Pengasuhan

Kiat Mendidik Buah Hati menurut Imam al-Ghazali

Mendidik anak tidaklah mudah. Ada paduan antara kesungguhan dan ilmu yang tepat. Sebab, anak itu fitrah. Mereka sangat tergantung dengan orang tua yang mendidiknya. Meskipun memang, ada anak-anak yang langsung ‘dididik’ oleh Allah Ta’ala, sehingga menjadi orang yang saleh meskipun terlahir dari orang tua yang kafir.

Karena pentingnya pendidikan terhadap ini pula, kaum Muslimin sangat perlu membekali dirinya dengan ilmu parenting. Tentunya, ilmu parenting yang sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad dan ulama-ulama yang menjadi penerus dakwah beliau. Sebab, tak jarang pula ilmu parenting yang menyimpang dan sengaja digalakkan untuk meracuni keluarga kaum Muslimin.

Di atara ulama-ulama yang sangat perhatian dengan kaum Muslimin itu, ada sosok Imam al-Ghazali. Di dalam bukunya Mengobati Penyakit Hati Membentuk Akhlak Mulia, beliau memberikan kiat-kiat mendidik anak yang diberi judul dengan Melatih Jiwa Anak Sejak Dini.

Etika Makan dan Minum

Sampaikanlah kepada anak tentang etika makan dan minum yang benar sebagaimana dicontohkan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Misalnya, bersyukur, tidak mencela, memulai dengan doa, menggunakan tangan kanan, mengambil makanan yang terjangkau, tidak buru-buru, tidak sambil bercanda, dan lain sebagainya.

Yang paling penting, ajarkan kepada anak untuk mensyukuri makanan yang ada dan tidak sibuk memikirkan makanan yang belum ada. Hal ini sangat penting disampaikan agar anak-anak tidak sibuk dengan bentuk (materi) makanan, tetapi agar mereka memehami tujuan makanan itu sendiri.

Etika Mengenakan Pakaian

Ajarkan kepada anak tentang pakaian yang patut. Baik dari segi bahan, warna, dan cara menggunakannya. Terkait bahan, hal ini berhubungan dengan jenis pakaian yang diharamkan (seperti sutera bagi laki-laki), dan harga (jangan terlalu mahal atau sebaliknya). Terkait cara mengenakan, jangan sampai seorang anak laki-laki mengenakan pakaian perempuan atau kebanci-bancian. Begitupun sebaliknya.

Hal ini amat penting untuk disampaikan dan diulang-ulang sejak dini. Sebab, jika luput dari menyampaikan nasihat terkait hal ini, tutur Imam al-Ghazali, “Jika tidak diperhatikan jalan pikirannya sejak kecil, amat memungkinkan seorang anak akan tumbuh dewasa dalam keadaan akhlak yang buruk, pembohong, pendengki, tukang fitnah, tidak tahu malu, suka mencampuri urusan orang lain, licik, gemar bermain-main, dan tidak menyukai hal yang serius.” [Pirman/Keluargacinta]

Bersambung ke Kiat Mendidik Buah Hati menurut Imam al-Ghazali (2)