Inspirasi

Jika Jawabnya ‘Wah…’, Tolak Lamarannya!

Kepada para muslimah, selektiflah terhadap setiap muslim yang berniat melamarmu. Pertimbangkan dengan syar’i. Terima atau tolaklah berdasarkan pertimbangan Islam. Wahai para wali, jangan gadaikan harga diri dan anak-anakmu hanya karena harta, rupa, atau kasta. Mintalah petunjuk kepada Allah Ta’ala untuk menerima atau menolak lamaran.

Selanjutnya, saksamailah laki-laki yang hendak melamar. Jika atas pertanyaan ini jawabnya ‘Wah…’, tolak saja lamarannya!

***

Calon Menantu: Alhamdulillah, Pak. Selama ini saya memiliki hobi membaca. Sejak sekolah menengah pertama hingga kerja. Tiada hari yang saya lalui, kecuali ada buku, majalah, berita, atau informasi yang saya baca.

Calon Mertua: Alhamdulillah, berarti wawasan Dikmas luas ya?

Calon Menantu: (Diam. Malu-malu.)

Calon Mertua: Kalau dihitung, dalam sehari bisa membaca berapa kali? Lamanya sekitar berapa menit atau jam?

Calon Menantu: Minimal tiga kali, Pak. Pagi updtae berita dalam dan luar negeri. Siang mencari informasi seputar olahraga. Malam atau sore untuk browsing dan belajar sebelum tidur.

Calon Mertua: Luar biasa ya. Berarti seperti makan, sehari tiga kali.

Calon Menantu: Jika dihitung, lamanya minimal 30 menit, Pak. Tapi rata-rata 45 sampai 60 menit perhari. Jumlahnya sekitar 50-100 halaman untuk semua bacaan.

Calon Mertua: Masya Allah… Bagus sekali, Dikmas.  Nah, kalau baca al-Qur’an, biasanya dilakukan di waktu apa?

Calon Menantu: Wah, kalau itu gak tentu, Pak.

Calon Mertua: Maksudnya?

Calon Menantu: Jadi, kalau sempat saja, baru baca al-Qur’an.

Calon Mertua: O, berarti jika dalam sehari bisa 3 kali baca informasi, baca al-Qur’annya berapa kali?

Calon Menantu: Wah, ya itu, Pak. Sesempatnya saja. Kadang sekali dalam tiga hari. Bahkan sekali dalam sebulan. Seingatnya saja. Bukannya membaca al-Qur’an hanya sunnah, Pak?

Calon Mertua: Iya, sunnah. Jadi, bisa khatam berapa kali dalam setahun?

Calon Menantu: Wah, itu mah luar biasa, Pak. Gak pernah khatam. Ramadhan aja hanya dapat lima juz dalam sebulan, lalu balik lagi ke juz pertama.

Calon Mertua: Gitu ya, Dikmas?

Calon Menantu: Wah, iya, Pak. Lagi pula kan sunnah. Jadi kalau saya tinggalkan gak mendapat dosa. Yang penting update berita, informasi, dan info terbaru seputar olahraga, ekonomi, dan politik dalam dan luar negeri.

Calon Mertua: Baik, Dikmas. Bapak sepertinya bisa langsung memberikan keputusan. Anakku mengharapkan calon suami yang minimal tiga kali membaca al-Qur’an dalam sehari, atau sepuluh ayat setiap hari, dan akan lebih suka dengan yang istiqamah membaca satu juz perhari atau satu kali khatam setiap bulannya. Saat ini, Dikmas ini belum berjodoh. Maafkan kami ya.

Calon Menantu: (Dalam hati: Dasar kuno. Gak tahu sih kalau saya ini eksekutif muda dengan omset perusahaan sekian ratus juta perbulan)

***

Sahabat, bacalah al-Qur’an. Ianya merupakan syafaat bagi kita di akhirat, obat bagi penyakit dan segala kegundahan hati, kunci keberkahan, dan pengundang malaikat ke dalam rumah tangga yang kita bina. Dawamkan. Azzamkan. Jadikan diri dan keluargamu sebagai Ahlu Allah dan Orang-orang yang dikhususkan-Nya karena interaksi dengan al-Qur’an yang mulia. [Pirman/keluargacinta]

1 Comment

  • yuni 1 Desember 2015

    😊😊:)

Comments are closed.