Featured

Tips Mengelola Cemburu Agar Cinta Tak Terganggu

mengelola cemburu

Bagaimana mengelola cemburu agar cinta tak terganggu? Cemburu adalah rasa yang pasti ada dalam jiwa manusia yang punya cinta. Sebab cemburu adalah tanda cinta. Orang yang tidak punya rasa cemburu disebut dayyuts. Allah sangat murka kepadanya.

“Ada tiga orang yang tidak akan Allah lihat pada hari kiamat: orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, wanita yang meniru gaya lelaki, dan dayyuts.” (HR. Ahmad dan An Nasa’i)

Dalam Islam, ada cemburu yang disukai Allah dan ada cemburu yang dibenci. “Ada jenis cemburu yang dicintai Allah Subhanahu wa Ta’ala, adapula yang dibenci-Nya. Yang disukai, yaitu cemburu tatkala ada sangkaan atau tuduhan. Sedangkan yang dibenci, yaitu adalah yang tidak dilandasi keraguan.” (HR. Baihaqi)

Bunda Aisyah pernah cemburu kepada Rasulullah saat istrinya yang lain mengirimkan makanan pada hari giliran Aisyah. Saking cemburunya, Aisyah menepis wadah makanan itu hingga jatuh dan pecah. Rasulullah tak marah. Padahal saat itu beliau sedang menerima tamu. Rasulullah hanya mengatakan kepada para sahabat yang bertamu, “Ibumu sedang cemburu.” Lalu mengambil wadah makanan milik Aisyah sebagai pengganti wadah yang pecah.

Namun Rasulullah pernah marah kepada Aisyah tatkala malam-malam Rasulullah keluar rumah karena dipanggil Jibril. Aisyah yang saat itu cemburu, mengendap-endap mengikuti Rasulullah hingga tiba di pemakaman Baqi’.

Rasulullah tahu ada yang membuntutinya. Ketika beliau hendak pulang, Aisyah langsung lari agar lebih dulu tiba di rumah. Mengetahui Aisyah tadi membuntutinya, Rasulullah marah. “Apakah engkau mengira Allah dan Rasul-Nya akan menzalimimu?”

Tetapi Aisyah wanita yang cerdas. Ketika Rasulullah menjelaskan bahwa beliau pergi ke pemakaman Baqi’ karena diundang Jibril, Aisyah lantas bertanya apa yang harus diucapkan ketika masuk pemakaman.

Jadi, cemburu yang wajar itu diperbolehkan bahkan disukai Allah. Sedangkan cemburu berlebihan hingga mencurigai suami atau berburuk sangka kepadanya, itu yang dilarang.

Lantas bagaimana mengelola rasa cemburu yang datang kepada kita? Ini tipsnya.

1.Berhenti sejenak, beri jeda pikiran

Saat muncul cemburu, biasanya sulit untuk berpikir jernih. Karena terbakar cemburu, umumnya orang segera mencari kambing hitam atau langsung menyalahkan pasangan. Cobalah memberi jeda pada pikiran kita sebelum mempercayai apa yang kita lihat atau rumor dari orang lain.

2. Terima reaksi tubuh

Ketika cemburu, tubuh akan memunculkan sejumlah reaksi fisik. Tekanan darah naik, detak jantung makin cepat, nafas pendek-pendek. Kondisi ini kerap membuat tindakan kita kurang pertimbangan. Terimalah dulu reaksi fisik ini, biarkan tubuh kita bersahabat dengan keadaan agar tidak salah melangkah.

3. Salurkan energi

Saat cemburu, energi jadi meningkat karena terbakar amarah. Nah, dari pada salah langkah, salurkan energi yang ada dalam tubuh kita dengan cara olah raga, gerak tubuh atau jalan-jalan. Lumayan kan bisa membakar lemak.

4.Cek fakta-faktanya

Ke mana kita akan mengecek ya tentu ke pasangan kita langsung. Masa ke tetangga😆 dengan cara yang terbaik tanpa menyinggung atau menghakimi.

5. Kuatkan kepercayaan kepada pasangan

Ingatlah betapa indahnya saling mencintai. Hadirkan kembali kebaikan-kebaikan pasangan. Percayalah pada pasanganmu sepenuh hati dan ungkapkan perasaanmu.

6. Perbanyak doa

Yang terakhir jika urutan 1-5 sudah diikhtiarkan, maka kembalikan kepadaNya. Jika ada kesalahan suami, mintakan ampunan kepada Allah dan minta agar Allah membimbingnya ke jalan yang benar. Minta kepada Allah agar dijadikan pasangan cinta sehidup sesurga.

Semoga enam langkah mengelola cemburu ini bermanfaat dan bisa kita amalkan. Dan semoga keluarga kita Allah jadikan keluarga cinta sehidup sesurga. Penuh cinta di dunia, kembali bersama kelak di surga-Nya. [Ummi Liha/KeluargaCinta]