Pernikahan

Lima Persiapan Sebelum Menikah

Ilustrasi menikah © Merdeka.com
Ilustrasi menikah © Merdeka.com

Menikah adalah ibadah. Di dalamnya ada banyak syariat, sunnah dan keutamaan. Menikah harus dilakukan dalam rangka ibadah, melakukan perintah Allah Swt dan menjalani Sunnah Rasulullah Saw. Menikah menjadi salah satu ibadah yang dianjurkan untuk disegerakan.

Sebagaimana ibadah-ibadah lainnya, ada beberapa hal yang harus dipersiapkan sebelum menikah. Tujuannya, agar menikah bisa berperan optimal dalam mengubah masing-masing pasangan menjadi lebih baik sesuai dengan apa yang disunnahkan oleh Rasulullah Saw.

1. Persiapan Ilmu

Ilmu adalah cahaya. Ilmua ialah penerang di tengah kegelapan. Siapa berilmu, keberuntungan dijamin untuknya. Berilmu menjadi salah satu kunci utama bagi mereka yang mendamba bahagia dan barakah dalam pernikahan.

Barangsiapa menghendaki bahagia dan barakah dalam pernikahan, maka dia harus memiliki ilmunya.

2. Persiapan Iman dan Takwa

Menikah harus didasari atas iman dan takwa. Sehingga nilainya bergeser dari sekedar pemenuhan biologis menjadi sebuah ibadah unggulan yang berpahala. Menikah harus menjadi sarana untuk menggapai kebahagiaan dan keberkahan di dunia serta salah satu kunci keselamatan di akhirat.

Persiapan iman dan takwa ini amat penting. Karena dengannya, segala macam ujian dan kesulitan yang dihadapi selama proses-sebelum hingga setelah-pernikahan akan dijalani dengan semangat mengabdikan diri kepada Allah Swt yang memerintahkan menikah.

3. Persiapan Mental

Mental ini hubungannya dengan jiwa. Kaitannya dengan kondisi psikis. Karena setelah menikah, seseorang akan menjalani kehidupan yang benar-benar baru sebagai seorang istri maupun suami. Akan ada masa ketika rasa asing menjalari masing-masing diri pasangan. Apalagi penyesuaian selepas masa akad nikah bukanlah hal yang mudah, meski tak juga bisa disebut masa yang amat sulit.

4. Persiapan Finansial

Dalam persiapan ini, banyak orang yang salah paham. Kesiapan finansial sering dimaknai dengan kepemilikan aset dan sejumlah harta dalam bentuk mata uang. Sehingga, banyak diantara mereka yang belum menikah, menjadi merasa canggung karena sama sekali tak memiliki harta.

Padahal, yang dimaksud dengan persiapan ini adalah tekad yang kuat dalam diri seseorang untuk mengupayakan terbaik bagi diri dan pasangannya kelak. Maka dalam tahap ini, yang diperlukan hanyalah modal awal seperlunya dan terus disempurnakan selepas akad.

Bentuknya bisa juga dengan sebuah pengaturan dalam pikiran. Bahwa yang terpenting bukanlah bekerja tetap, melainkan tetap bekerja. Sama juga; bukan berpenghasilan tetap, melainkan tetap berpenghasilan. Bukankah Allah Mahakaya dan amat Kuasa untuk menjadikan hamba-Nya menjadi kaya raya?

5. Persiapan Fisik

Menikah adalah ibadah paripurna. Diperlukan fisik dalam menjalani ibadah yang satu ini. Maka dalam ijab kabul, ada bahasa nikah dan kawinnya. Kawin inilah salah satu dimensi fisik dalam menikah sebagai salah satu pemenuhan kebutuhan diri seseorang.

Yang penting untuk dicatat, fisik juga berkaitan dengan kehidupan selepas menikah. Karena seorang suami harus memiliki kekuatan untuk bekerja demi istri dan keluarganya. Demikian juga, seorang istri juga amat butuh kebugaran fisik agar bisa melayani suami dan merawat anak-anaknya kelak sebaik mungkin. [Pirman]