Rumah Tangga

Suami yang Melarang Istrinya Masuk Surga

ilustrasi © Demortalz.com
ilustrasi © Demortalz.com

Suami adalah pemimpin rumah tangga. Di tangannyalah keselamatan keluarga ditentukan. Jika suami itu baik dan mampu membimbing istri dan anaknya dalam taat kepada Allah Ta’ala dan Rasul-Nya, maka ia telah berhasil dalam menjalankan perannya sebagai seorang pemimpin.

Sebaliknya, saat sang suami abai terhadap kerja-kerja pembinaan untuk anggota keluarganya, kemudian sibuk dengan mengejar materi duniawi; maka ia gagal dalam tugasnya sebagai seorang pemimpin, dan baginya akibat yang buruk di dunia dan akhirat.

Sayangnya, banyak suami yang tidak menyadari tugas utamanya sebagai pemimpin dalam rumah tangga ini. Bermula dari jauhnya mereka dari agama Islam yang merupakan panduan hidup terbaik, yang berakibat pada hilangnya orientasi mereka dalam menjalani hidup yang sementara ini.

Hal ini diperparah dengan maraknya kampanye cinta dunia yang banyak dibungkus dengan acara-acara yang seolah-olah islami, namun melupakan aspek akidah sebagai pondasi utama kehidupan seorang muslim.

Akhirnya, suami hanya sibuk dengan kerja duniawi sepanjang waktu, pergi pagi pulang petang, hingga melalaikan kewajiban diri dan kelurganya terkait hubungannya dengan Allah Ta’ala.

Hilangnya orientasi hidup ini merupakan awal mula petaka dalam sebuah rumah tangga. Ini lebih parah dibanding kapal yang kehilangan kompasnya di tengah samudera, atau pendaki yang kehilangan petunjuk arah saat berada di tengah pendakiannya.

Akibatnya, suami yang seharusnya bisa membimbing istri dan anak-anaknya menuju surga, yang terjadi justru sebaliknya; suami -disadari atau tidak- malah melarang keluarganya masuk ke dalam surga.

Bentuknya, bisa seperti yang dialami oleh salah satu saudari kita yang tengah belajar menjadi seorang muslimah yang baik. Berkisah antusias, ia mulai rutin menjalankan shalat lima waktu, perbanyak dzikir dan mulai menyiapkan diri untuk memakai jilbab.

Lantas, saat jadwal keduanya berangkat berdagang sebagai sarana menjemput rezeki, namun sang istri didapatinya sedang mendirikan shalat, selepas menunggu dengan kesal sang suami malah membentak, “Shalatmu lama banget?” Lanjutnya ketus, “Emang dengan shalat bisa menghasilkan uang?!”

Alhasil, suami yang seharusnya bersyukur sebab istrinya melakukan ketaatan di jalan Allah Ta’ala, sebab hilangnya orientasi hidup, ia justru bersikap sebaliknya.

Alih-alih menjadi pendukung pertama bagi suaminya, ia malah menjadi orang yang pertama menghancurkan semangat dan harapan sang istri yang tengah berupaya menjadi lebih baik.

Jika kita seorang suami atau calon suami, semoga sikap itu tidak ada dalam diri kita. Jika anda seorang istri atau calon istri, semoga anda terjaga dari mendapatkan imam hidup yang demikian. Aamiin. [Pirman]

9 Comments

  • alfa sooqy paytren 17 Februari 2015

    Mudah” n q trgolong dri suami yg mengajak ke surga

  • Obatkuat 17 Februari 2015

    YAKIN PEMEGANG HAK CIPTA FOTO ITU?

    • Shame On You 6 Maret 2015

      Kan udah nyertain sumber photo nya.. (tulisan di bawah gambar). Itu sah2 saja..
      Jangan sok keminter bro..

  • Eva Tobing 18 Februari 2015

    “Janganlah mencuri” adalah salah satu dari 10 Hukum Taurat yang jelas-jelas tertulis untuk menseleksi manusia masuk sorga atau neraka.

    Mengambil, memakai barang/hasil karya orang lain tanpa ijin pemiliknya adalah kerjaan Maling. Malu ah khotbah panjang-panjang tentang surga & neraka, tapi fotonya hasil colongan. Shame you!

    Eva Tobing

    • Shame On You 6 Maret 2015

      Kan udah nyertain sumber photo nya.. (tulisan di bawah gambar). Itu sah2 saja..
      Jangan sok keminter mbak… Asal komen….

  • ma'rifatun nafsi 18 Februari 2015

    amien…
    Ya Rob, slmatkan Hamba besrta saudara dan shobat2 Hamba dar laki2 yang demikian, yg lbh mngutakan harta ktimbang Engkau Yg Maha Agung…

  • jajang 26 Februari 2015

    Izin share

  • Abu Fatih 11 Maret 2015

    Saya baru tahu kalau pak Pirman punya web bagus begini…

  • dono 15 Maret 2015

    eva tobing ni asal tduh ajj, g liat bawah gambar udah ad sumbernya, keminter emg

Comments are closed.