Rumah Tangga

Lelaki yang Bergelimang Dosa Karena Ucapan Mantan Istri

Sebagaimana layaknya pejabat lain di tempat kerjanya, laki-laki ini kerap pulang malam. Ia juga sering membawa sisa pekerjaan ke rumahnya, dan terus mengerjakannya hingga larut malam karena tuntutan target.

Komitmennya kuat, agar anak-anak dan istrinya tercukupi, mendapatkan haknya dengan baik tanpa terzalimi.

Sayangnya, sang istri justru salah paham. Saat suaminya pulang malam, ia marah-marah dan kerap melontarkan tuduhan kepada suaminya itu.

“Sering pulang malam, emang main ke tempat karaoke mana sih?”

Berkali-kali dituduh. Laki-laki itu hanya diam dan terus bekerja ikhlas agar tujuannya tergapai.

Ujungnya, lantaran banyak ketidakcocokan, si istri bertindak konyol dengan memfitnah suaminya di hadapan direktur utama perusahaan. Wanita itu tegas mengatakan bahwa suaminya kerap mencuri barang-barang milik perusahaan.

Si laki-laki dipecat. Tanpa ampun. Fitnah itu tepat sasaran karena disampaikan oleh sang istri, orang terdekat suami. Meski akhirnya wanita itu menyadari kekeliruannya, nasi yang sudah menjadi bubur mustahil menjadi beras kembali.

Keduanya bercerai. Si istri membawa semua harta milik mantan suaminya itu tanpa sisa. Hanya uang tabungan di rekening si laki-laki dan satu unit mobil hasil jerih payahnya.

***

“Ceritanya gimana sih, Bro? Kok istrimu bisa tega melontarkan fitnah sekeji itu?” tanya salah seorang temannya, setelah kehidupan si laki-laki hampir hancur.

“Entahlah. Dia kerasukan setan, sepertinya. Awal mula, dia kerap menuduhku main ke tempat karaoke saat aku lembur.” jawab si laki-laki, lesu.

“Emangnya kamu beneran pergi ke tempat karaoke yang mana?” lanjut si teman, penasaran.

“Demi Allah, sampai sekarang aku tidak pernah pergi ke tempat seperti itu. Aku juga tidak benar-benar percaya jika dunia yang dituduhkan istriku itu benar-benar ada?” tangkis si laki-laki, lugu dan tegas.

***

Rupanya, teman yang bertanya merupakan pelanggan berbagai tempat karaoke di wilayah tersebut. Ia yang mulanya tidak percaya jika sahabatnya itu tidak pernah pergi ke tempat karaoke, akhirnya mulai mengakui tentang kebiasaannya.

“Emang beneran ada? Aku boleh ikut gak?” ujar si laki-laki, penasaran.

***

Keduanya pun beranjak ke sebuah tempat yang paling bagus. Diajak masuk, dikenalkan dengan beberapa petinggi tempat karaoke, lalu mulailah malam-malam penuh dosa dilalui oleh si laki-laki.

Betapa malangnya si laki-laki ini. Ia difitnah. Dihancurkan karirnya. Kemudian terjerumus ke dalam lembah penuh dosa lantaran ujaran kebencian yang disampaikan oleh wanita yang pernah menjadi istri tercintanya. [Pirman/Keluargacinta]