, tetapi banyak kekurangannya. Jadi Jika Anda ingin mencari pedoman yg lebih baik ato tanpa kekurangan, silahkan mencari dan mengikuti Sunnah rasullullah SAW. InShaaAllah jika anda membuka google tentang hadits mencari jodoh, anda akan menemukannya dan hasilnya InShaaAllah lebih memuaskan dripada artikel ini.

    Saya mohon maaf jika ada salahkata.. Karena Kesempurnaan hanya ada pada Allah SWT..
    Saya hanya ingin menghentikan perdebatan dan ingin memberikan cara lain yg lebih baik dan mudah..
    Sekali lgi saya mohon maaf dan terimakasih..

    Wassalamualaikum

  • riza si jurus tandur 20 Desember 2015

    Wah.. Wah…. Ngene kie sing nggarai..
    Sing Comen “sampean kbeh pernah sKolah toh, jelas’e podho pinter2 kbeh, hrs’e iso’ nyaring omongan sisan, di ambil positif’e, sing negatif yo ga’ prlu di terapno.., wong ya wes enek kta2 ngene “Jauhi Larangan NYA,jalani PerintahNYA.. “, ga’ pake’ ngJudge org laen..
    Buat yg mnulis “Makasih bisa inget’n Hamba2 Allah SWT, skrg tinggl filter’e sing bca ae…”

Comments are closed.