Jika Anak Anda Pernah Lakukan Ini, Semoga Kualitasnya Setara Anak-Anak di Zaman Nabi

Diakui atau tidak, buruknya mental generasi saat ini adalah buah dari kesalahan pendidikan yang diberikan oleh orang tua. Bermula dari kurangnya cinta, tiadanya ilmu, dan minimnya keteladanan dari ayah, ibu, atau keduanya selaku orang tua.

- Advertisement -

Seorang anak hanyalah kertas putih yang bisa ditulis dengan tinta warna apa pun dan jenis tulisan apa pun. Seorang anak juga tak ubahnya tanah gembur nan liat yang bisa dibuat jenis kerajinan apa saja, sesuai kehendak dan kecenderungan orang tuanya.

***

Ada satu kisah dari sahabat mulia Mu’awiyah bin Qurrah Radhiyallahu ‘anhu yang dikutip oleh Dr Muhammad Muhammad Badri dalam buku Sentuhan Jiwa untuk Anak Kita yang selayaknya membuat para orang tua merenung. Ialah kisah interaksi orang tua dengan seorang anak yang membuat kesadaran kita tersengat.

Sahabat mulia Mughaffal Radhiyallahu ‘anhu tengah melakukan perjalanan. Di tengah jalan, ia melewati sebuah benda tajam. Diambillah benda itu, dipinggirkan. Melihat tindakan Mughaffal, Mu’awiyah bin Qurrah yang membersamai Mughaffal dalam perjalanan itu lantas mengambil benda tajam serupa-di dekat benda tajam yang diambil Mughaffal-untuk dipinggirkan.

“Wahai keponakanku,” tanya sahabat mulia Mughaffal Radhiyallahu ‘anhu, “apa yang membuatmu melakukan hal itu?”

“Paman,” jawab Mu’awiyah bin Qurrah menerangkan, “aku melihat engkau melakukannya. Maka aku meneladaninya.”

- Advertisement -

Seraya terharu, sahabat Mughaffal Radhiyallahu ‘anhu membacakan satu riwayat yang didengar langsung dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, “Barang siapa memungut benda tajam dari jalanan kaum Muslimin, maka dicatat baginya satu pahala. Barang siapa diterima darinya satu pahala, (dia) pasti masuk surga.” ujar Nabi sebagaimana diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari Rahimahullahu Ta’ala.

Inilah teladan yang indah. Inilah yang luput dilakukan oleh para orang tua. Inilah sebab utama, mengapa kita gagal mendidik anak-anak kita menjadi sosok shalih dan menshalihkan.

Hendaknya kisah ini menjadi renungan bagi kita. Cobalah cermati apa yang Anda lakukan selama ini. Cocokkan dengan apa yang dilakukan oleh anak-anak Anda dan anak-anak sekitar. Jika ada di antara mereka yang pernah melakukan sebagaimana disebutkan dalam kisah ini, semoga anak Anda sekualitas anak-anak di zaman Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Aamiin.

Wallahu a’lam. [Pirman/Keluargacinta]

*Beli buku Sentuhan Jiwa untuk Anak Kita tulisan Dr Muhammad Muhammad Badri di 085691548528

- Advertisement -

Terbaru

Keutamaan Membaca Ayat Kursi di Malam Hari

Ada dua waktu istimewa di malam hari untuk membaca ayat kursi. Kedua-duanya memiliki fadhilah alias keutamaan yang istimewa. Dua...

Pengakuan Bantal, Saksi Bisu Gersangnya Hubungan

Judul Pengakuan Bantal ini mengadopsi tulisan Dr Karim Asy Syadzili dalam bukunya, Kado Pernikahan. Isinya telah dikembangkan agar lebih relevan dengan kondisi...

Mengapa Muslimah Dilarang Cerita Kecantikan Teman pada Suaminya?

“Mas, temanku si Anita itu cantik banget. Ia rajin facial. Pakai skincare mahal..” Pernah mendengar kalimat seperti ini? Atau jangan-jangan Anda sendiri pernah ngomong...

Ini 32 Dosa Suami yang Meresahkan Hati Istri

Pernikahan adalah ibadah paling panjang waktunya. Jika sholat hanya sekitar 6 menit, sehari semalam hanya setengah jam. Puasa yang sehari 14 jam pun, hanya...