Rumah Tangga

Sunnah Nabi Saat Istri Datang Bulan

Betapa bahagianya kita yang telah ditakdirkan memilih Islam sebagai panduan hidup. Islam merupakan agama yang lengkap, menyeluruh, sempurna, dan menyempurnakan. Tiada satu hal pun terkait kehidupan umat manusia, melainkan Islam mengaturnya dengan sangat baik.

Maka seorang Muslim yang menghendaki kebaikan, termasuk dalam hidup berumah tangga, sudah pasti harus mengambil panduan dari mata air Islam yang amat jernih. Hanya dengan itulah, seorang Muslim akan mendapati bahagia dan berkah dalam rumah tangganya.

Saat seorang istri datang bulan, suami sering disergap galau. Dia terlarang ‘mendatangi’ istrinya. Padahal, karakter laki-laki dalam hal ini adalah mendesak, harus segera ditunaikan. Kegalauan suami ketika istri datang bulan ini, sejatinya lantaran kurangnya ilmu.

Sebab dalam kehidupan penuh pesona Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam dan para istrinya, ada teladan agung yang bisa dilakukan oleh suami dan istri agar keduanya bisa tetap bahagia saat sang istri didatangi tamu rutin saban bulan itu.

Malam itu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam memasuki kamar Ummul Mukminin Aisyah binti Abu Bakar. Beliau segera menuju tempat shalatnya, lantas beribadah kepada Allah Ta’ala hingga istrinya itu tertidur.

“Dekatkanlah dirimu kepadaku,” pinta Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam kepada istrinya, saat merasa kedinginan.

“Sungguh,” jawab sang istri, “aku sedang datang bulan.”

“Walau sedang datang bulan,” tutur sang Rasulullah, “(mendekatlah) dan bukalah pah*mu.”

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud Rahimahullahu Ta’ala dan dikutip oleh Salim A. Fillah dalam Bahagianya Merayakan Cinta ini, Ummul Mukminin menjelaskan, “Lalu, aku membuka kedua pah*ku sementara beliau meletakkan pipi dan dadanya di atas pah*ku. Aku juga membungkukkan badanku kepada beliau, hingga beliau merasa hangat lalu tertidur.”

Wahai para istri, lakukan ini kepada suamimu, meski engkau sedang datang bulan. Inilah petunjuk agung dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam. Jika engkau berhasil melakukannya, selain bahagia dan tercukupinya suamimu, insya Allah ada pahala agung yang menanti karena menjalankan sunnah yang mulia.

Sebagai panduan lain agar para suami tidak galau saat istrinya kedatangan tamu bulanan itu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam menjelaskan sebagaimana diriwayatkan oleh Imam ath-Thabrani, “Segala sesuatunya boleh, kecuali jima’.”

Wallahu a’lam. [Pirman/Keluargacinta]

2 Comments

  • Mukmin 30 Mei 2016

    Syatwat mulu dipikirin min…min 😀

  • Sultana zubaidi 30 Mei 2016

    Mukmin… itu contoh dr nabi kpd umat manusia, supaya kalau waktunya istrinya bulanan suaminya ga gentayangan ke tempat2 pelacuran, endingnya ntar istrinya ketularan AIDS/ penyakit kelamin.

Comments are closed.