Menikah karena Tak Sengaja Melihat Kaki Akhwat

Mari sampaikan penghormatan dan doa yang tulus kepada akhwat-akhwat yang telah berupaya menjaga auratnya. Mari doakan semoga dengan itu, Allah Ta’ala menjaga kesuciannya hingga ajal menjemputnya. Semoga keistiqamahan itu pula mengantarkannya mendapatkan suami yang shaleh, kemudian kelak mendapatkan surga sebagai balasan terbaik atas semua amal shalehnya.

Terkisahlah seorang aktivis dakwah di sebuah kampus. Saat hendak pulang, ia kembali ke sekretariat Lembaga Dakwah Kampusnya sebab ada barangnya yang ketinggalan. Saat itu, waktu sudah sore, kampus sudah sepi, dan sudah tidak ditemui tanda-tanda kehidupan di sekretariat.

Namun, pintu sekretariat masih terbuka. Karenanya, ia mengucap salam untuk memastikan. Satu kali, dua kali, hingga tiga kali salam tidak ada balasan. Maka, ia pun masuk ke dalam ruangan untuk mengambil barangnya yang ketinggalan. Ia ingat, barangnya yang ketinggalan terletak di sebuah ruangan di dekat kamar mandi.

Saat ia menuju tempat tersebut, seorang akhwat baru saja keluar dari kamar mandi. Keduanya pun terperanjat, apalagi si akhwat tidak mengenakan kaos kaki saat keluar. Ia pun kembali masuk ke kamar mandi, sedangkan si ikhwan segera keluar setelah mengambil barangnya.

Malamnya, si ikhwan menerima pesan singkat dari penanggung jawab (mas’ul) bidang keputrian. Dalam pesannya itu, beliau menyampaikan kejadian yang dialami salah satu adik tingkatnya itu. Si ikhwan pun menjelaskan bahwa ia telah ucapkan salam tiga kali, dan seterusnya.

Namun, masih menurut mas’ul keputrian, si akhwat masih merasa malu dan tidak akan kembali bergabung ke lembaga dakwah kampus setelah kejadian itu. Saat si ikhwan sampaikan perasaan bersalahnya dan bertanya, “Apa yang harus saya lakukan sebagai bentuk tanggung jawab atas kekhilafan tersebut?” Sang mas’ul menjawab, “Saya tidak tahu, dia hanya mengatakan, ‘Sebelum si Fulan halal bagi saya, rasa bersalah ini tidak akan hilang dari hati.'”

Qadarullah, berbekal niat yang teguh dan semangat menjaga diri, apalagi si ikhwan juga senantiasa menjaga pandangannya selama ini, dua pekan setelah kejadian itu, ia datang melamar si akhwat. Dan, keduanya pun menikah dengan walimah yang amat sederhana.

Semoga Allah Ta’ala melimpahkan keberkahan kepada pasangan yang telah bersungguh-sungguh dalam menjaga dirinya dari dosa ini. Semoga banyak ikhwan lain yang membaca kisah ini, kemudian tergerak untuk bersegera dengan niat yang tulus; hanya karena Allah Ta’ala, dan menjalankan sunnah Nabi-Nya. [Pirman]

Rujukan: Dua Jiwa Satu Surga, Pro-U Media, Yogyakarta.

Terbaru

- Advertisment -