Pernikahan

Sebab Utama Gagalnya Malam Pertama dan Dampak Buruknya

Para tamu sudah undur diri. Keluarga sudah bergegas merapikan segala peralatan dan perlengkapan. Semuanya sibuk dengan agenda yang telah disiapkan bersama keluarga. Anda dan pasangan, kini tengah berada di ruangan yang benar-benar baru. Baru ditempati. Baru pertama kali berdua. Sedekat itu.

Anda sudah terlebih dahulu berganti gaun. Sedangkan pasangan Anda masih berada di kamar ganti, sekaligus membersihkan badan. Keduanya sibuk dengan dialog batin dan pikiran yang dipenuhi penasaran. Jantung penuh debar. Badan sedikit bergetar. Ada haru, bahagia, suka, cita, dan semua rasa bermakna bahagia. Bercampur menjadi satu dalam kombinasi yang mengasyikkan.

Saat itu, jangan lupa untuk memulainya dengan sunnah. Ucapkan salam selembut mungkin. Masuklah kamar dengan tangan kanan sembari melafal basmalah. Tutup pintu. Kunci. Lalu, berjalanlah dengan pelan. Seromantis yang bisa kalian lakukan. Sebab, ini tak mudah. Sebab, ini yang pertama.

Setelah itu, bisikkan ke telinga pasanganmu, jika ia belum tahu. Bahwa sebagai imam, ada sunnah mengecup kening sembari membaca doa barakah. Agar kalian berdua diberkahi dan senantiasa berada dalam suasana yang bermakna tambahnya kebaikan itu. Pelan-pelan saja. Selembut mungkin. Pejamkan mata. Pegang pundak istrimu. Atau lingkarkan tangan di pinggangnya. Sentuh. Lalu, cengkeram kecil-kecil. Kecup keningnya. Pejamkan matamu. Rasakan desir halus yang menjalar melalui hati, pikiran, dan sekujur badanmu.

Saat itu, Anda boleh melakukan apa saja yang disarankan syariat. Boleh langsung ‘makan’ sebagai ‘buka puasa’ yang penuh barakah. Atau, silakan nikmati ‘camilan’ dulu. Santai saja. Jangan buru-buru.

Satu hal yang perlu diingat; jangan terburu-buru. Waktu Anda masih lama. Episodenya baru saja dimulai. Lembaran pun masih tebal. Anda baru membuka sampulnya. Benar-benar masih baru. Jadi, ingat satu hal; jangan terburu-buru.

Sebab, ada yang siap langsung ‘makan’, tapi ada juga yang memilih santai dengan ‘camilan’ terlebih dahulu. Keduanya baik. Asal disepakati agar bertambah kebaikan dan keberkahannya. Andai tidak disepakati, apalagi jika ada paksaan atas dalih bolehnya segera ‘buka puasa’ dengan ‘makanan berat’, akan terjadi prahara besar yang disebabkan ketidaksepakatan itu.

Itu adalah malam pertama. Masih malu-malu. Meski, sejatinya mau. Nah, komunikasi adalah cara yang paling ampuh. Prahara gagalnya malam pertama itu bisa menjadi sebab konflik yang berkepanjangan di sepanjang jalur pernikahan yang Anda jalani.

Jadi, santai saja. Jangan terburu-buru. Sepakati. Selanjutnya, terserah Anda. [Pirman/Keluargacinta]