Yang Harus Dilakukan Jika Suami Anda Marah


Percayalah, tak ada satu pun suami yang menghendaki dirinya menjadi pemarah, sewenang-wenang, kejam, dan bengis kepada istri atau anak-anaknya. Percayalah, tiada laki-laki yang tak menyesal atas kemarahan yang ia lakukan kepada istri atau anak-anaknya.

Maka bantulah suamimu. Sebab; marah adalah bentuk kelemahan jiwa, marah dilakukan untuk menutupi kekurangannya, marah adalah di antara benih penyakit sombong dan keras kepalanya, marah adalah sifat buruk yang ingin ia hilangkan dari dirinya.

Marahnya suami pasti karena sebab. Entah besar, kecil, sengaja, tidak sengaja, atau sebab lainnya. Marahnya suami, sebelum menjadi kebiasaannya adalah reaksi atas apa yang tidak disukainya.

Namun, ketika ada sebab yang benar-benar menjadikannya marah, ada ilmu yang harus kau miliki. Ada seni yang harus kau pelajari; agar marahnya suami tak berkepanjangan, agar marahnya tak memporak-porandakan kapal rumah tangga yang tengah kau bangun bersama.

Biarkan

Ketika seorang suami marah, maka ia telah terkalahkan oleh nafsu setan. Maka, otaknya tak berfungsi. Apalagi hatinya. Karenanya, ia tidak menyadari apa yang dilakukan oleh dirinya sendiri. Dan, saat mendapat penolakan, ia akan semakin menjadi-jadi; marahnya bertambah.

Sebab itu, biarkan saja. Biarkan apa yang ingin diucapkannya. Biarkan apa yang ia lakukan. Dan, jangan terlalu memikirkan apa yang terjadi; ucapan maupun perilakunya. Cukup tatap matanya dalam-dalam dengan tatapan kasih sayang nan tulus. Itulah di antara sebab yang bisa meredakan gejolak emosinya.

Pasalnya, saat menyadari kekeliruannya, ia akan mengerti dan menyesal sedalam-dalamnya. Ia akan sedih dengan apa yang dilakukannya.

Ingatkan

Lakukan ini saat santai. Dengan lembut. Gunakan bahasa suami-istri. Lakukan juga saat berdua, jika kalian sudah memiliki anak. Hindari nasihat di depan orang lain. Sebab hal itu akan merusak kepercayaan dirinya di hadapan orang lain.

Sampaikan nasihat itu saat makan, jalan berdua, sebelum tidur, saat ada kabar gembira, dan momen-momen lain yang hanya dinikmati berdua. Sampaikan sambil bercanda dengan sesekali bermanja dan bermesra dengannya.

Hilangkan

Jika marah adalah api, maka perkecil atau hilangkan penyulutnya. Pahami dengan betul kejadian-kejadian yang bisa memicu kemarahan suami. Lalu, lakukan kerja-kerja penyingkiran penyebab marah sepenuh cinta. Sebab, hal ini amat berat dan menyita seluruh kehidupan anda.

Caranya, amati dengan baik apa yang menjadi kesukaan dan ketidaksukaannya. Pahami juga; mana yang fatal atau hanya marah sesaat. Dan seterusnya. Pengetahuan yang baik, insya Allah, akan menjadi solusi terbaik dalam langkah ini.

Adukan

Bukan mengadukan kebiasaan buruk pasangan kepada orang lain. Sebab, jika anda menyampaikannya kepada orang yang tidak tepat, rahasia itu bisa menyebar ke mana-mana dan itu akan berakibat sangat buruk bagi kelangsungan keluarga anda.

Maka, adukan kebiasaan itu kepada penciptanya. Adukan, sampaikan, mintalah pertolongan, dan pinta agar suami anda berubah; dilembutkan hatinya, diluaskan cara berpikirnya, dan dijernihkan hatinya sehingga bisa memenangkan pertarungan melawan setan yang terlaknat.

Sebab Allah Ta’ala Maha Mendengar. Dia Maha Mengabulkan doa-doa hamba-Nya. Amat mudah baginya untuk mengubah seorang suami yang sedikit atau banyak marah menjadi suami yang tak akan pernah marah selamanya; kecuali jika ada aturan-aturan Allah Ta’ala yang dilanggar oleh istri atau anggota keluarga yang lain.

Tapi…

Jika suami sering marah tanpa sebab, bagaimana jika anda berencana mengusulkan adanya adik untuk anda? Atau, anda ingin menggantinya dengan (suami) yang baru? Duh! [Pirman]