Pernikahan

Menikahlah, Maka Engkau Akan Kaya

Hujan deras mengguyur bumi Surabaya saat pasangan suami istri itu sampai di jalan tol. “Dulu kita pernah mau ke toko buku seperti ini akhirnya kembali pulang karena hujan ya Dik,” kata sang suami sambil menyetir.
“Iya Mas. Bukan hanya sekali, tapi beberapa kali,” sahut istrinya sambil tertawa mengenang peristiwa itu.

Waktu awal-awal menikah, mereka memang hanya punya sebuah motor ‘butut’. Itu pun hadiah dari orang tua. Jika lupa membawa jas hujan, mereka berteduh di tepi jalan saat hujan lebat menghadang. Bahkan sekalipun membawa jas hujan, jika perjalanan yang ditempuh cukup jauh, mereka bisa terhalang dan membatalkan rencana bepergian.

Ketika menikah, ikhwan tersebut hanya bergaji Rp 650 ribu. Seperti kebanyakan aktifis dakwah saat itu, mereka tidak terlalu berpikir tentang bagaimana bisa hidup layak setelah menikah. Mereka pun makan seadanya. Tempe, tahu; yang penting bisa makan. Dalam setahun, lebih dari tiga kali listrik rumah kontrakan mereka diputus sementara oleh PLN karena telat membayar.

Seiring bertambahnya usia pernikahan mereka, Allah Subhanahu wa Ta’ala menambah rezeki mereka. Karir sang suami meningkat cepat. Prosentase gajinya naik melebihi teman-temannya yang lebih lama bekerja di sana. Lalu di tahun keempat, ia pindah kerja dengan penghasilan yang lebih tinggi. Kemudian Allah memberinya kemudahan merintis bisnis.

Kini, pasangan suami istri itu telah memiliki rumah sendiri. Dua rumah; satu atas namanya, dan satu lagi atas nama istrinya. Allah juga memberi mereka kendaraan dan melipatgandakan penghasilan mereka puluhan kali lipat. Hingga suatu saat, ikhwan tersebut berkata kepada salah seorang personil bendahara harakah di daerahnya: “Sekarang berapa infak tertinggi ikhwah kita, dan saya masuk peringkat berapa? Saya ingin berinfak paling besar diantara seluruh ikhwah kita, semoga Allah mengabulkannya”

وَأَنْكِحُوا الْأَيَامَى مِنْكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ إِنْ يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

“Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. An-Nur : 32)

Sungguh benar janji Allah: Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Jika mereka miskin, Allah yang akan membuat mereka jadi kaya.

Sebagai seorang mufassir yang sangat memahami Al Qur’an, Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu memberikan nasehat berlandaskan janji Allah ini: “Carilah kecukupan dalam nikah.” Jika engkau ingin cukup, ingin kaya, maka menikahlah.

Ketika menafsirkan ayat di atas, Ibnu Katsir menceritakan kisah seorang laki-laki yang tidak memiliki apa-apa selain sehelai sarung yang dikenakannya. Ketika menikah, ia tidak memiliki barang apapun yang bisa digunakannya sebagai mahar. Bahkan cincin besi pun tak bisa ia dapatkan. Lalu oleh Rasulullah ia disuruh memberikan mahar berupa mengajari istrinya ayat-ayat Al Qur’an yang telah dihafalnya. Qadarullah, setelah menikah ia dapat mencukupi nafkah untuk keluarganya.

Rasulullah mempertegas janji Allah terhadap orang yang menikah ini dalam sabdanya:

ثَلَاثَةٌ كُلُّهُمْ حَقٌّ عَلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ عَوْنُهُ الْمُجَاهِدُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالنَّاكِحُ الَّذِي يُرِيدُ الْعَفَافَ وَالْمُكَاتَبُ الَّذِي يُرِيدُ الْأَدَاءَ

“Ada tiga orang yang berhak mendapatkan pertolongan Allah Azza wa Jalla, yaitu orang yang berjihad di jalan Allah, orang yang menikah karena menghendaki kesucian, dan budak mukatab yang bertekad melunasi kebebasannya” (HR. An Nasa’i)

Pasangan suami istri di awal tulisan ini telah merasakan pertolongan Allah tersebut. Jika sebelum menikah mereka menerima pemberian dari orang tua. Kini dengan izin Allah, gantian mereka yang memberi kepada orang tua.

