Kesehatan

Mengatasi Tindihan dengan Ayat Kursi, Begini Caranya

tindihan

Pernahkah Anda mengalami tidak bisa bergerak ketika hendak bangun dari tidur? Pikiran mulai sadar tetapi selama beberapa detik hingga hitungan menit merasa tidak bisa menggerakkan anggota badan? Tindihan atau tindien, istilahnya.

Apa penyebab tindihan dan bagaimana cara mengatasinya? Bisakah dengan ayat kursi dan bagaimana caranya?

Apa Itu Tindihan

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), tidak ada istilah tindihan atau tindien. Yang ada hanya tindihan yang artinya hasil menindih. Dari kata dasar tindih.

Tindihan atau tindihen adalah suatu kondisi tubuh tidak bisa bergerak saat tidur. Umumnya, tindihan mulai terjadi saat tidur dan karena sesak, orang itu pun terbangun dengan pikiran mulai sadar, tetapi tubuhnya tidak bisa digerakkan dan juga tidak bisa bicara.

Penjelasan Ilmiah

Dalam istilah medis, tindihan adalah sleep paralysis atau kelumpuhan tidur. Tak hanya tidak bergerak dan bicara hingga dua menit, terkadang juga sesak nafas dan tersedak.

Banyak orang yang mengalami sleep paralysis hingga kasusnya mencapai dua juta per tahun di Indonesia. Umumnya menimpa orang yang mengalami gangguan tidur atau suasananya tidak nyaman.

Ketika tidur, manusia mengalami empat tahapan. Yaitu tahap setengah sadar (falling asleep), tidur lebih dalam (light non-REM sleep), tidur paling dalam (deep non-REM sleep), dan Rapid Eye Movement (REM).

Tahapan falling asleep hingga deep non-REM sleep biasanya memakan 75 persen dari waktu tidur keseluruhan. Hasil studi lainnya menyebut fase REM bisa mulai sejak menit ke-90 mulai tidur hingga sepanjang malam.

Namun, ada kalanya –misalnya saat tubuh kurang fit atau depresi- empat tahapan tidur tersebut tidak berjalan sempurna. Dari falling asleep, ia langsung ke REM. Akibatnya, otak sudah terjaga, tetapi tubuh belum bangun karena siklus REM belum selesai. Sehingga kita belum bisa bergerak atau berbicara.

Penelitian di University of Toronto menemukan bahwa tindihan itu terjadi karena perubahan kimiawi di otak yang menyebabkan saraf-saraf yang menggerakkan tubuh lumpuh untuk sementara.

Senyawa yang terlibat dalam kelumpuhan saraf-saraf tersebut adalah glycine dan GABA (gamma-aminobutyric acid). Ketika tidur memasuhi fase REM (Rapid Eye Movement), keduanya bergantian menduduki neurotransmitter dan membuat komunikasi saraf terhenti. Nah, jika REM tidak sempurna, seseorang pun terbangun dalam kondisi saraf yang menggerakkan tubuh lumpuh untuk sementara sehingga ia tidak bisa bergerak.

Tindihan karena Gangguan Jin?

Ini yang menjadi keyakinan sebagian masyarakat kita. Bahwa tindihan merupakan gangguan jin. Jin mengganggu dengan menindih tubuh sehingga tidak bisa bergerak. Dari keyakinan ini agaknya muncul istilah tindihan.

Tentu saja penelitian ilmiah tidak membicarakan hal ini. Namun bisa saja terjadi. Sebagaimana orang bisa kerasukan jin adalah fakta yang tidak bisa dibantah. Banyak kasusnya di masyarakat meskipun secara medis belum ada penjelasan ilmiahnya.

Baca juga: Tabel Asmaul Husna

Cara Mengatasi Tindihan

Seperti penjelasan di atas, banyak yang mengalami tindihan seperti ini. Secara medis, ia tidak berbahaya. Namun, sering kali menimbulkan kepanikan dan ketakutan. Inilah yang lebih berbahaya.

Cara mengatasi tindihan, ketika pikiran sadar tetapi tubuh tidak bisa bergerak, cobalah gerakkan ujung-ujung jari kaki dan tangan sedikit demi sedikit, lalu atur napas perlahan. Jadi, tidak perlu ke dokter kecuali kalau sering terjadi dan menimbulkan ketakutan berlebihan. Dokter mungkin akan merekomendasikan cara memperbaiki pola tidur bahkan mungkin memberikan obat untuk memudahkan tidur.

Lalu bagaimana mengatasi tindihan dengan ayat kursi? Ketika pikiran sudah sadar tetapi tubuh tak bisa bergerak, bacalah ayat kursi dalam hati. Ini akan membuat rileks dan pikiran tenang. Dan jika ada gangguan jin, insya Allah akan terbebas.

Mencegah Tindihan dengan Ayat Kursi

Salah satu keutamaan ayat kursi adalah mendapatkan perlindungan Allah dari gangguan jin. Jika seseorang membaca ayat kursi pada petang atau malam hari, ia akan mendapatkan perlindungan hingga pagi hari.

إِذَا قَرَأَتْهَا غُدْوَةً أُجِرَتْ مِنَّا حَتَّى تُمْسِيَ

Siapa yang membaca ayat kursi pada petang hari, maka ia akan dilindungi hingga pagi. (HR. Hakim; shahih)

Dalam hadits yang panjang dari Abu Hurairah, ia pernah menangkap syetan dari golongan jin. Tiga malam berturut-turut. Di malam terakhir, ia minta dilepaskan dan sebagai konsekuensinya akan mengungkapkan kelemahan jin. Yaitu membaca ayat kursi sebelum tidur.

Ketika Abu Hurairah menceritakan apa yang ia alami kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau membenarkannya.

Kalau pun tindihan tidak ada hubungannya dengan jin, membaca ayat kursi sebelum tidur tetap merupakan upaya mencegah tindihan terjadi. Mengapa? Sebab seperti penjelasan di atas, salah satu penyebab tindihan adalah depresi. Membaca ayat kursi dan merenungkan maknanya akan membuat hati tenang dan damai, terjauhkan dari depresi. Wallahu a’lam bish shawab. [Muchlisin BK/KeluargaCinta]