Nasehat

Shalat di Masjidku Kini Sehari Enam Waktu

shalat enam waktu

Di sebuah grup WhatsApp yang anggotanya dari berbagai provinsi, ada pertanyaan tentang apakah masjid-masjid banyak yang tutup sesuai PPKM Darurat atau masih buka? Rupanya, banyak masjid yang masih buka.

“Malah sekarang di masjidku hampir tiap hari sholatnya enam waktu,” jawaban paling aneh keluar dari salah satu anggota asal Jawa Timur.
“Enam waktu?” tanya anggota lainnya.
“Iya. Sholat Subuh, Sholat Zhuhur, Sholat Ashar, Sholat Maghrib, Sholat Isya’, dan Sholat Jenazah.”

Sebagian anggota grup membenarkan jawaban tersebut karena memiliki pengalaman yang sama. Tidak sedikit masjid yang sekarang hampir tiap hari mengumumkan kabar duka dan menggelar sholat jenazah.

Dari kabar duka dan seringnya sholat jenazah ini saja, kita bisa tahu bahwa saat ini terjadi lonjakan angka kematian. Bukan untuk membuat kita takut, tetapi untuk membuat kita waspada. Sekaligus menyadarkan kita bahwa kematian itu bisa datang kapan saja lalu kita menyiapkan bekal untuk kehidupan setelah mati.

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ

Setiap yang bernyawa akan merasakan mati… (QS. Ali Imran: 195)

لِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ إِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ فَلَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ

Tiap-tiap umat mempunyai ajal. Apabila telah datang ajal mereka, maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak (pula) mendahulukan(nya). (QS. Yunus: 49)

أَكْثَرُهُمْ لِلْمَوْتِ ذِكْرًا وَأَحْسَنُهُمْ لِمَا بَعْدَهُ اسْتِعْدَادًا أُولَئِكَ الأَكْيَاسُ

Orang yang paling banyak mengingat kematian dan paling baik dalam menyiapkan bekal menghadapinya, mereka itulah orang yang paling cerdas. (HR. Bukhari)

Di antara cara mengingat mati dan menyiapkan bekal menghadapi kematian adalah sholat jenazah. Sebab keutamaannya, mendapatkan pahala dua qirath.

مَنْ صَلَّى عَلَى جَنَازَةٍ وَلَمْ يَتْبَعْهَا فَلَهُ قِيرَاطٌ فَإِنْ تَبِعَهَا فَلَهُ قِيرَاطَانِ. قِيلَ وَمَا الْقِيرَاطَانِ قَالَ أَصْغَرُهُمَا مِثْلُ أُحُدٍ

“Barangsiapa menshalatkan jenazah dan tidak mengiringinya (ke pemakaman), ia akan memperoleh pahala sebesar satu qirath. Jika dia juga mengiringinya (hingga pemakamannya), ia akan memperoleh dua qirath.” Ditanyakan, “Apa itu dua qirath?” Beliau menjawab, “Yang terkecil di antaranya semisal Gunung Uhud.” (HR. Muslim)

Baca juga: Cara Menghadapi Suami yang Suka Chat dengan Wanita Lain

Karenanya, selagi kita tidak memiliki udzur, upayakan untuk ikut sholat jenazah. Dalam kondisi masih pandemi, tentunya kita juga menjaga protokol kesehatan. Wallahu a’lam bish shawab. [Muchlisin BK/KeluargaCinta]