Kisah Pernikahan yang Mencengangkan

Laki-laki ini mendatangi bibinya. Ia hendak meminta bantuan. Ada hajat yang akan disampaikan oleh laki-laki yang namanya harum dalam lembaran sejarah kaum Muslimin ini.

“Bi,” tuturnya santun, “tolong datangi rumah itu. Di sana ada dua Muslimah. Tolong cari tahu, aku berniat menikahi satu di antara keduanya.”

Si Bibi pun beranjak melaksanakan permintaan keponakannya. Ia bergegas dengan semangat yang tinggi. Ia menyambut baik keinginan si keponakan untuk segera menyempurnakan separuh agama.

Berselang hari, laki-laki ini kembali ke rumah bibinya.

“Bagaimana, Bi?” tanyanya. Datar.

“Adiknya cantik. Kulitnya putih. Rambutnya lurus. Lembut. Pipi, dan semua anggota badannya termasuk dalam kategori cantik.” simpul si Bibi. Ia juga mengisahkan dengan semangat membara tentang kecantikan si Muslimah, si adik.

“Baiklah, Bi. Bagaimana dengan kakaknya?” lanjut si laki-laki.

“Ah,” jawab si Bibi bernada malas nan meremehkan, “rambutnya gak bagus. Kulitnya juga kusam. Tidak bisa disebut cantik. Pun dengan anggota badan lainnya.”

“Menurut Bibi,” ujar si keponakan santai, “di antara keduanya, mana yang lebih shalihah?”

“Kalau tentang keshalihan, kakaknya lebih shalihah dari adiknya. Tapi kurang cantik.” tukas si Bibi.

“Jika demikian,” simpul si laki-laki, “aku akan menikahi kakaknya.”

***

Dua puluh tahun setelah pernikahan itu, si istri meninggal dunia. Sang laki-laki dirundung sedih, pedih, duka, dan nestapa. Adalah pukulan berat bagi seorang suami saat istrinya meninggal dunia. Pun sebaliknya.

Kelar prosesi pemakaman, si laki-laki menetap beberapa saat di dekat kubur si istri. Pandangannya menerawang, meski terlihat tegar.

Berselang jenak, si laki-laki berutur, “Dia tidak pernah menolak perintahku. Selalam dua puluh tahun bersamanya, dia selalu menuruti perintahku. Dia tidak pernah membangkang.”

***

Bagaimana pendapat Anda tentang seorang istri yang tidak cantik secara fisik? Apakah Anda pernah menolak calon istri hanya karena kulitnya kusam dan badannya tidak proporsional? Apakah karena rambutnya tidak lurus dan jemarinya tidak lentik, Anda serta-merta menolaknya?

Kisah ini menjadi bukti. Betapa kecantikan fisik tidak memiliki korelasi apa pun dengan akhlak. Kisah ini seharusnya menyadarkan kita.

Tahukah Anda siapakah laki-laki dalam kisah ini? Beliau adalah Imam Ahmad bin Hanbal. Laki-laki shalih penulis kitab Musnad. Sosok yang dirujuk sebagai penggagas madzhab Hanbali. Rahimahumallahu Ta’ala.

Wallahu a’lam. [Pirman/Keluargacinta]

Terbaru

Nikmat Terbesar di Dunia dalam Surat Ar Rahman

Dalam Surat Ar Rahman, Allah Subhanahu wa Ta’ala memaparkan demikian banyak nikmat-Nya. Sebab Dialah Ar Rahman (Yang Maha Pengasih) yang tak ada...

Tips Mengelola Cemburu Agar Cinta Tak Terganggu

Bagaimana mengelola cemburu agar cinta tak terganggu? Cemburu adalah rasa yang pasti ada dalam jiwa manusia yang punya cinta. Sebab cemburu adalah...

8 Langkah Istri Jika Suami Mengalami Puber Kedua

Puber kedua memang ada. Ia bisa dialami oleh pria maupun wanita. Namun yang paling sering dijumpai, puber kedua ini terjadi pada pria.

Baca Ayat Kursi, Mimpi Buruk Pergi dan Bangun pun Lebih Pagi

“Ummi, Hamzah nggak mau mimpi.” Tiba-tiba anak ketiga kami mengadu. Waktu itu ia masih duduk di bangku Playgroup. Setelah ngobrol lebih lanjut,...