Kepada Pemuda yang Takut Menikah, Bacalah Kisah Ini!

2
sumber gambar: www.rilekslah.my

Kepada para pemuda yang masih ragu untuk menyempurnakan separuh agama, simaklah kisah ini dengan hati yang suci, dengan nurani yang tulus. Inilah kisah keberanian. Inilah sifat kesatria yang seharusnya dintunjukkan oleh seorang laki-laki Muslim.

Tersampaikan dengan derajat shahih dari Imam al-Bukhari Rahimahullahu Ta’ala, sahabat mulia Abdurrahman bin Auf bertanya kepada Ummu Hakim binti Qarizh, “Maukah kamu menyerahkan urusanmu kepadaku?”

Kepada Abdurrahman bin Auf, Ummu Hakim menyampaikan jawaban singkat dan jelas, “Baiklah.”

“Kalau begitu,” kata sahabat mulia Nabi yang terkenal kaya dan dermawan ini, “kamu saya nikahi.”

Peristiwa ini merupakan salah satu dalil dibolehkannya seorang laki-laki menyampaikan lamarannya secara langsung kepada wanita yang dia inginkan untuk dinikahi dengan tetap memperhatikan ketentuan-ketentuan yang digariskan oleh syariat Islam.

Niat untuk menikahi boleh disampaikan secara langsung, dengan sindiran, atau kepada wali si wanita sebagaimana disebutkan dalam firman Allah Ta’ala di dalam surat al-Baqarah [2] ayat 235.

“Dan tidak ada dosa bagi kamu meminang wanita-wanita itu dengan sindiran atau kamu menyembunyikan (keinginan mengawini mereka) dalam hatimu.”

Wahai para pemuda, belumkah kisah ini sampai kepadamu? Betapa kisah ini menggambarkan kesungguhan dan keberanian seorang pemuda yang berniat tulus untuk menikah karena Allah Ta’ala dan mengikuti sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam yang mulia.

Tidakkah kisah ini memantik semangatmu untuk bergegas dengan mengoptimalkan ikhtiar? Tidakkah ini menjadi penyemangat, bahwa kebaikan harus disegerakan. Kebaikan tidak layak untuk ditunda-tunda dan diperlama. Apalagi ketika tidak ada alasan syar’i yang menjelaskannya.

Hendaknya kalian bersungguh-sungguh. Jangan bersikap malas dan lemah. Jangan banyak beralasan. Jangan suka menunda. Jangan bersikap banci. Janganlah menuruti bisikan setan dan musuh-musuh Islam yang bermaksud mencegah kaum Muslimin dari pernikahan, tapi menyuburkan zina dan praktek penyimpangan lainnya.

Bulatkan tekad. Luruskan niat. Mintalah pertolongan kepada Allah Ta’ala dengan berbagai jenis ibadah dan amal shalih yang disyariatkan. Selanjutnya, upayakan sesuai kemampuan terbaik yang engkau miliki.

Semoga kalian berhenti beralasan dan segera bersiap diri. Sebab bagaimanapun, menikah akan mengantarkan kalian pada kematangan hidup, dewasa dalam berpikir, dan lebih kuat dalam mengemban amanah perjuangan Islam. Insya Allah.

Wallahu a’lam. [Pirman/Keluargacinta]

2 KOMENTAR

  1. Bismillahirrahmanirrahim
    Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar Walahaulawala Quwwata illabilla hil’aliyil’azhim.
    Allahumma sholli ‘ala Muhammad, wa ‘ala ali Muhammad.
    Astaghfirullahal ‘azhim wa atubu ilaih.

    Ya Allah..
    Tak bosan-bosan aku memohon kepadaMu.
    Jadikanlah cintaku padaMu sebagai suatu yang paling kucintai.
    Agar Engkau berkenan menganugerahkan cinta suci kepadaku.

    Ya Allah..
    Jika calon pendampingku telah Engkau tetapkan.
    Maka gerakkanlah hatinya untuk menuju hatiku.
    Pertemukanlah kami dalam sebaik-baiknya pertemuan yang Engkau
    ridhai.
    Karena Engkaulah yang berhak atas hati hambaMu.
    Engkau jugalah yang Kuasa membolak-balikkan hatiku.

    Ya Allah..
    Jika jodohku masih jauh maka dekatkanlah.
    Jika jodohku masih diam gerakkanlah.
    Dekatkan hati kami dalam sebuah ikatan karenaMu.
    Tautkanlah hati kami dengan hatinya yang mengharap ridhaMu.

    Ya Allah..
    Pemilik cinta yang Agung.
    Jika cintaku Engkau ciptakan untuk dia.
    Sabarkan hatinya.
    Teguhkan imannya.
    Tegarkan penantiannya.

    Ya Allah..
    Pembolak-balik Hati.
    Jika hatiku Engkau ciptakan untuk dia.
    Maka penuhi hatiku dengan Kasih SayangMu.
    Terangi langkahku dengan CahayaMu.
    Limpahkan kelapangan dalam Qalbuku dengan kesabaran.
    Temanilah aku dalam kesendirian ini.

    Ya Allah..
    Tiada tempat untuk mengadu selain kepadaMu.
    Kutitipkan cintaku padaMu untuknya.
    Kutitipkan sayangku padaMu untuknya.
    Kutitipkan rinduku padaMu untuknya.
    Mekarkan cintaku bersama cintanya.
    Satukan hidupku dan hidupnya dalam naungan CintaMu.

    Ya Allah…
    Aku yakin jika waktunya telah tiba,
    Atas izinmu kebahagiaan itu pasti akan aku dapati.
    Berilah aku kekuatan dan kesabaran dalam penantian ini.

    Ya Allah..
    Hadirkan dia yang dapat membawa kebaikan.
    Baik bagi dunia dan akhirat serta Agama kami.
    Agar kami bisa bersama-sama berjamaah untuk MenujuMu.

    Ya Allah..
    Bimbinglah hati kami.
    Kuatkan hati kami.
    Penuhilah hidup kami dengan Rahmat serta kasih sayangMu.

    Aamiin Yarobbal’alamiin…

  2. Semoga Allah satukan kami dalam keridloanNya dan caranya yang sangat Agung.
    Semoga Allah tetap selalu menjaga iman kami memudahka jalan kami untuk menuju pernikahan yang Allah Ridloi.
    Amin…

Comments are closed.