Rumah Tangga

Lakukan Ini, Anda Pasti Jadi Suami Terbaik

Jika sebagai suami berhasil melakukan hal-hal berikut ini, insya Allah gelar suami terbaik akan berhasil Anda dapatkan. Gelaran itu bukan hanya pengakuan diri seorang suami, tetapi diakui oleh istri Anda, dan yang paling utama; Allah Ta’ala dan Rasul-Nya pun mengakuinya.

“Dan bergaullah dengan mereka (istrimu) secara patut.” (Qs. An-Nisa’ [4]: 19)

Imam Ibnu Katsir menafsirkan ayat ini dengan mengatakan:

  • Perhaluslah kata-katamu
  • Perindahlah perilaku dan sikapmu sesuai kemampuan
  • Perlakukan istrimu sebagaimana kau senang jika istrimu memperlakukanmu dengan perbuatan yang kausukai

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik dengan keluarganya. Dan aku adalah orang yang paling berbuat baik kepada keluargaku di antara kalian.”

Maka satu-satunya cara untuk menjadi suami yang terbaik adalah dengan meneladani Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dalam setiap perkataan dan perbuatan beliau kepada istri maupun anak-anak. Pun, terkait akhlak dengan mertua, dan anggota keluarga yang lain.

Di antara akhlak beliau kepada istri dan keluarga adalah sebagai berikut:

  • Santun dalam bergaul
  • Selalu berseri wajahnya
  • Bersenda gurau dengan keluarga
  • Lemah-lembut
  • Memberikan keluasan nafkah
  • Bercanda dengan istri-istrinya
  • Tidur dengan satu pakaian (selimut) bersama istri
  • Berbincang-bincang sesaat dengan istri sebelum tidur untuk menghibur mereka

Bercanda

Ada suami yang menerapkan sikap otoriter layaknya bos sebuah perusahaan. Alhasil, mereka minim senyum dan sangat jarang bahkan anti untuk bercanda dengan istrinya. Dalam pikiran bodohnya, bercanda dengan istri hanya akan menjatuhkan wibawanya di depan wanita yang harus menghormatinya tanpa tapi.

‘Aisyah pernah menuturkan, ketika ia masih kurus dan berlomba lari dengan Rasulullah, ‘Aisyah memenangkan perlombaan. Dalam waktu yang lama setelah itu, ketika berat badan ‘Aisyah bertambah, keduanya kembali berlomba lari, dan Rasulullah yang memenangkan perlombaan.

Atas kemenangan itu, Nabi mengatakan, “(Kemenangan) ini adalah untuk (kekalahan) yang lalu.”

Jika Poligami

Kita harus kagum dengan ilmu manajemen yang dipraktekkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Beliau berhasil mengatur banyak istri tanpa keributan yang berarti di sepanjang kehidupannya. Pasalnya, jangankan yang berpoligami, di antara kita yang baru beristri satu pun sering ribut dengan pasangannya.

Lebih konyol lagi, ada yang belum menikah tapi sudah biasa ribut sebab menjalin hubungan pacaran. Na’udzubillahi min dzalik.

Nah, di antara kiat sukses poligami Nabi sebagaimana dituturkan oleh Imam Ibnu Katsir, “Beliau mengumpulkan istri-istrinya setiap malam di rumah yang beliau menginap di sana.”

Dikumpulkan untuk berdiskusi, bertukar pendapat, bercanda biasa, dan sering kali membicarakan amalan-amalan akhirat yang biasa dikerjakan oleh istri-istri beliau untuk saling memotivasi.

Selain itu, lanjut Imam Ibnu Katsir, “Terkadang, beliau makan malam bersama, lalu masing-masing kembali ke rumahnya.”

Ya, makan malam bersama. Mari bertanya, “Kapan terakhir makan malam bersama istri yang Anda cintai itu?” Sudah lupa, enggan, atau lebih suka makan di luar seorang diri atau dengan teman-teman? [Pirman]