Mengajarkan Tauhid Kepada Anak Melalui Dialog (Bagian 2)


Ayah ngajari ngaji © hwamldotcom
Ayah ngajari ngaji © hwamldotcom

[alert type=notice]
Artikel ini merupakan kelanjutan dari artikel sebelumnya yang berjudul Mengajarkan Tauhid Kepada Anak Melalui Dialog
[/alert]

Menjelaskan Sifat Kemahakuasaan Allah

Allah Swt adalah satu-satunya Pencipta dan Pengatur alam semesta. Allah Swt Berkuasa atas semua itu. Allah Swt juga satu-satunya Pemberi rezeki kepada seluruh makhluk-Nya tanpa terkecuali. Allah Swt jualah yang menghidupkan dan mematikan semesta dan isinya.

Gunakan cara dialog untuk menjelaskan hal tersebut kepada anak. Ajak mereka berwisata ke pantai, hutan atau gunung. Ajak ia menyaksikan luasnya samudera dengan jutaan ikan di dalamnya. Ajak anak menyaksikan hijaunya pepohonan dan aneka jenis binatang yang hidup di sana. Ajak anak merenungi kokohnya gunung yang bisa menjadi amat menyeramkan ketika meletus. Sampaikan kepada anak bahwa semuanya diciptakan dan diatur oleh Allah Swt.

Terkait rezeki, seringlah bertanya kepada anak, ketika makan misalnya, “Alhamdulillah ya, kita bisa makan enak malam ini. Siapa sih yang sudah memberikan ini semua,Kak?” Allah. Jangan sampai kita berkata, “Ayah yang memberikan ini semua.” Didiklah keluarga dan anak-anak untuk senantiasa mempercayakan rezeki kepada Allah Swt. Sedangkan ayah, tugasnya hanya bekerjaguna menjemput rezeki itu.

Dalam semua pengalaman harian anak, usahakan selalu mengaitkannya dengan Allah. Sehingga akan terpatri ke dalam hati anak-anak kita, bahwa sungguh Allah lah penguasa alam semesta ini.

Menjelaskan Sifat Ketuhanan Allah

Satu-satunya yang berhak disembah/diibadahi dengan benar hanyalah Allah Swt. Saat anak sakit, ingatkan bahwa sakit adalah ujian dari Allah Swt.Maka berdoalah kepada-Nya untuk meminta dikuatkan dan diberi kesembuhan. Berdoa adalah salah satu contoh pengamalan tauhid.

Begitu juga ketika anak sedang berada dalam kondisi yang menakutkan, misalnya petir menyambar-nyambar, listrik padamatau peristiwa yang menakutkan lainnya.Katakan kepadanya, “Nak, berlindunglah kepada Allah Swt. Allah Swt akan melindungi hamba-Nya yang beriman!”

Termasuk ketika anak kita tengah menjalani ujian, katakanlah padanya, “Mintalah pertolongan kepada Allah Swt, Nak. Dia akan memudahkan dan memberikan ketenangan kepada kakak dalam mengerjakan ujian nanti. Jangan lupa berdoa kepada Allah Swt.”

Menjelaskan Nama dan Sifat Allah

Nama dan sifat Allah Swt perlu kita jelaskan kepada anak supaya dalam hatinya tumbuh rasa pengagungan kepada-Nya. Misalnya, Allah Swt memiliki nama ar-Rahman (Maha Pengasih). Kita sampaikan bahwa Allah Swt sangat menyayangi kita dengan diberikan sehat, rumah, mainan, dan banyak lagi yang lain. Maka, kita pun harus menyayangi Allah Swt dengan beribadah kepada-Nya.[ed:bahagia]


Satu tanggapan untuk “Mengajarkan Tauhid Kepada Anak Melalui Dialog (Bagian 2)”