Pernikahan

‘Wanita yang Belum Anda Miliki Lebih Baik Daripada Wanita yang Anda Miliki’

Imam Ibnu Muflih al-Hanbali merupakan salah satu ulama yang masyhur dengan nasihat penyejuk jiwa. Salah satu nasihat agungnya dikutip oleh Syeikh Abdul Fattah Abu Ghuddah dalam menjelaskan Risalah al-Mustarsyidin tulisan Imam al-Harits al-Muhassibi.

Dalam nasihat ini, Imam Ibnu Muflih menjelaskan bagaimana proses yang terjadi hingga seorang laki-laki melihat istri orang lain lebih cantik dari istrinya. Simak nasihat ini dengan nurani yang paling tulus.

“Hendaklah orang yang berakal sehat berhati-hati dalam melepaskan pandangannya karena mata dapat melihat objek yang diharamkan oleh syariat sebagai sesuatu yang berbeda dari hakikat sebenarnya!

Anda akan melihat wanita non-mahram terlihat lebih cantik, tutur katanya lebih lembut, pergaulannya lebih cocok, rasanya dan keakrabannya lebih nikmat daripada istri Anda yang halal bagi Anda!”

Mengapa hal ini bisa terjadi dan dialami oleh banyak orang sejak zaman dahulu hingga sekarang?

Beliau melanjutkan, “Setan membuat wanita non-mahram terlihat indah dan begitu menggoda di mata pria agar para suami berpaling dari istri mereka yang halal kepada wanita-wanita yang haram bagi mereka; dan agar para suami tidak menyukai istrinya yang halal dan malah menyukai wanita yang haram bagi mereka.”

Laki-laki memiliki tingkat penasaran yang amat tinggi terhadap segala sesuatu yang belum mereka ketahui. Rasa penasaran itulah yang memicu hingga seseorang mencari tahu, lalu berniat untuk memilikinya. Dalam proses mengetahui untuk memiliki itu, manusia melakukan berbagai jenis imajinasi hingga hal itu terlihat sangat indah dan memang layak diperjuangkan.

“Ingat! Setan dengan segala kerusakannya akan memperlihatkan kepada Anda bahwa wanita yang belum Anda miliki (haram) lebih baik daripada wanita yang Anda miliki (halal)!”

Melalui pandangan, setan akan menghiasi keburukan agar terlihat baik. Mereka akan menampakkan sesuatu yang haram sebagai kehalalan, baik, bahkan dipenuhi kenikmatan. Setan akan senantiasa menghiasi hingga seorang hamba benar-benar terjerumus dalam kebinasaan, atau mereka kalah, menyerah, dan berpaling dari menggoda dan melakukan makar lain yang lebih dahsyat.

Pandangan ini jahat. Hanya terkesan indah, padahal sejatinya amat menjijikkan. Hanya terlihat asyik, padahal sangat menyengsarakan. Semoga Allah Ta’ala berikan kita kekuatan untuk menundukkan pandangan dan hanya mengarahkannya kepada istri-istri yang dihalalkan untuk kita nikmati. Aamiin.

Wallahu a’lam. [Pirman/Keluargacinta]