Inspirasi

Kunci Sukses yang Jarang Disadari oleh Para Suami

Dalam sebuah sesi santai, laki-laki pengusaha ini mengisahkan tentang salah satu episode kehidupan yang dia alami. Ada peluang bisnis. Dia bergegas, tapi menghadapi rintangan yang tidak sempat dia prediksikan sebelumnya. Mengupayakan berbagai jalan, tapi tidak menemukan solusi. Lama. Berulang kali.

Akhirnya, ia teringat istrinya. Seketika itu juga, dia mengambil ponsel, mencari kontak sang istri, kemudian menghubunginya. Dalam perbincangan singkat itu, laki-laki empat puluhan tahun ini berkata, “Maafkan semua kesalahanku, ya. Lahir dan batin.”

Sang istri pun menyampaikan maaf serupa. Saling bermaafan. Lalu telepon ditutup.

“Tidak lama setelah itu,” ungkap laki-laki keturunan Manado-Bandung ini, “Allah Ta’ala memberikan solusi yang tidak pernah saya perkiraan. Begitu saja. Semuanya berjalan di luar kekuasaan saya. Dimudahkan. Transaksi berhasil. Alhamdulillah.”

***

Tiada yang istimewa dari laki-laki yang kini menjadi salah satu pejabat di sebuah partai, dalam kepengurusan tingkat kabupaten/kota ini. Sosok beranak satu ini sehari-hari terbiasa dengan mencuci baju, adzan di mushola, dan segenap pelayanan kepada anak laki-lakinya.

Dari tampilannya, tiada yang mengira bahwa laki-laki ini menargetkan dua milyar transaksi di tahun ini. Jaringan usahanya terkenal di daerah itu.

“Saya bisa seperti ini,” tuturnya pada suatu ketika, “karena dukungan istri. Dialah yang menjadi jembatan utama hingga saya seperti ini.” Maka ketika dia bisa membangun rumah dua lantai yang didesain untuk pengajian ibu-ibu dan anak-anak sekitar, laki-laki ini berkisah syahdu, “Aku menangis. Gak mengira. Dahulu, jangankan rumah. Bermimpi juga gak mampu. Setelah Kuasa Allah ta’ala, dukungan istri adalah yang paling utama.

***

Dua kisah dalam tulisan ini sangat nyata. Fakta. Benar-benar terjadi dan sangat bisa dibuktikan. Jika ada begitu banyak impian yang belum tercapai, cobalah koreksi bagaimana kualitas hubungan dengan Allah Ta’ala, lalu interaksi Anda sebagai seorang suami kepada istri.

Sebaliknya, tengoklah mereka yang sudah berhasil. Tanyakan dengan jujur tentang salah satu kunci suksesnya. Hampir semua di antara mereka pasti memasukkan faktor istri sebagai kunci utamanya.

Fakta ini, hendaknya juga menjadi pelecut. Satu di antara sebab macetnya potensi mereka yang masih sendiri adalah belum adanya pasangan hidup yang sanggup memberikan seluruh potensi untuk mendukungnya menggapai sukses di dunia dan akhirat.

Wallahu a’lam. [Pirman/Keluargacinta]