Pertimbangkan Ini Baik-baik Sebelum Anda Menikahi Janda

Menikahi janda, sebagaimana disebutkan dalam berbagai riwayat, memang memiliki banyak keutamaan. Riwayat itu semakin diperkuat dengan teladan dari Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang lebih banyak menikahi janda di sepanjang usianya. Beliau hanya satu kali menikah dengan wanita yang masih lajang.

- Advertisement -

Meski demikian, kaum Muslimin tidak boleh serta-merta mengkampanyekan secara berlebihan terkait keutamaan menikahi janda. Sebab, sebagaimana resiko masalah menikahi perempuan yang belum pernah dinikahi, menikah dengan janda pun demikian; ada peluang ketidakbaikan dan masalah di baliknya.

Oleh karena itu, siapa pun yang hendak memutuskan untuk menikahi janda, perakra ini sangat penting untuk dipertimbangkan. Persoalan ini sangat terkait erat dengan bahagia atau tidaknya pernikahan yang Anda jalani jika benar-benar memilih menikahi seorang janda, apalagi jika ia sudah memiliki anak.

***

Dalam beberapa hari terakhir, banyak kasus yang sampai kepada kami. Anak-anak itu mengisahkan tentang kehidupan di dalam rumahnya. Kebanyakan masalah bermula dari seorang anak yang memiliki orang tua tiri; ayah atau ibu.

Baik orang tuanya menikah atau dinikahi lagi karena pasangan sebelumnya meninggal dunia atau karena cerai hidup.

Umumnya, persoalannya bermula dari ketidakharmonisan antara bapak atau ibu tiri dengan anak tirinya. Lebih khusus lagi, persoalan itu disebabkan karena kekurangan ilmu hingga masing-masing pihak menimbun kesalahpahaman di dalam benaknya masing-masing.

- Advertisement -

Ada anak yang mengeluhkan tentang ibu tirinya karena membatasi si anak dalam soal makanan. Bahkan, si ibu membatasi dan membedakan antara jatah makan untuk anak tiri dengan anak kandungnya. Saking akutnya, si anak sampai mengeluh dan pernah hampir pingsan lantaran hanya diberi makan sedikit, sedangkan kebutuhan makannya banyak lantaran gemuknya badan.

Ada juga anak tiri yang seperti berbuat makar terhadap ibu tirinya. Sebabnya karena ketidaktahuan dan buruk sangka. Dalam benak si anak, ibu tiri itu jahat. Mental block inilah yang menjadi sebab sehingga si anak enggan membuka ruang kebaikan di dalam sanubarinya.

Ada juga anak tiri yang bersikap layaknya bos. Banyak hal yang dia minta kepada ibu tirinya hingga terkesan memalak. Ia seperti memanfaatkan kebaikan ibu tirinya.

***

Inilah yang harus dipikirkan para lajang ketika hendak menikahi janda. Atau para Muslimah yang hendak menerima lamaran duda. Hendaknya hal ini dipertimbangkan masak-masak. Jika persoalan ini berhasil Anda musyawarahkan dan pertimbangkan dengan baik, insya Allah rumah tangga Anda akan bahagia. Begitu pula sebaliknya. Rumah tangga Anda akan berantakan jika hal ini diremehkan.

- Advertisement -

Tentu, Anda harus memiliki ilmu setelah iman dan taqwa kepada Allah Ta’ala.

Wallahu a’lam. [Pirman/Keluargacinta]

- Advertisement -

Terbaru

Keutamaan Membaca Ayat Kursi di Malam Hari

Ada dua waktu istimewa di malam hari untuk membaca ayat kursi. Kedua-duanya memiliki fadhilah alias keutamaan yang istimewa. Dua...

Pengakuan Bantal, Saksi Bisu Gersangnya Hubungan

Judul Pengakuan Bantal ini mengadopsi tulisan Dr Karim Asy Syadzili dalam bukunya, Kado Pernikahan. Isinya telah dikembangkan agar lebih relevan dengan kondisi...

Mengapa Muslimah Dilarang Cerita Kecantikan Teman pada Suaminya?

“Mas, temanku si Anita itu cantik banget. Ia rajin facial. Pakai skincare mahal..” Pernah mendengar kalimat seperti ini? Atau jangan-jangan Anda sendiri pernah ngomong...

Ini 32 Dosa Suami yang Meresahkan Hati Istri

Pernikahan adalah ibadah paling panjang waktunya. Jika sholat hanya sekitar 6 menit, sehari semalam hanya setengah jam. Puasa yang sehari 14 jam pun, hanya...