Selingkuh Kok Menyenangkan?!

Badannya kurus. Agak pendek. Pemuda. Umur sekitar dua puluh tahun. Asli Jawa Tengah. Merantau di sebuah kota di Jawa Barat. Sebagai karyawan di sebuah perusahaan swasta. Sebab hanya lulus SMA, ianya hanya menjadi pegawai rendahan. Tercatat sebagai karyawan, tapi job desk-nya serabutan. Tak jarang, ia menjadi asisten sopir yang membawa produk perusahaan untuk dikirim ke konsumen.

Suatu hari, sopir utama berhalangan hadir. Maka, pihak perusahaan pun memerintahkan kepada karyawan di bagian lain yang biasa menjadi pengganti. Si kurus, pas kebagian jatah menemani sopir pengganti itu. Agak miris, si kurus mendapati sebuah kisah yang memilukan tentang sebuah episode hidup rumah tangga yang belum pernah dijalaninya.

“Gini, Dik,” ujar si sopir memulai kisah. “Jadi, saya lagi naksir sama seorang cewek,” lanjutnya berkisah. “Dia janda. Ketemu di internet. Lalu bertukar nomor ponsel. Dan, kita berhubungan. Agak lama, kita pun ketemuan. Cantik.”

“Namanya saja laki-laki dan perempuan,” lanjutnya tanpa malu, “kita pun lebih dari ngobrol. Jadi sering ketemu. Dan, saya mulai tergoda. Melakukan yang lebih dari itu.” Tegasnya mendetail, ia telah terbiasa menyentuh, dan menikmati kenalannya itu. “Emang sih,” belanya dalam perjalanan yang hendak sampai ke tujuan, “kita gak sampai ke ‘menu utama’. Intinya, saya menghindari itulah. Di rumah saja ada, kok. Ngapain cari yang di luar.”

Sedihnya lagi, dia bertanya aneh kepada si kurus, “Saya gak dosa, kan?” Tuturnya beralasan, “Kan, sama-sama suka? Tidak ada yang dirugikan. Saya senang, dia pun untung.”

Inna lillahi wa innaa ilaihi raji’un.

Sahabat, kisah ini bukan fiktif. Nyata. Dan, ini hanya satu contoh. Yang lain, masih amat banyak dan mustahil disebut satu-persatu. Bahwa zina perselingkuhan itu ada di sekitar kita. Amat nyata dan menjamur.

Memang, semua ini atas ulah setan yang membisiki hawa nafsu. Persis dikatakan oleh seorang ulama, jika setan adalah seorang suami, maka hawa nafsu adalah istrinya. Saat keduanya berkolaborasi, timbullah berbagai macam kerusakan di muka bumi ini.

Dalam kisah di atas, si kurus hanya bisa sampaikan nasihat ringan. Apa pun, bersentuhan dan lebih dari itu antara laki-laki dan perempuan di luar pernikahan adalah tidak dibolehkan. Haram. Jika pun keduanya merasa senang dan untung, maka hal itu hanyalah visualisasi sesat yang dilancarkan oleh setan dan bala tentaranya.

Wahai para suami dan istri, jagalah pasangan Anda. Mintalah perlindungan kepada Allah Ta’ala. Semoga Dia menjaga rumah tangga kita dari setan yang amat terkutuk. Aamiin. [Pirman/Keluargacinta]

Terbaru

Tips Mengelola Cemburu Agar Cinta Tak Terganggu

Bagaimana mengelola cemburu agar cinta tak terganggu? Cemburu adalah rasa yang pasti ada dalam jiwa manusia yang punya cinta. Sebab cemburu adalah...

8 Langkah Istri Jika Suami Mengalami Puber Kedua

Puber kedua memang ada. Ia bisa dialami oleh pria maupun wanita. Namun yang paling sering dijumpai, puber kedua ini terjadi pada pria.

Baca Ayat Kursi, Mimpi Buruk Pergi dan Bangun pun Lebih Pagi

“Ummi, Hamzah nggak mau mimpi.” Tiba-tiba anak ketiga kami mengadu. Waktu itu ia masih duduk di bangku Playgroup. Setelah ngobrol lebih lanjut,...

Meski Sudah Berkeluarga, Jangan Pernah Lupakan Ibu

Jika ada 1000 orang yang mencintaimu, akulah yang pertama.Jika ada 100 orang yang mencintaimu, akulah yang pertama.Jika ada 10 orang yang mencintaimu,...