Pengasuhan

Kiat Mendidik Buah Hati menurut Imam al-Ghazali (3)

Lanjutan dari Kiat Mendidik Buah Hati menurut Imam al-Ghazali (2)

Olahraga

Membiasakan olahraga agar anak-anak tidak dihinggapi rasa malas. Ajarkan kepada mereka olahraga yang bisa membuat mereka sehat, bugar, tangkas, dan siap menuju medan dakwah dan jihad. Sampaikan kepada mereka, bahwa mukmin yang sehat (kuat) jauh lebih disukai oleh Allah Ta’ala dan Rasulullah dibanding mukmin yang lemah.

Yang terpenting, tekankan kewajiban untuk tetap menutup aurat, meski mereka sedang melakukan olahraga.

Pesona Rendah Hati

Jangan sampai anak-anak bersikap bangga, meskipun terhadap sesuatu yang menjadi miliknya. Tetapi, arahkan bahwa semua itu karunia Allah Ta’ala yang kudu disikapi dengan rendah hati, sepenuh kesyukuran, dan mengembalikannya kepada Allah Ta’ala sebagai Zat yang memiliki alam semesta.

Dengan pembiasaan sikap rendah hati, seorang anak akan memiliki sikap, “Agar dia terbiasa bersikap rendah hati dan menghormati semua orang yang berhubungan dengannya, serta bersikap sopan dalam pembicaraannya.”

Menahan Diri

Perhatikan baik-baik tentang kepemilikan. Sampaikan kepada mereka agar bersyukur dengan apa yang dimiliki, dan tidak sekali pun mengklaim milik orang lain sebagai miliknya, mesikpun amat diingini. Tanamkan ke dalam jiwanya, bahwa memiliki yang abadi adalah dengan memberikan sesuatu kepada orang lain.

Jika tidak memiliki sesuatu pun untuk diberikan, ajarkan kepada mereka bahwa keinginan yang mendalam untuk memiliki sesuatu secara berlebihan adalah sifat tamak yang bisa menjerumuskannya ke dalam jurang binasa.

Etika Duduk

Yang dilarang saat duduk bersama orang lain; tidak boleh membuang ingus sembarangan, meludah, menguap di depan orang lain, membelakangi, meletakkan kaki di atas kakinya yang lain, meletakkan tangan di bawah dagu, dan menyangga kepala dengan tangannya.

Sebelumnya, sampaikan tentang duduk yang dibenarkan, dan berbicara dengan baik kepada teman duduknya. Yaitu menyampaikan kebenaran, hindarkan dan tinggalkan kebohongan, jangan suka bersumpah, dan lain sebagainya.

Terkait Lisan

Didiklah anak agar menghindarkan jauh-jauh mencaci-maki, melontarkan fitnah, berghibah, dan kejahatan-kejahatan terkait lisan lainnya. Sampaikan kepada mereka tentang keharaman hal tersebut, dan keutamaan menjaga lisan sebagai salah satu syarat untuk memasuki surga.

Sampaikan kepada mereka sepenuh cinta, bahwa perkataan sederhana bisa menjadi timbangan yang memberatkan mizan dan sebaliknya. Pun, perkataan yang terkesan remeh bisa menjerumuskan seseorang ke dalam neraka, atau memasukkannya ke dalam surga. [Pirman/Keluargacinta]

Bersambung ke Kiat Mendidik Buah Hati menurut Imam al-Ghazali (4)