Jadi, adakah yang masih takut menikah karena alasan ekonomi? Semoga tidak lagi. Sebab, Allah-lah Sang Maha Pemberi rezeki. [Muchlisin BK/Keluargacinta.com]

71 Comments

  • HIkmat 3 Desember 2014

    Subhanallah..

    Emang tetapi, Bagi saya saat ini sangat sulit untuk seperti itu, Terkecuali untuk di zaman sekarang ini Mampu dalam arti keadaan Ekonominya/Materi.
    tolong kasih masukannya juga yah, heeee
    Tambahan ilmu

    • Edi Trisiandi 13 Desember 2014

      kuncinya selalu merasa cukup

  • mita 3 Desember 2014

    Kalo ada laki2 dan prmpuan sudah wajib hukumnya menikah.smntara orgtua si lelaki tidak ridho dngan alsan yg tidak bsa dtrima akal sehat.kmudian si lelaki tetap mnikahi si prmpuan tnpa ijin orgtua,apakah si lelaki bsa dkatakan anak durhaka?

    • nugroho 5 Desember 2014

      tambah ilmunya. ada di buku Aku Kau dan KUA. Tks.

    • Bravo 6 Desember 2014

      NIKAH adalah kewajiban individu berdasarkan perintah Sang Pencipta, kepatuhan kepada orang tua adalah wajib, selama tidak bertentangan dengan perintah ALLAH.

    • habib 7 Desember 2014

      penolakan seorang wali atas pernikahan anaknya, dg alasan tidak syar’i maka telah gugur haknya dia sbbg wali. Walinya ada pd pemerintah, atw skrng KUA. #wallahu’alam

    • Aman 7 Desember 2014

      sama seperti masalah yang ada sy hari ini.. akhirnya maksiat bergelimpangan. ya allah ampuni aku

    • RianTampan 8 Mei 2016

      Tergantung dr sudut pandang org tua, klo dianggap perempuan tdk layak krn akhlak berarti durhaka, klosudut pandang karena materi kembalikan semua kepada Allah cukup si lelaki istiharoh, dan mempermantab keyakinan dan niat menikah karena semata2 ibadah karena Allah

  • Hasan Arief 4 Desember 2014

    Subhanallah, Insya Allah

  • anzar 5 Desember 2014

    imposible.
    ini hanya kebetulan dan hanya untuk sebagian orang. jangan mudah percaya dgn analogi analogi dan atau contoh kasus yg direkayasa. buktinya tidak banyak pasangan nekat menikah malah akhirnya berujung perceraian

    • aisyah 12 Februari 2015

      Itu yg kamu sangkakan dan itu yg akan terjadi pada dirimu 🙂

    • Tal 14 Juni 2016

      Exactly. Bukan menikahlah supaya kaya. Menikahlah ketika sudah kaya (re: sudah mapan finansial).

  • Aan N 6 Desember 2014

    Amiiin, insyaallah kami akan secepatnya menikah. Mohon doa nya smg diberi keberkahan sakinah mawadah warahmah Allahumma amiiiin

    • Marvin 14 Februari 2016

      Hey.I’m working on a scoohl projekt. And cd found a photo of a really cute baby, that i really could use. Is there someone who know, where i could get permission to use this photo?It will not be made public largess.Thanks

  • ani 6 Desember 2014

    Allahu Akbar, kalo cerita di atas punya sepeda motor & penghasilan 650 rb. saya dan suami alhamdulillah kemana-mana selalu jalan kaki dan penghasilan 300 rb/ bulan ( alhamdulillah, sebenarnya kedua orang tua kami tergolong keluarga mampu).namun setelah menikah, kami berdua bertekad untuk mandiri dari orang tua. kos satu kamar, kemana2 berjalan berdua (cie…., romantis banget dech ) Alhamdulillah, setelah menikah dan punya anak pertama, rejeki mengalir tiada henti, hingga sampai saat ini kami sudah punya rumah & kendaraan sendiri. Fa-biayyi alaa’i Rabbi kuma tukadzdzi ban (Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?)

