Teror Istri Pertama!

Jangan mudah menerima pinangan seorang laki-laki yang sudah memiliki istri. Meski halal dan dibolehkan oleh syariat, ada begitu banyak hal yang harus diperhatikan oleh seorang wanita jika hendak dijadikan sebagai istri kedua. Sayangnya, banyak wanita yang mudah memutuskan untuk menrima lamaran seorang laki-laki karena satu dan lain alasan.

Faktanya, kehidupan poligami tidak sesederhana hanya soal hubungan biologis semata. Ada banyak hal terkait perasaan yang pasti ada, sebab manusia memang diciptakan secara sempurna dengan paduan yang saling mendukung satu dengan yang lainnya.

Wanita ini, mulanya menerima lamaran seorang laki-laki. Dia tahu hendak dijadikan sebagai yang kedua. Dia menerima lantaran berharap bahwa laki-lakinya itu sosok baik lantaran diketahui menjaga ibadah, berdasarkan pengetahuannya.

Tak perlu masa yang lama, wanita dua puluhan tahun ini menerima pinangan si laki-laki. Pernikahan dihelat dengan sesederhana mungkin, namun tidak mengurangi nuansa sakral di dalamnya.

Kelak di kemudian hari, kebahagian si wanita berkurang bahkan mengalami minus. Berkurang hingga batas bawah. Sebabnya, dia mengalami ujian amat dahsyat dari istri pertama suaminya. Suaminya itu, rupanya tidak izin kepada istri yang tengah menjadi sarana lahirnya tiga buah hati pernikahan mereka.

Semakin parah ketika si istri pertama lebih dominan dalam banyak hal. Alhasil, si suami sebagai pemimpin justru kalah dan banyak didikte.

Si wanita menyadari kekeliruannya. Entahlah, dia sendiri tak kuasa sebutkan sebab mengapa dahulu serta merta menerima pinangan si laki-laki hingga jalankan pernikahan.

Kesadaran atas kekurangtepatan langkahnya itu terjadi saat madunya melontarkan banyak ancaman berupa kalimat kotor hingga hinaan. Semakin parah saat anak-anaknya ikut melakukan teror hingga kehidupan si wanita jauh dari makna ketenangan.

Kepada para wanita, pikirkanlah matang-matang. Jangan tergesa-gesa. Mintalah pendapat dari keluarga, sahabat dekat, dan guru ngaji. Minta juga petunjuk dari Allah Ta’ala. Sebab niatmu baik, maka caranya pun harus baik.

Di antara cara mengenali motif si laki-laki yang hendak melamarmu sebagai yang kedua, pastikan bahwa engkau diambil dengan terhormat dan diposisikan secara terhormat pula di hadapan madu dan keluarganya.

Pastikan bahwa suami mengenalkanmu dengan istri pertama dan keluarganya. Pastikan bahwa suamimu mampu menjadi penengah sekaligus sosok yang mempersatukan dirimu dan keluarga dengan madu dan keluarganya.

Memang, ini tidak berpengaruh dalam sah atau tidaknya sebuah pernikahan. Tapi yakinlah, jika diabaikan bisa fatal akibatnya. Wanita ini menjadi bukti sekaligus saksi. Betapa dia menderita teramat pelik lantaran diteror oleh istri pertama suaminya sendiri dan anak-anaknya.

Wallahu a’lam. [Pirman/Keluargacinta]

1 KOMENTAR

  1. Ini kesalahan ada pada istri pertama. Suami harus bisa menengahi. Istri kedua harus sesabar mungkin, dan percaya bahwa ada pengadilan akhirat yang hakimnya adalah Allah langsung

Comments are closed.

Terbaru

- Advertisment -