Rumah Tangga

5 Contoh Mesra Rasulullah

“Suamimu pakai ngasih hadiah romantis gini, Dik”
“Iya mbak. Abang ngasih ane itu sepulang ngisi daurah”
“Masih sempat ya… kalau suamiku sangat sibuk dakwah. Nggak sempat yang romantis-romantis begitu”
“Sibuk mana sama Rasulullah? Beliau masih sempat romantis-romantisan dan bermesra dengan istri tercinta”
***

Dialog itu menggambarkan betapa banyak orang yang kurang memahami bahwa Rasulullah sebagai teladan terbaik dalam berumah tangga juga memperlakukan istrinya dengan penuh cinta. Meskipun beliau adalah seorang Nabi dan Rasul, seorang panglima perang dan kepala negara, keseharian beliau tidak selalu serius dan kaku. Ada waktu-waktu untuk bercanda. Ada waktu-waktu untuk bersama keluarga. Bahkan beliau sering melakukan hal-hal romantis dan bermesraan bersama istri-istri tercinta.

Lomba lari bersama istri

Aisyah radhiyallahu ‘anha menceritakan apa yang dialaminya bersama Rasulullah:

أَنَّهَا كَانَتْ مَعَ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- فِى سَفَرٍ قَالَتْ فَسَابَقْتُهُ فَسَبَقْتُهُ عَلَى رِجْلَىَّ فَلَمَّا حَمَلْتُ اللَّحْمَ سَابَقْتُهُ فَسَبَقَنِى فَقَالَ هَذِهِ بِتِلْكَ السَّبْقَةِ

Ia pernah bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam safar. Aisyah lantas berlomba lari bersama beliau dan ia mengalahkan beliau. Ketika Aisyah sudah bertambah gemuk, ia berlomba lari lagi bersama Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, namun kala itu ia kalah. Lantas Rasulullah bersabda, “Ini balasan untuk kekalahanku yang dulu” (HR. Abu Daud; shahih)

Mandi bersama

Rasulullah juga pernah mandi junub bersama dengan istrinya dalam satu bejana. Aisyah meriwayatkan:

كُنْتُ أَغْتَسِلُ أَنَا وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ إِنَاءٍ وَاحِدٍ وَنَحْنُ جُنُبَانِ

“Aku pernah mandi bersama dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam satu bejana, dan ketika itu kami sedang junub” (HR. Muslim)

Tak hanya mandi bersama, dalam riwayat lain disebutkan Rasulullah membersihkan rambut Aisyah. Ada juga riwayat yang menyebutkan beliau berdua berebut air ketika mandi berdua.

كُنْتُ أَغْتَسِلُ أَنَا وَالنَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ إِنَاءٍ وَاحِدٍ تَخْتَلِفُ أَيْدِينَا فِيهِ

“Aku (Aisyah) pernah mandi bersama dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dalam satu bejana. Tangan kami sama-sama berbeut (menggunakan air dalam bejana tersebut)” (HR. Al Bukhari)

Membantu istrinya

عن عروة قال قُلْتُ لِعَائِشَةَ يَا أُمَّ الْمُؤْمِنِيْنَ أي شَيْءٌ كَانَ يَصْنَعُ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم إِذَا كَانَ عِنْدَكِ قَالَتْ مَا يَفْعَلُ أَحَدُكُمْ فِي مِهْنَةِ أَهْلِهِ يَخْصِفُ نَعْلَهُ وَيُخِيْطُ ثَوْبَهُ وَيَرْفَعُ دَلْوَهُ

Urwah bertanya kepada Aisyah, “Wahai Ummul Mukminin, apakah yang dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika ia bersamamu?”, Aisyah menjawab, “Beliau melakukan apa yang dilakukan oleh salah seorang dari kalian jika sedang membantu istrinya. Beliau memperbaiki sandalnya, menjahit bajunya, dan mengangkat air di ember”. (HR Ibnu Hibban)

Memanggil istrinya dengan panggilan mesra

Misalnya beliau memanggil Aisyah dengan panggilan “humaira” (yang pipinya kemerah-merahan).

يَا حُمَيْرَاءُ أَتُحِبِّيْنَ أَنْ تَنْظُرِي إلَيْهِمْ ؟

“Wahai yang pipinya kemerah-merahan, apakah engkau ingin melihat mereka (parade militer) di masjid? (HR. Al Bukhari)

Mencium istrinya

Lagi-lagi, Ummul mukminin Aisyah radhiyallahu ‘anha meriwayatkan

أن رسول الله صلى الله عليه و سلم كان يقبلها و هو صائم و يمص لسانها

Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menciumnya sedang beliau dalam keadaan berpuasa. Beliau juga pernah mengisap lidahnya. (HR. Ibnu Khuzaimah dalam shahih-nya)

Ibnu Qayyim menjelaskan bahwa mengisap lidah dilakukan Rasulullah sebelum berhubungan. Bukan ketika dalam kondisi berpuasa. [Muchlisin BK/Keluargacinta.com]