Kesehatan

Katarak, Penyebab Kebutaan Nomor Wahid di Indonesia

katarak

Katarak merupakan penyebab kebutaan nomor satu di Indonesia. Menurut Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan Indonesia (2018), 34,47 % penduduk yang menderita katarak mengalami kebutaan.

Apa Itu Katarak

Apa itu katarak sehingga menjadi penyebab kebutaan nomor wahid di Indonesia? Katarak adalah suatu kelainan pada lensa mata, tepatnya terjadi kekeruhan pada lensa mata sehingga penglihatan menjadi buram. Jika tidak diatasi, katarak yang parah bisa mengakibatkan kebutaan.

Berbeda dengan kelainan refraksi -seperti rabun jauh, rabun dekat, dan silinder- yang bisa dikoreksi dengan kacamata atau lensa kontak, katarak hanya bisa disembuhkan dengan operasi. Tentu kelainan refraksi juga bisa dikoreksi permanen dengan operasi –namanya LASIK– sehingga terbebas dari kacamata dan lensa kontak.

Jadi, jika Anda mengalami penglihatan kabur menderita katarak, Anda memakai kacamata paling canggih sekalipun tidak bisa membuat penglihatan menjadi jelas. Sebab masalahnya adalah lensa mata yang keruh. Tidak bisa dikoreksi dengan kacamata atau lensa kontak. Solusinya adalah ganti lensa mata dengan yang jernih. Dan ini hanya bisa melalui operasi katarak.

Bagaimana dengan obat baik medis maupun ramuan herbal? Hingga saat ini belum ada bukti ilmiah katarak bisa sembuh dengan obat atau ramuan herbal.

Operasi Katarak

Inti dari operasi katarak adalah mengganti lensa mata. Untuk saat ini, setidaknya ada tiga teknik operasi katarak.

1. ECCE (Extra Capsular Cataract Extraction)

ECCE ini merupakan teknik operasi katarak konvensional. Pada operasi katarak ini, lensa dikeluarkan melalui sayatan selebar 8—10 mm. Teknik operasi ini membutuhkan waktu penyembuhan dan pemulihan yang cukup lama.

2. SICS (Small Incision Cataract Surgery)

Teknik operasi SICS lebih canggih. Ia menggunakan jahitan dengan sayatan 6—10 mm. Proses operasinya juga lebih singkat, sekitar 15-30 menit.

3. Phacoemulsification

Operasi katarak dengan teknik phacoemulsification ini merupakan operasi tanpa jahitan. Ia lebih canggih lagi. Pasien bisa pulih dan sembuh lebih cepat.

Waktu operasi phacoemusification juga lebih cepat, yakni sekitar 10—15 menit. Teknik operasi ini mampu mengurangi rasa nyeri dan ngeres atau ketidaknyamanan setelah operasi. Dengan operasi ini, pasien juga bisa langsung pulang. Waktu penyembuhannya kurang lebih 2 minggu hingga 1 bulan. []