    • Kurnia 12 Februari 2015

      Amiiiiinnn yra .

  • Nurcholis 6 Desember 2014

    Alhamdulillah saya sudah membuktikan janji Allah tersebut, dan bahkan hampir sama dengan yang saya jalani saat itu dan kini alhamdulillah Allah memberikan yang lebih kepada saya dan keluarga

  • muhammad nasir 7 Desember 2014

    insya allah saya akan menikah,..Allahu Akbar
    trims motivasinya

  • nia 7 Desember 2014

    saya perempuan memang masih muda namun pasangan 7thn lebih tua dibanding saya.. saya ingin segera menikah namun pasangan saya terkendala kakak laki laki belum menikah dan menurutnya ekonomi dy belum stabil. apakah saya tetap bersabar menunggu ?

  • mukhsi 7 Desember 2014

    Kurang lebih apa yang saya alami menikah pd umur 24 tahun kurang lebih sama dengan cerita diatas. Akan tetapi menurut saya bahasannya mungkin lebih baiknya dengan menikah janganlah takut miskin, akan tetapi justru akan menjadi kaya. Karena akan menjadi salah niat apabila orang menikah karena ingin kaya

    • Nabita 14 Februari 2016

      As-salaamu’alaykum wa Rahmatu Llahi wa Barakatuhu my dearest sitesr Nakia,Ooohh this looks fun!Are you going to attend?? It’s not too far from me.. I might just go :DHey Nakia.. like IIT’s logo ;D I designed it!Thanks for sharing.Love Farhana

  • Siska 8 Desember 2014

    Aku ingin sekali segera menikah. 🙁

    • ari 12 Februari 2015

      knpa gk segera menikah ?

      • Cintia 14 Februari 2016

        Hi kamila, Nice to see you here again Well, All pucitres have different owners, Can you point me which pics you want so i can give you the contact of real owners and one another thing, These wallpapers are free So i think no need of permission.

  • AEL 9 Desember 2014

    kalau saya, nikah tapi masih merepotkan orang tua. mungkin karna dari awal saya di paksa nikah dan suami juga “terserah, nikah ma siapa ja boleh” jadi tidak ada niatan membangun rumah tangga.
    Saya tidak niat dan kalau bukan karena dukun sialan yang bilang ke bapak saya untuk menikahkan saya dengan suami sekarang, saya pasti tidak akan mau menikah dengan dia. Saya di paksa dari dukun, bapak dan keluarga dia untuk menikah. Dia juga tidak niat karna dia tidak suka cewek gendut seperti saya. Rumah tangga macam apa yg saya jalani ini? Saya berharap untuk segera bercerai secepatnya.

    • nur 10 Desember 2014

      to mba ael..
      semoga njen mendapat kemurahan dan rejeki yang melimpah
      ehm..memang jalannya Tuhan harus begitu mba.. mba sedang diuji untuk naik derajat yang lebih,,
      biar gimanapun suami mbak, diikhlaskan, dy aadl suami njen.. dan tetap bersabar dan bersyukur ambil didoakan bapak suami Anda dibukakan.
      justru njen harus membuktikan, Anda istri yang mampu meluluhkan hati suami Njen

    • yudi 19 Februari 2016

      Jangan gt buuu,salah satu cara menerima pasangan tu dengan mensyukuri bukan mengkufuri,makasih

  • Eca 11 Desember 2014

    Semoga Allah segera menjawab doa dan harapan kita aamiin..

