Pernikahan

Istri Pesolek Sumber Malapetaka Rumah Tangga? Ini Dalil dan Penjelasannya

Bersolek merupakan salah satu fitrah wanita yang memang harus terlihat cantik di hadapan suami dan anak-anaknya. Bahkan, seorang istri sangat dianjurkan untuk piawai dalam hal ini, agar suami betah di rumah dan tidak melirik wanita lain di luar sana.

Akan tetapi, dalam keadaan tertentu, wanita yang gemar bersolek justru dihukumi sebagai munafik dan menjadi sumber utama malapetaka dalam rumah tangga yang dia jalani. Berikut ini dalil dan penjelasannya.

Di dalam buku Menuju Pernikahan Islami, Drs Muhammad Thalib mengutip satu hadits yang diriwayatkan oleh Imam Abu Nu’aim Rahimahullah, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Wanita-wanita yang gemar meminta cerai dan wanita-wanita pesolek (di luar rumah) adalah wanita-wanita munafik.”

Terkadang, sikap istri jenis ini berlebihan. Jika bersolek di rumah biasa-biasa saja, namun menjadi luar biasa saat harus keluar, baik ketika bekerja, kondangan, atau pergi ke tempat-tempat umum lainnya. Dalihnya, mereka ingin menunjukkan bahwa suaminya tidak salah pilih dan sangat beruntung karena memiliki istri yang cantik plus jelita.

“Perempuan ini,” tutur Drs Muhammad Thalib menerangkan, “disebut munafik karena selalu berpura-pura dalam menampilkan dirinya dan menyembunyikan keadaan yang sesungguhnya.”

Itulah yang menjadikannya harus mematut diri berjam-jam sebelum keluar rumah untuk sebuah urusan, sebab tidak ingin terlihat sebagai wanita yang memiliki kekurangan. Selain make up berlebih, mereka juga mengenakan pakaian bak putri raja dengan warna dan model yang mengundang perhatian orang lain.

Dandanan yang berlebihan itu mengundang pandangan laki-laki jahat, dan bisa menuju pada hubungan haram jika dituruti. Apalagi dengan mudahnya komunikasi di era ini, kejahatan dan kemaksiatan bisa dilakukan dengan mudah, bermula dari hal yang sederhana pula. Inilah bermulanya malapetaka dalam rumah tangganya.

Selain itu, wanita jenis ini juga akan menuntut dan menyusahkan ketika suaminya tidak memiliki uang yang cukup untuk memberikan keperluan dandannya. Mereka bisa membuat makar, marah-marah, dan menuduh suaminya tidak sayang, padahal laki-laki itu telah mengerahkan seluruh kemampuan untuk menghidupi dia dan anak-anaknya.

Parahnya, mereka tidak menyadari. Saat menuntut suaminya agar tidak melirik wanita lain di luar, mereka justru berupaya agar laki-laki lain meliriknya karena dandanannya. Dan itu, sangat berbahaya bagi kebahagiaan dan kelangsungan rumah tangganya.

Ya Allah, lindungi keluarga kami dari jahatnya bisikan setan dan godaannya. Aamiin.

Wallahu a’lam. [Pirman/Keluargacinta]