Mereka yang Menodai Pernikahan Alvin dan Larissa (2)


Lanjutan dari Mereka yang Menodai Pernikahan Alvin dan Larissa

Jika alasannya cantik lalu dinikahi, bukankah pacarnya anak seorang artis yang juga menawan dan cantik, tapi sampai sekarang belum menikah? Bukankah mereka justru asyik memamerkan zina pacaran berupa jalan berdua, bergandengan tangan, bahkan interaksi membuka aurat dan melakukan hubungan yang seharusnya hanya dilakukan oleh sepasang suami istri?

Maka mereka menikah bukan lantaran kecantikan atau ketampanan. Sebab jika dua hal itu alasannya, seharusnya mereka yang berpenampilan serupa pun gegas menyempurnakan akad nikah.

Kalian Ngapain Aja?

Ini di antara yang paling menyakitkan. Beredar gambar pendiskreditan terhadap orang yang belum menikah, padahal usianya sudah di atas angka dua puluh lima.

“Mereka 17 tahun sudah menikah. Kalian sudah 25++ belum menikah, selama ini kemana (ngapain) aja?”

Bertanyalah pada Alvin dan Larissa. Mereka menikah untuk melakukan  perintah Allah Ta’ala, menjalankan sunnah Rasulullah, dan menjaga diri dari zina. (Baca: ) Bahkan dalam beberapa keterangannya, Alvin tidak mendukung sepenuhnya nikah muda, kecuali jika didukung oleh faktor lain seperti kualitas iman, wawasan yang cukup, dukungan orang tua, dan lain sebagainya.

Kalimat dalam meme di atas hanyalah ulah oknum tidak bertanggungjawab yang niatnya baik tapi menempuh cara yang salah. Akibatnya, suatu kebaikan ditolak atau minimal dikritisi hingga terkesan kurang baik bahkan buruk.

Selayaknya kita mendukung Alvin yang nikah muda dan tidak mendiskreditkan mereka yang memang belum dikarunia rezeki pasangan hidup. Berbaik sangkalah bahwa mereka pun melakukan serangkaian usaha menuju pernikahan, bahkan di antara mereka ada yang mendapatkan kegagalan lebih banyak dari usaha menuju akad suci.

Mereka yang belum menikah di usia 25 lebih itu, bisa jadi juga tengah menyibukkan diri dengan ilmu dan bakti kepada orang tua, keluarga dan masyarakatnya. Mereka juga ingin bergegas, tapi takdir memang mustahil dipercepat.

Alangkah baiknya jika kita bersikap bijak. Bahwa mereka yang belum menikah, di usia berapa pun, harus diedukasi dengan pemahaman yang baik dan langkah yang riil hingga benar-benar mampu menapaki sunnah Nabi bernama nikah ini.

Jangan sampai materi dakwah yang kita sampaikan justru membuat orang anti terhadap ajaran dakwah yang teramat mulia.

Wallahu a’lam. [Pirman/Keluargacinta]