    • Godfrey 14 Februari 2016

      Hi Kamila, These pictures are not mine so can’t tell you anniythg. This is just a collection. If you need them then contact the real owner. Thanks

  • chez 13 Desember 2014

    Saya seorang laki2 yang sudah sangat ingin sekali menikah.
    Beberapa waktu lalu saya mengutarakan keinginan saya kepada orang tua pacar saya untuk meminang anaknya, setelah hampir 3 tahun kami menjalani hubungan pacaran.
    Bukannya restu tulus yang saya dapatkan tetapi justru keharusan untuk terlebih dahulu mengumpulkan dana guna kebutuhan acara resepsi pernikahan yang jumlahnya mencapai puluhan juta rupiah.
    Saat itu saya sampaikan kalau saya sudah ada beberapa gram emas dan sejumlah uang yang mungkin bisa untuk mencukupi mahar dan kebutuhan biaya penyelenggaraan resepsi pernikahan, dan saya juga sudah mempunyai pekerjaan tetap dengan penghasilan yang stabil, tetapi ternyata hal itu belum cukup dan mereka menganggap bahwa pernikahannya bisa ditunda sampai nanti saya sudah ada cukup dana sesuai dengan apa yang mereka harapkan.
    Apakah laki2 biasa seperti saya yang tidak mempunyai banyak uang untuk menyelenggarakan acara resepsi pernikahan mewah tidak berhak untuk menikah???

  • cia 13 Desember 2014

    Ingin menikah dg jalan yg d berkahi oleh Allah… aamiin..

  • Nanda 13 Desember 2014

    Saya kox jdi pingin nikah…heheee

  • Silva 14 Desember 2014

    artikelnya menarik,s ayang sekali terganggu oleh posisi iklan yang menutupi sebagian artikel sehingga saya tidak bisa nyaman membacanya

  • romadona 15 Desember 2014

    subkhanallah…tapi saya masih takut,karena selain miskin saya juga sakit-sakitan,jadi sebaiknya saya bagaimana ya? padahal sebenarnya dah pingin banget.

  • dj 15 Desember 2014

    Saya berusia 24 dan cowok saya berusia 25 tahun. Kami berdua sudah berniat ingin menikah secepatnya untuk menghindari fitnah dan dosa. Org tua saya sangat mendukung. Tapi org tua cowok saya mengharuskan dia menyelesaikan study nya dulu baru diijinkan untuk menikah. Org tua nya memang otoriter dan protektif. Sekitar 2 tahun lagi study nya baru selesai. Bukan kah jika kita sudah mampu, sebaiknya segera menikah ya? Apa saya harus menunggu 2 tahun lagi untuk mendapatkan restu dari org tua cowok saya? Trim’s

  • Nanto 16 Desember 2014

    Saya btuh masukan,,saya udah tnangan,pngen cpet2 menikah tpi sya blum mampu dlam hal vinancial??sya tkut rumah tangga sya berujung dlam perceraian,karna tman2 di sekeliling sya seperti itu….

    • Aris 26 Maret 2015

      Berdoa sungguh-sungguh, meminta pada Allah, agar tidak terjadi hal yang seperti itu mas. InsyaAllah, Allah pasti mendengar doa hambaNya, dan insyaAllah akan Dia kabulkan. Intinya berdoa mas dan ikhtiar, Allah pasti berikan berbagai kemudahan. InsyaAllah. Semangat!!!

    • Josechacko 14 Februari 2016

      maybe you should call the coamnpy and let them know, who knows they have ‘best drivers’ award. that should be rewarding enough. so that good deeds could be encouraged, and spread 🙂

    • yudi 19 Februari 2016

      Mas nanto@ belum nikah kog udh bilang cerai?begini menikhlah dengan yg bisa menerima keadaanya mas,jangan takut Allah maha menepati janji,bissmillah jangan takut

  • kiew lammoh 12 Februari 2015

    Subhanalloh…terasa dan realita adanya,tak di pungkiri pengalaman pribadi ada semacam kemiripan, masyaa alloh

  • yul 12 Februari 2015

    Ingin menikah untuk menghindari omongan Dan dosa..
    Tapi bimbangnya apakah setelah menikah kita msh bisa mengejar mimpi,msh bisaa melanjutkan study???
    Kadangkala tidak didukung oleh suami…
    Jadi bagaimana????

