Inspirasi

Mencintai dengan Sederhana

Cintailah pasanganmu dengan sederhana, apa adanya. Di dalamnya ada ketulusan, penerimaan terbaik sebagai salah satu sikap utama, dan ungkapan terima kasih atas karunia yang telah diberikan oleh Allah Ta’ala.

Sederhana dalam mencintai adalah kebaikan. Jangan berlebihan sehingga mengakibatkan benci dan menduakan cinta kepada Allah Ta’ala, jangan pula pelit hingga cinta itu mudah hilang dari kehidupan rumah tangga yang tengah kalian bangun dan tumbuhkan.

Cintailah dengan sederhana, sesederhana dirimu yang memang tak layak berlebihan. Maka lantaran sederhana, ekspresi dan bukti cinta akan mudah kaulakukan sebab sesuai dengan tabiat kemanusiaan yang memang melekat dalam diri, pikiran, dan jiwamu.

Jangan berpikir bahwa sederhana tidak termasuk bukti cinta. Justru, sederhana dalam mencintai yang Anda praktikkan dalam setiap jenak di sepanjang kehidupan itulah bukti cinta yang sesungguhnya; dan, tak mudah untuk membiasakannya hingga akhir sejarah cinta Anda berdua.

Mencintai dengan sederhana itu mudah; sebab sesuai dengan kemampuan terbaik yang kaumiliki. Tak perlu memaksakan diri, apalagi bersusah payah hingga melupakan hal-hal lain yang lebih wajib untuk dikerjakan sebagai seorang hamba Allah Ta’ala.

Maka bentuknya amat sederhana, mudah, dan jauh dari kata atau ungkapan ‘sukar’, ‘mempersulit diri’, ‘memaksakan kehendak’, dan sejenisnya.

Sehingga, ketika pasangan akan beranjak mencari nafkah atau pergi ke suatu tempat untuk melakukan urusan yang baik, mencintai secara sederhana adalah mendaratkan kecupan ringan di kedua pipi dan kening, dilanjut dengan salim dan cium pungung tangan dengan penuh penghayatan yang berasa cinta dan rindu.

Kemudian ketika dia yang kita cintai menyampaikan kabar akan sampai di rumah dalam beberapa waktu yang akan datang, maka bentuk sederhananya cinta adalah bersiap diri dengan kondisi terbaik untuk menyambutnya. Jika memungkinkan, dan memang ada sarananya, maka tak perlu segan untuk menyiapkan minuman kesukaannya. Jika tak ada, segelas air putih yang Anda sodorkan sesaat setalah ia menghela nafas dan membenarkan posisi duduknya adalah pekerjaan cinta yang amat sederhana dan semua orang bisa mengerjakannya.

Terus seperti itu, dan amat banyak jumlahnya. Kesederhanaan dalam mencintai itu terbentang luas sepanjang waktu setelah bangun tidur hingga Anda berdua akan kembali mendatangi ranjang peristirahatan. Maka kesederhanaan terakhir yang bisa Anda lakukan, adalah bisikan mesra di telinga pasangan Anda, “Sayang, terima kasih untuk hari ini yang penuh cinta. Aku mencintaimu, melebihi cintamu kepadaku. Dan, maafkan atas keterbatasan cinta, meski aku telah menguapayakan yang terbaik sesuai kemampuanku.” [Pirman]