  • lailatulwally 12 Februari 2015

    Sempurnakan Ibadah pada Robb mu dari pemenuhan kebutuhan hidup karena ……
    DIA Yang Maha Kaya yang Memenuhi Hidup mu….!!!

  • Wahyy 13 Februari 2015

    Assalamualaikum wr wb
    Saya berumur 24 tahun tetapi saya ingin cepat menikah, apa karena saya berfikiran berlebihan atau apa, tetapi saya ingin tanpa menghiraukan keadaan ekonomi saat ini. Saya ingin menikah hanya karena saya ingin menjauhi zina dan dosa semacamnya. Tetapi, ortu saya selalu berkata menikah jika sudah sukses ekonominya.
    Tak tahu lagi mau bgaimana, semakin sy menunda nikah, tanpa disadaripun, saya merasa dosa saya sdh tidak karuan banyaknya, emosi semakin tak terkendali, makin jauh dari kedamaian, dan macam2. Ditambah emosi mndengar ortu sy berkata menikah setelah sukses ekonomi. Padahal, saya juga tidak akan membiarkan anak dan istri saya terlantar nanti. Saya masih tetap pada keyakinan jika menikah karena Allah, Allah akan memberikan kelancaran.

    • Aris 26 Maret 2015

      Keyakinannya jangan pernah luntur mas. Untuk masalah orang tua mas, mas buktikan dulu kesungguhan mas kalau mas sudah sanggup untuk membina keluarga. Bukan dari kecukupan ekonomi, tapi mulai dari perubahan diri sendiri, tunjukkan perubahan diri mas. Berdoa dan berusaha, juga memberikan pengertian pada orang tua secara perlahan-lahan dan santun. InsyaAllah, semoga niat mas diberi kelancaran, asal yakin dengan Allah. Semangat!!!

  • Hani 13 Februari 2015

    Alhamdulilah,sdh 2,5 tahun menikah rejekinya lancar dan barokah dg sendirinya.Alhamdulilah skrg sdh punya gubuk sendiri,usaha sendiri dg penghasilan sendiri tanpa bantuan ortu sekalipun.Meski begitu,do`a restu ortu dan mertua yg di harapkan.

  • adiantono 15 Februari 2015

    saya sudah ada niat tapi blm ada prsiapan materi yg matang..

    • Mustapha 14 Februari 2016

      almost all Blue Bird drivers are that psoaesrionfl.. some of my friends got the same accident and the drivers returned it without asking for reward. not only in jakarta, blue bird in other cities are also that psoaesrionfl 😀 (just share some info, not giving any adv here hahahaha 😛

  • pipih sopiyanah 11 Maret 2015

    Seandainya mempunyai pemikiran yg sama..
    Dengan niat ibadah karna Allah..
    Jika materi bisa dicari dan berjuang bersama sama..
    Ya Allah..indahnya..:)

  • alfian 25 Maret 2015

    Sangat menginpirasi. Semoga yg ingin segera menghalalkan pasangannya dapt di mudahkan jalannya.
    termasuk saya.amin.
    bener apa kata mba pipih sopiyanah.
    ya allah indahnya.
    Apa lagi niat karna allah
    Pasti allah akan membantu.

  • Adi 26 Maret 2015

    Semua ini bersamaan dengan ilmu,sulit sekali mencari keberkahan seperti ini. Jika seorang laki-laki telah siap kondisi apapun menuntut kecerdasannya secara aqli, juga ikhtiyarnya menyempurnakan tanggung jawab seorang kepala rumah tangga. Ini tidak cukup dengan bermodal apaadanya melainkan semangat yg dikondisikan dg ilmu, silaturahiem (network), jual beli, bekerja di perusahaan, dll (intelektual), semoga kita semua mendapatkan kondisi yg seperti ini dari seperribuan kemungkinan yg dicapai oleh orang2 shalih mawas diri,tidak menyerah pada keadaan tp terus meluruskan niatnya … Jiayou xie xie ta jia (y) nimen wo hen jiaoxing a….

  • ateam 27 Maret 2015

    Smoga tahun ini terlaksana.amin

  • riyanti 27 Maret 2015

    Subhanallah. Rasanya ingin segera menyempurnakn separuh agama melalui ibadah menikah.
    Sy 22 tahun, inshaAllah sbentar lg study selesai, calon imamku sudah siap mnikahi sy stelah lulus nnti, ortunya pun sudah merestui. Calon imamku bkerja sbgai karyawan swasta, penghasilanx pun saat ini, inshaAllah cukup utk memenuhi kbutuhan sehari-hari. Ibadahxpun inshaAllah baik, dan dia sdg dlm usaha memperbaiki diri, memantaskan diri dan terus belajar bgmana mnjadi imam dan pemimpin keluarga. Namun kendalax dr keluarga sy yg menginginkan sy utk memiliki pkerjaan dlu (PNS) br mnikah, pdhal utk meraih itu masih butuh wktu 3-5 tahun lg (itupun klo rezeki sy jd PNS). Pdhal keinginan utk segera mnikah sudah sangat besar, utk mnghindari maksiat, dan dgn niat ibadah kpda Allah.
    Mohon saranx. Terimakasih.

  • arda 27 Maret 2015

    saya pernah hampir menikah.
    di adat saya, pihak wanita yg harus datang duluan ke tempat laki-laki.
    dan kami sadari itu semua.
    tapi pihak wanita akhir nya memutuskan untuk membatalkan pernikahan, karena asalan dari ibu nya(si wanita) belum ada yang pernah melanggar perjodohan. padahal kami di jodohkan oleh kakak – kakak kami.
    1 bulan perkenalan saya dengan keluarga wanita, sudah cukup mengetahui pola hidup mereka.
    setelah memutuskan hal tersebut, si wanita mulai di luar kendali. yang awal nya tak pernah keluar kecuali dengan ortu ato keluarga nya. sekarang si wanita sudah berani kemana-mana dengan yang bukan muhrim sampai menginap.
    bagi mereka uang uang adalah segalanya. dan jika ingin punya uang banyak harus tinggal di jakarta.
    saya lebih suka tinggal di desa, dengan masyarakat yang harmonis, kerukunan di sana sini.
    sekarang saya lebih fokus saja pada kerjaan saya, dan yang saya cari ketenanga hidup bersama keluarga, susah senang di hadapai orang tua saya. semoga mendapat yang lebih baik lagi.

  • nining dwi jayanti 27 Maret 2015

    saya menikah hampir…9thun…awal pernikahan…sungguh kami lalui..dr nol…mulai dr hutang…buat makan..dan kep sehari2…alhamdulillah…kini puny sedikit rejki yang bs kami sisihkan untuk anak kami…semoga Allah slalu melancrkan stiap rencana kehidupan kluarga kcil kami….amin…..

  • husni 27 Maret 2015

    Trima kasih atas artikel yang sangat bermanfaat ini, juga sangat memotivasi

    • Tachibana 14 Februari 2016

      Alhamdulillah.. Allah maha baik… I have just lost my ipad and then someone, a cnheise man handed it back to me… Alhamdulillah… Allah is always good all the time and lucky us for having a chance to meet those kind people with high integrity 😀

  • HARIDAYYAUM 27 Maret 2015

    subhanallah. aku menikah gajiku malah ndak genap 500ribu. tapi alhamdulilah cukup

  • novi meyshely 27 Maret 2015

    Pernikahan q terhalang restu orang tua 🙁 semoga kami mampu melalui ujian ini. Aku juga ingin menjadi wanita yg sempurna sebagai seorang istri dan ibu yg baik untuk anak” ku kelak

  • Uun 27 Maret 2015

    apakah kl kita menginginkan Rejeki dari Alloh maka kita harus menikah dulu ?bagaimana dengan berdoa berusaha dan berikhtiar ?sebenarnya saya hanya seorang perempuan yang ingin berbakti kepada orangtua terlebih dlu sblm mnikah, karena ada beberapa mimpi untuk mmbahagiakan mereka, tp entah mengapa sampai umur 25 ini saya blm mnemukan jalannya, ya Robb 🙂

    • yudi 19 Februari 2016

      Uun,menikahlah

  • ahmad badjeber 27 Maret 2015

    assalamualikum…….saya pengen gabung……cz saya merasa tersentuh membaca cerita diatas……karena saya pengen sekali menikah tp saya malu karna blm punya uang untuk melamar……apa yah yang harus saya buat..??/

  • alx 28 Maret 2015

    Saya sangat setuju dengan crita diatas. Setelah menikah saya mendapatkan rejeki yang melimpah yg ga pernah disangka2. Setelah menikah saya bisa membeli rumah. Dan rumah tersebut juga bisa saya dapat dibawah harga pasaran, punya mobil, motor, dan alhamdulillah dikaruniai anak yg lucu.
    Kadang saya agak menyesal klo nikah se enak ini knapa saya nikah tidak dari dulu

  • Fadhil 29 Maret 2015

    Subhanallah kisahnya, insyaAllah 2016 Amiinn Ya Rabb

  • me 7 April 2015

    Artikelnya menarik..ingin ikut sharing,
    Sy perempuan 26th sdh bekerja, pasangan sy 25th pny usaha kecil2an & msh kuliah. Sy sdh inginn menikah, takut dosa n mghindari fitnah, klrg sy merestui & menerima kondisi pasangan yg kul+kerja. Namun, sy merasa trkendala oleh pasangan n ortu yg merasa blm siap, ingin anaknya lulus dl n kerja (tetap) dl, itu berarti msh 1 thn lg atau lebihh.. 🙁
    Apakah sy hrs tetap sabar menunggu atau bagaimana? -______-

  • kemal 28 September 2015

    Subhanallah…..
    Saya mlh pengen cepat nikah tpi pasangan nya malah belum ada,. Apakah ada saran buat saya… susah bngt nyari pasangan tuh… Ya Allah

    • yudi 19 Februari 2016

      Mas kemal,sabar masih dpersiapkan jodohnya,perbaiki diri dan sll minta sama yg pnya jodoh

  • Robert 14 Februari 2016

    Wa ‘alaikum as salaam wa RahmatuLLAHI wa BarakatuhuDearest Farhana, It does look fun, doesn’t it? I don’t think we’ll be going tghouh. I’m not too good with the newborn outside for long periods just yet. It sounds like we’re on the other side of town from you. I used to live over that way. ;)take care, wa salaam, Nakia

  • rudi 7 Mei 2016

    Alhamdulillah janji Allah, telah aku rasa kan….
    Dari ikutan jualan dipasar penghasilan tdk cukup lalu menikah, jadi tkg parkir, coba daftar PNS lulus murni tanpa ada bayar, mulai gol II ….Alhamdulillah skrg sdh gol IV, berkat istri perlahan bisa beli rumah, kendaraan, tanah…..Alhamdulillah syukurillah……

  • Jack 8 Mei 2016

    Sangat menginspirasi, semoga rencana saya menikah tahun depan berjalan lancar.
    Saya pria 24 tahun, alhamdulillah sekarang sudah bekerja, sejak saya merencanakan pernikahan dari awal tahun ini, banyak sekali rintangan yg terjadi, namun Alhamdulillah Allah selalu memberi jalan keluar.
    Dengan semua yg sudah terjadi, tekad saya untuk menikah semakin bulat. Saya percaya bahwa rezeki adalah rahasia Allah, dan kita hanya bisa berencana serta berusaha. Dalam hati kecil ingin mengadakan resepsi seperti orang2, apa daya penghasilan saya sepertinya tidak memadai. Dengan waktu yg saya punya untuk menabung, semoga pernikahan yg saya idamkan bisa terkabul. Saya percaya bahwa Allah itu baik.

  • erni amir 9 Mei 2016

    Semoga Allah memudahkan pula jalanku tuk menuju hari bahagia n penuh berkah tersebut.menikah adalah wadah perbaxak pahala…bersma pasangan… mudahkan lab yaa Allah…

  • Pagar Panel 22 Januari 2018

    Mudah²an bisa segera untuk menikah

Comments are closed.